Sendiri bersama Tuhan

Sendiri bersama Tuhan

Selamat Datang di Pintu Ajaib!

Selamat Datang! Di hadapan Anda, telah berdiri sebuah pintu ajaib yang akan menghubungkan ide-ide labirin otak saya dengan mimpi serta idealisme Anda.
Terima Kasih karena Anda telah mau merengkuh mimpi-mimpi kehidupan seperti halnya burung Gereja yang senantiasa terbang rendah merengkuh mimpi-mimpinya.
Semoga Anda bisa menemukan keajaiban dalam ruang ide manusia yang sungguh ajaib.
---I Will Trust in You---


Perjalanan

Tampilkan postingan dengan label Catatan Sosiologi kelas X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Sosiologi kelas X. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Mei 2010

KISI-KISI ULANGAN UMUM SOSIOLOGI KELAS X SEMESTER II

Bentuk Soal:
50 soal Pilihan Ganda + 5 soal Essay (Wajib dijawab semua)

Materi Ulangan:

1. Bab SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN
Banyaknya soal: 10 soal Pilihan Ganda
Referensi: Buku Cetak Sosiologi Penerbit Quadra
Catatan Freko
Materi:
a. Definisi dan ciri khas proses sosialisasi
b. Tahap-Tahap Sosialisasi dalam Teori Pengambilan Peran ( George Herbert Mead )
c. Teori Cermin Diri
d. Bentuk-Bentuk Sosialisasi (Sosialisasi Partisipatoris, Represif, Sosialisasi Primer, Sekunder)
e. Kepribadian dan hubungannya dengan proses Sosialisasi

2. Bab PERILAKU MENYIMPANG
Banyaknya soal: 22 soal Pilihan Ganda
3 soal essay
Referensi: Buku Cetak Sosiologi Penerbit Quadra
Catatan Tambahan dari Freko
Artikel tentang KDRT di Blog saya
Materi:
a. Pengertian Konformitas, Perilaku Menyimpang, dan Sikap Anti Sosial
b. Pengertian dan Bentuk Penyimpangan Primer, Penyimpangan Sekunder, Penyimpangan Positif, Penyimpangan Negatif, Delinkuensi, Kejahatan.
c. Teori Perilaku Menyimpang: Teori Anomi, Teori Alinasi, Teori Reaksi Masyarakat, Teori Kebudayaan Tandingan.
d. Faktor Penyebab terjadinya Perilaku Menyimpang
e. Sumber Penyimpangan menurut Edward Sutherland, Edwin Lemert, Robert K. Merton
f. Cara Menanggulangi Perilaku Menyimpang
g. Kekerasan Dalam Rumah Tangga

3. Bab PENGENDALIAN SOSIAL
Banyaknya soal: 18 soal pilihan ganda
2 soal essay
Referensi: Fotokopian yang sudah dibagikan
Materi:
a. Pengertian Pengendalian Sosial.
b. Sifat Pengendalian Preventif dan Represif
c. Cara Pengendalian Sosial
d. Lembaga Pengendalian Sosial

SELAMAT MEMPERSIAPKAN DIRI!

Senin, 17 Mei 2010

Pemberitahuan Untuk Semua Kelas X:

1. Bentuk soal ulangan umum adalah 50 soal pilihan ganda dan 5 essay. Semua soal essay wajib dijawab!

2. Materi yang diulangankan: Bab Sosialisasi, Penyimpangan sosial, dan Pengendalian sosial. (Kisi-Kisinya akan menyusul)

3. Untuk tema penyimpangan sosial, saya pernah mengatakan bahwa akan ada 6 paper terbaik dengan tema yang berbeda yang akan dipilih dan dijadikan sebagai referensi utk ulangan umum. TAPI, DENGAN BERBAGAI PERTIMBANGAN, AKHIRNYA SAYA HANYA MENETAPKAN BAHWA HANYA TEMA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SAJA YANG DIJADIKAN SEBAGAI REFERENSI TAMBAHAN. Untuk hal itu, saya sudah menuliskan beberapa catatan tentang tema KDRT di blog ini.

4. Untuk tema pengendalian sosial, saya akan memfotokopi bahan. Dan, bahan itu akan saya berikan ke setiap kelas untuk diperbanyak oleh masing-masing orang. Fotokopian yang saya berikan itulah yang menjadi bahan ulangan umum untuk tema Pengendalian Sosial.

Demikian dulu pemberitahuan dari saya. Jika ada hal baru, akan saya umumkan lagi lewat blog ini. Terimakasih!
Kekerasan Dalam Rumah Tangga

A. DEFINISI
Kekerasan adalah segala hal yang bersifat keras atau perbuatan yang menyebabkan orang lain mengalami cedera fisik, kerusakan organ tubuh, dan kematian.
Para ahli kriminologi menyebut kekerasan sebagai salah satu bentuk kejahatan karena itu jelas-jelas bertentangan dengan hukum.
KDRT sendiri diartikan sebagai setiap perbuatan terhadap seseorang, terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan dalam lingkup rumah tangga.
Siapa saja yang tergolong ke dalam lingkup Rumah Tangga?
1. Anggota keluarga seperti suami, istri, dan anak kandung/anak tiri/anak angkat.
2. Sanak saudara yang tinggal serumah, seperti mertua, menantu, ipar
3. Orang yang bekerja di dalam keluarga itu, seperti pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun.
B. Bentuk-Bentuk Kekerasan dalam KDRT
1. Kekerasan Fisik
Kekerasan fisik adalah segala tindakan yang mengakibatkan luka, rasa sakit, cacat pada tubuh. Seperti halnya, menendang, memukul, menyiram dengan air panas.
2. Kekerasan Psikis
Kekerasan psikis adalah suatu tindakan penyiksaan secara verbal yang mengakibatkan menurunnya rasa percaya diri, meningkatnya rasa takut, hingga hilangnya kemampuan untuk bertindak (tidak berdaya). Contohnya adalah menghina, berkata kasar dan berkata kotor.
3. Kekerasan Seksual
Kekerasan seksual adalah suatu perbuatan yang mewujud dalam tindakan pemaksaan terhadap istri untuk melakukan hubungan seksual dengan cara-cara yang tidak wajar.
4. Kekerasan Ekonomi
Kekerasan ekonomi adalah suatu tindakan yang membatasi istri untuk bekerja di dalam atau di luar rumah untuk menghasilkan uang dan barang, termasuk membiarkan istri yang bekerja untuk dieksploitasi, sementara si suami tidak bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bentuk kekerasan ekonomi ini bisa bermacam-macam. Misalnya, menjual istri, mengambil harta istri, tidak memberi uang belanja smaa sekali, dan tidak mengizinkan istri meningkatkan karirnya.
C. Faktor penyebab terjadinya kekerasan suami terhadap istri.
1. Adanya keyakinan dalam masyarakat bahwa anak laki-laki harus kuat, berani.
2. Tidak adanya kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki.
3. Banyak orang menganggap bahwa KDRT adalah masalah pribadi, dan bukan masalah sosial.
4. Adanya pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama mengenai aturan mendidik istri, kepatuhan istri pada suami, penghormatan posisi suami.
5. Budaya yang mensituasikan bahwa istri harus bergantung pada suami.
6. Kepribadian dan kondisi psikologis suami yang tidak stabil.
7. Si pelaku pernah mengalami kekerasan pada masa kanak-kanak.
8. Budaya bahwa laki-laki dianggap lebih superior dibanding perempuan.
D. Solusi untuk mengatasi masalah KDRT
1. Membangun kesadaran bahwa persoalan KDRT adalah persoalan sosial, dan bukan persoalan individu sehingga memiliki sanksi hukumnya sendiri.
2. Mengadakan sosialisasi pada masyarakat bahwa KDRT adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
3. Mengkampanyekan penentangan terhadap penayangan kekerasan di media yang dapat memunculkan kesan bahwa Kekerasan adalah hal biasa yang menghibur.
4. Media Massa harus gencar mengkampanyekan gerakan anti KDRT.
5. Mendampingi korban dalam menyelesaikan masalah dan mengobati rasa traumanya.
E. Mengapa angka KDRT di dalam Masyarakat Timur lebih tinggi dibanding di dalam Masyarakat Barat?
1. Budaya Timur cenderung Patriarkal. Budaya Timur lebih mengutamakan dan mengedepankan posisi laki-laki daripada perempuan.
2. Orang-orang Timur tidak siap menghadapi perubahan dan persaingan secara sehat.
3. Orang-orang Timur tidak suka berkonflik. Akibatnya, kerap kali, emosi-emosi yang sengaja dipendam, bisa menjadi bom waktu yang siap meledak setiap saat dan menghancurkan apa yang ada di sekitarnya.

Rabu, 17 Maret 2010

TUGAS PENGGANTI ULANGAN REMEDIAL BLOK SOSIOLOGI KELAS X
Perintah: Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada pada KASUS 1 dan KASUS 2!
A. KASUS 1
KORBAN SMACK DOWN BERTAMBAH:
PINGSAN DAN MUNTAH DARAH

Acara Smack Down yang ditayangkan salah satu stasiun televise swasta setiap malam, kembali memakan korban. Seorang siswa sekolah dasar di Surabaya, Ahmad, pingsan setelah di-smack down teman sebayanya. Ahmad bahkan sempat dilarikan ke Unit Kesehatan Sekolah karena menderita sakit di bagian kepala dan selangkangannya.
Kejadian yang menimpa Ahmad berawal saat ia hendak memasuki kelas sekitar pukul 11.30. Saat itu, terjadi pertengkaran di antara beberapa temannya. “Sebetulnya saya mau melerai teman yang mau berkelahi. Tapi, teman saya malah mengatakan agar saya tidak ikut campur dan langsung mengajak bermain smack down. Saat itu, saya langsung ditendang dan dipukul pada bagian kepala. Setelah itu, saya tidak ingat apa-apa lagi.”, kata Ahmat, saat ditemui di sela pelajaran sekolah, Senin sore.
Karena pingsan, Ahmad pun langsung digotong menuju ruang UKS oleh sejumlah guru. Sementara teman yang sempat menghajar Ahmad ala Smack Down tersebut langsung pulang. Di ruang UKS, Ahmad mengaku menderita sakit di bagian leher, kepala, dan selangkangannya. MEski begitu, ia masih bisa mengikuti pelajaran sekolah sampai selesai. “Sekarang sih sudah tidak sakit lagi. Kalau tadi sempat merasa sakit di bagian kepala, tangan, terus selangkangan. Meski berbeda kelas, saya kenal sama orang yang men-smack down saya. Saya pun sempat diancam. Katanya, kalau saya tidak ikutan smack down nanti dibilangin. “ kata Ahmad tanpa memberitahu maksu ancaman yang disampaikan itu.
Ahmad sendiri mengaku tidak pernah menonton tayangan berbau kekerasan tersebut karena ngeri. Sehari-hari, Ahmad sudah harus masuk kamar sekitar pukul 19.00, dan belajar. Ia mengaku tidak tertarik ikut bermain gulat ala smack down dengan teman-temannya karena takut mati.
Sebelumnya, masih di sekolah yang sama, Angga menderita luka sobek di jidat bagian kanan karena bermain gulat ala smack down dengan Yoga, teman sekelasnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, saat kedua siswa ini tengah menghabiskan waktu istirahat. “Main smack down-nya di kelas waktu istirahat sekitar pukul 10.00. Yang ikutan banyak. Kan ada yang sendiri-sendiri, ada juga yang banyakan. Pada saat itu, Angga kena lantai sehingga kepalanya berdarah. Saya juga ikut jatuh ke lantai tapi tidak terluka.”, kata Yoga diiyakan Angga yang saat itu tampak masih berhiaskan perban di jidat bagian kanan.
Korban gulat ala smack down rupanya tidak hanya berasal dari siswa sekolah dasar. Fayza (4,5 tahun) juga sempat muntah darah karena di-smack down tetangganya pada awal November lalu. Akibat luka yang dideritanya, siswa TK itu pun dirawat di rumah sakit selama 3 hari karena menderita luka pada bgian lambung. “Kejadiannya berlangsung siang hari sepulang Fayza sekolah. Saat itu, Fayza kemudian bermain di rumah tetangganya. Beberapa saat kemudian, saya melihat Fayza terlentang dengan nafas tersengal-sengal. Di rumah, Fayza langsung muntah darah.”, kata Eti, ibunda Fayza saat ditemui di rumahnya.
Eti baru mengetahui kalau anak ketiganya itu telah menjadi korban smack down setelah pelaku yang terbilang akrab dengan Fayza meminta maaf. Ditambah lagi, lanjut Eti, di rumah tetangganya tersebut, juga ternyata tengah ditayangkan VCD Smack Down. Fayza pun, lanjut Eti, mengaku kalau ia ditendang dan diinjak oleh temannya yang lebih besar.

Sumber: Kompas Cyber Media, Selasa 28 November 2006.

Pertanyaan yang harus dijawab:
1. Setujukah Anda dengan pernyataan bahwa acara Smack Down yang ditayangkan televisi ataupun dalam bentuk games, dapat mempengaruhi perilaku seorang anak? Berikan alasan anda!
2. Dapatkah nilai-nilai yang ditawarkan sebuah program televisi, mengubah atau merusak nilai-nilai sosial yang telah ditanamkan orang tua atau masyarakat kepada seorang individu? Jelaskan alasanmu dengan memberikan contoh!
3. Apa solusi yang Anda tawarkan untuk memecahkan masalah pengaruh negative televisi maupun tayangan lainnya terhadap seseorang?

B. Kasus II
Meresahkan, Maraknya Narkoba di Kalangan Pelajar

Banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika dan obata-obatan berbahaya yang menimpa siswa sekolah dasar, SLTP, dan SMU di DKI Jakarta, membuat para orang tua murid menjadi resah. Dalam kaitan itu, mereka berharap agar ada komunikasi yang lebih baik antara guru dan murid, khususnya soal perilaku anak. Para orang tua juga meminta aparat kepolisisan menangkap para Bandar dan pengedar sehingga narkoba tidak merusak masyarakat.
Sejumlah orangtua murid yang ditemui di sejumlah sekolah dasar di Jakarta, mengaku resah karena berita mengenai penyalahgunaan narkoba tidak pernah berhenti. “Kenyataan itu tentu meresahkan karena siapa tahu itu akan menimpa anak-anak kami juga,” kata Sulistyowati.
Kekhawatiran orangtua murid itu wajar jika melihat data jumlah pemakai narkoba yang terus meningkat terutama di Jakarta. Menurut Ketua Therapeutic Communities Indonesia (TCI), dari empat juta korban narkoba di Indonesia, setengahnya ada di Jakarta. Pernyataan itu diperkuat oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Ia mengatakan bahwa penyalahgunaan narkoba oleh pelajar memang sangat tinggi sejak tahun 2001.
Data mulai Januari hingga April 2003 menunjukkan, jumlah kasus yang ditangani Polda Metro Jaya mencapai 143 kasus, Polres Jakarta Pusat 105 kasus, Jakarta Utara 90 kasus, dan Jakarta Barat 55 kasus. DI Jakarta Selatan, tercatat 122 kasus, Jakarta Timur 32 kasus, Bekasi 84 kasus, Depok 5 kasus, Pelabuhan Tanjung Priok 30 kasus. Menurut kepolisian, 60-70 % tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap jajaran Polda Metro Jaya berusia antara 16-21 tahun. Dari persentase itu, setengahnya adalah pelajar yang masih aktif bersekolah. “Sebagian besar adalah pemaki atau pencandu yang tertangkap saat memakai atau membawa narkoba, bukan pengedar atau Bandar.”, paparnya. Menurut data yang diperoleh Kompas, sejumlah pengguna narkoba adalah murid-murid SD. Dalam lima bulan terakhir, di Jakarta Utara sudah ditangkap 30 pelajar SD yang menggunakan obat-obatan terlarang.
Sumber: www.kompas.com, Rabu, 14 Mei 2003.

Pertanyaan yang harus dijawab:
1. Apakah penggunaan Narkoba dapat disebut sebagai perilaku menyimpang?Mengapa dikatakan demikian?
2. Mengapa perilaku tersebut dapat terjadi? Carilah informasi sebanyak mungkin tentang hal ini untuk memperkuat jawaban Anda!

Petunjuk Penulisan:
1. Yang mengerjakan tugas ini, tidak akan mengikuti program ulangan remedial tertulis. Sebab, tugas ini sudah dianggap sebagai ulangan remedial.
2. Yang tidak mengumpulkan tugas hingga batas waktu terakhir (Sabtu, 20 April jam 22.00), akan dianggap tidak mengerjakan tugas ini. Karenanya, mereka harus ikut program ulangan remedial tertulis. Mengenai waktu pelaksanaan remedial tertulis itu, masih menunggu konfirmasi dari Pak TB.
3. Tugas dikerjakan dengan menggunakan penjelasan yang logis dan memiliki unsur-unsur sosiologis.
4. Tugas harus diketik dengan format Microsoft Word.
5. Tugas diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman, ukuran 12, spasi 1,5. Panjang tulisan adalah 4-6 halaman.
6. Tugas dikirimkan via Email ke freko¬_sosiologi@ymail.com
7. Batas akhir pengumpulan tugas adalah hari SABTU, 20 MARET 2010 JAM 22.00 WIB.
8. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi saya di nomor 0878 8005 9394.

Selasa, 09 Maret 2010

Catatan Tambahan Perilaku Menyimpang

Catatan tambahan Materi Perilaku Menyimpang
Definisi Perilaku Menyimpang:
a. Menurut James Zanden
Perilaku Menyimpang adalah tindakan yang dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Ukuran apakah yang dipakai oleh Zanden untuk menentukan apakah tindakan itu di luar batas toleransi atau tidak. Ukuran yang dipakai Zanden adalah ukuran norma yang dipakai oleh suatu masyarakat tertentu. Bukan ukuran norma moral umum. Contoh: “Kumpul Kebo”. Bagi Zanden, kumpul kebo bukanlah perilaku menyimpang bila itu dilihat dalam kacamata masyarakat Barat. Tapi, jika itu dilihat dalam kacamata masyarakat Timur, kumpul kebo merupakan sebuah tindakan menyimpang yang secara jelas dikatakan dalam budaya Timur.

b. Menurut Robert. M.Z. Lawang
Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Cara berpikir Lawang berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Zanden. Bagi Lawang, ukuran untuk menentukan nilai penyimpangan sebuah perilaku, harus ditentukan menurut norma moral umum. Bukan berdasarkan norma yang berlaku dalam masyarakat tertentu. Misal: “Kumpul Kebo” bagi Lawang adalah perilaku menyimpang. Tak peduli pandangan itu muncul dalam masyarakat manapun. Baginya, kumpul kebo adalah salah karena norma moral umum mengatakan seperti itu.

Sumber Penyimpangan
a. Menurut Edward H. Sutherland
Penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda. Edward menjelaskan bahwa gap budaya yang terdapat pada golongan tua dengan golongan muda, akan memunculkan pandangan tentang perilaku menyimpang. Contohnya: Remaja putri yang menggunakan rok mini akan ditegur oleh sang oma. Sebab, saat muda, bagi sang oma, memakai rok mini adalah suatu hal yang tabu.
b. Menurut Edwin M. Lemert
Penyimpangan terjadi karena pemberian julukan, cap atau merek tertentu yang dianggap menyimpang dalam suatu masyarakat. Lemert membagi penyimpangan ke dalam dua bentuk:
- Penyimpangan Primer: Perbuatan menyimpang yang pelakunya masih dapat diterima secara sosial. Contohnya: Tindak kebut-kebutan di jalan raya dengan sepeda motor.
- Penyimpangan Sekunder: Perbuatan menyimpang yang pelakunya tidak dapat lagi diterima secara sosial. Contoh: Pembunuhan Berantai.
c. Menurut Robert K. Merton
Merton menyatakan bahwa perilaku menyimpang terjadi karena tidak adanya keterkaitan antara tujuan dengan cara yang telah ditetapkan dan dibenarkan oleh struktur sosial dalam masyarakat. Contoh: Menurut Merton, Robin Hood itu adalah pelaku tindakan menyimpang. Sebab, tidak ada keterkaitan antara cara dan tujuan tindakannya. Tujuannya baik yaitu menolong orang miskin, tapi caranya salah, yaitu dengan merampok orang kaya.

Penyebab Umum Perilaku Menyimpang
Penyebab umum perilaku menyimpang berasal dari adanya sosialisasi yang tidak sempurna. Berikut adalah hal-hal yang menunjukkan itu:
a. Adanya ketidaksepadanan antara pesan yang disampaikan oleh agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain.
Contoh: Sebuah keluarga memberikan pesan untuk tidak merokok kepada setiap anaknya. Namun, si anak melihat di televise bahwa merokok adalah lambang kejantanan. ANak itu akan mengalami konflik dan, bukan tidak mungkin anak itu akan ikut merokok juga manakala melihat teman-teman sebayanya juga merokok.
b. Perilaku menyimpang bisa terjadi bila dalam proses sosialisasi, seseorang meniru perilaku yang salah dari para pemimpinnya atau sosok yang menjadi generalized other. Contoh: Bila pemimpin melakukan korupsi, maka anak buahnya akan ikut-ikutan melakukan korupsi.

Minggu, 14 Februari 2010

Sosialisasi sebagai Pembentukan Proses Kepribadian

SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
Pengertian kepribadian :
Kepribadian pada hakikatnya merupakan gambaran sikap dan perilaku manusia secara umum yang tercermin dari ucapan dan perbuatannya.
Menurut Horton:
Keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.
PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
1. Aliran Konvergensi, kepribadian merupakan hasil perpaduan antara pembawaan (faktor internal) dengan pengalaman (faktor eksternal).
2. Aliran nativisme, kepribadian ditentukan oleh faktor pembawaan.
3. Aliran empirisme (tabularasa), kepribadian ditentukan oleh pengalaman dan lingkungannya
MENURUT JUNG, KEPRIBADIAN MENURUT FUNGSINYA ADA 4:
1. Kepribadian rasional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh akal pikiran sehat.
2. Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira.
3. Kepribadian emosional, kepribadian yang dipengaruhi oleh perasaan.
4. Kepribadian sensitif, kepribadian yang dipengaruhi oleh panca indera sehinggacepat bereaksi.

Senin, 23 November 2009

KISI-KISI ULANXGAN UMUM SOSIOLOGI KELAS

I. BAB I : SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
a. Pengertian Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
b. Syarat-syarat Ilmu Pengetahuan
c. Objek Material dan Objek Formal Ilmu Sosiologi
d. Fakta Sosial, Tindakan Sosial, Khayalan Sosiologis
e. Teori-Teori Sosiologi beserta tokohnya= Teori Evolusi, Teori Struktural Fungsional, Teori Konflik, Teori Interaksionisme Simbolik, Teori Pertukaran Sosial
f. Kekuatan Sosial yang mempengaruhi munculnya Sosiologi: Revolusi Politik, Revolusi Industri, Kapitalisme, Sosialisme, Perubahan Keagamaan
g. Sejarah kemunculan ilmu Sosiologi di Indonesia
h. Definisi Sosiologi menurut Auguste Comte, dan Max Weber
i. Konsep Sosiologis: Keluarga, Masyarakat (Community dan Society), Struktur Sosial, Dinamika Sosial, Perubahan Sosial

II. BAB II : NILAI DAN NORMA SOSIAL
a. Definisi Nilai Sosial menurut Kimball Young, George Spindler, Wood, Koentjaraningrat, dan Soerjono Soekanto
b. Jenis-Jenis Nilai Sosial: - menurut Notonagoro; - menurut sumber nilainya
c. Sifat Nilai Moral, Nilai Etika, Nilai Agama, Nilai Hukum
d. Proses Sosialisasi
e. Norma Usage, Folkways, Mores, Customs, Law
f. Peranan Nilai dan Norma Sosial dalam masyarakat
g. Pelanggaran Norma beserta sanksi yang mengikutinya

III. BAB III: INTERAKSI SOSIAL
a. Interaksi sosial dan syarat interaksi sosial
b. Kontak Sosial Primer dan Kontak Sosial Sekunder
c. Pengertian Komunikasi
d. Komunikasi Verbal dan Komunikasi Non verbal
e. Interaksi Sosial Asosiatif: Akomodasi, Asimilasi, dan Akulturasi
f. Interaksi sosial Disosiatif
g. Faktor Pendorong Interaksi Sosial: Imitasi, Sugesti, Identifikasi,Empati


BENTUK SOAL ULANGAN UMUM:
PILIHAN GANDA = 70 BUTIR SOAL
HARI PELAKSANAAN ULANGAN UMUM = KAMIS, 10 DESEMBER 2009
ALOKASI WAKTU = 90 MENIT


SELAMAT MEMPERSIAPKAN ULANGAN UMUM!
TUHAN MEMBERKATI!

Selasa, 29 September 2009

BENTUK SOAL UNTUK ULANGAN BLOK SOSIOLOGI KELAS X:

50 SOAL PILIHAN GANDA

10 SOAL ISIAN SINGKAT (Ketentuan menjawab: Jawaban tidak boleh lebih dari 10 kata)


maturnuwun dan selamat menyiapkan!

freko

Sabtu, 26 September 2009

CATATAN TAMBAHAN MATERI NORMA SOSIAL

A. Pengertian Norma
• Norma adalah patokan perilaku dalam kelompok masyarakat tertentu, yang disebut juga peaturan sosial yang menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya.
• Norma adalah petunjuk hidup yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dan bermaksud untuk mengatur setiap perilaku manusia dalam masyarakat guna mencapai kedamaian.
B. CIRI-CIRI NORMA SOSIAL
1. Umumnya tidak tertulis ( lisan )
2. Hasil dari kesepakatan masyarakat
3. Warga masyarakat sebagai pendukung sangat menaatinya
4. Apabila norma dilanggar, ia harus menghadapinya
5. Norma sosial kadang-kadang bisa menyesuaikan perubahan sosial sehingga norma sosial bisa mengalami perubahan

C. Berdasarkan tingkat daya pengikatnya terhadap masyarakat, norma terbagi menjadi enam yaitu :
1. NORMA CARA ( USAGE )
adalah bentuk perbuatan tertentu yang dilakuka nindividu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus menerus dan daya ikatnya sangat lemah. Sanksinya ringan, hanya berupa celaan.
Contoh :
Cara makan berdecap (bersuara)
Sanksinya :
Ringan, hanya berupa celaan.

2. NORMA KEBIASAAN ( FOLKWAYS )
adalah suatu bentuk perbuatan yang berulang-ulang yang bentuknya sama dan dilakukan secara sadar serta mempunyai tujuan yang jelas.kebiasaan merupakan bukti bahwa orang menyukai perbuatan itu. Sanksi bagi pelanggar berupa teguran.
Contoh :
Makan dengan tangan kanan.
Sanksinya : (bila melanggar)
Berupa teguran.

3. NORMA TATA KELAKUAN ( MORES )
adalah merupakan aturan yang mendasarkan pada ajaran agama ( akhlak ), filsafat atau kebudayaan.
Contohnya :
Pernikahan dalam satu marga di daerah Sumatera Utara merupakan suatu pelanggaran.
Tata kelakuan juga bisa bersifat mengharuskan dan bisa juga bersifat melarang.
Contoh pelanggaran terhadap norma tata kelakuan adalah berzina, sanksinya berat. Ada yang harus berhadapan dengan massa, dan lain sebagainya

4. NORMA ADAT ISTIADAT ( CUSTOM )
adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya.
contoh:
upacara adat, tata cara pembagian waris
Sanksinya :
Akan mendapat sanksi yang berat misalnya dikucilkan dari masyarakat.


5. NORMA HUKUM ( LAWS )
adalah suatu rangkaian aturan yang ditujukan kepada anggota masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, kewajiban dan larangan agar dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan.
Norma hukum dibagi menjadi 2, yaitu
1. Norma hukum tertulis.
2. Norma hukum tidak tertulis.

6. NORMA MODE ( FASHION )
adalah cara dan gaya dalam melakukan dan membuat sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti oleh banyak orang. Ciri-ciri norma mode adalah orang yang mengikutinya bersifat massa. Tindakan yang selalu mengikuti mode disebut modis.
contoh :
meniru potongan rambut, model pakaian

Catatan Tambahan Materi Nilai Sosial


a. Pengertian Nilai Sosial menurut Para Ahli
1. Young
Nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
2. GREEN
Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap obyek, ide dan orang-perorangan.
3. GEORGE SPINDLER
Nilai sosial adalah pola-pola sikap dan tindakan yang menjadi acuan bagi individu dan masyarakat.
4. WOOD
Nilai sosial adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasaan dalam kehidupan sehari-hari
5. KOENTJARANINGRAT
Nilai sosial adalah konsepsi yang hidup di dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang harus mereka anggap penting dalam hidup.
6. SOERJONO SOEKANTO
Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.

b. SUMBER-SUMBER NILAI
1. Sumber instrinsik (subjektif)
adl sumber nilai yang terletak di dalam orang atau benda yang bernilai.

2. Sumber ekstrinsik (objektif)
adl sumber nilai yang terletak di luar orang atau benda yang bernilai.

c. Menurut sumbernya, nilai dibagi menjadi tiga, antara lain :
1. NILAI THEONOM
adalah nilai sosial yang bersumber dari Tuhan yaitu melalui ajaran yang disampaikan oleh Tuhan melalui agama. Agama berisi nilai-nilai sosial yang memberikan pedoman bagaimana cara bersikap dan bertindak bagi manusia.
Contoh: Berpuasa bagi orang muslim pada bulan ramadhan; kewajiban untuk memberikan persepuluhan bagi setiap orang protestan.
2. NILAI HETERONOM
adalah nilai sosial yang dirumuskan dari kesepakatan banyak anggota masyarakat. Berisi nilai yang harus dipedomani oleh seluruh warga masyarakat.
3. NILAI OTONOM
adalah nilai sosial yang bersumber dari setiap individu. Contohnya adl J.J Rousseau dari Prancis yang merumuskan konsep Trias Politika, Dr. Sun Yat Sen dari China yang merumuskan konsep San Min Chu I ( nasionalisme, demokrasi dan sosialisme )

d. JENIS-JENIS NILAI
Menurut Prof. Notonagoro
NILAI MATERIAL
adalah segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
Ex : pangan, papan, sandang, dll
NILAI VITAL
adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan atau aktivitas.
Ex : api, air, dll
NILAI KEROHANIAN
adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
a. Nilai kebenaran ( RATIO )
bersumber pada unsur akal manusia
b. Nilai keindahan (ESTETIKA)
bersumber pada perasaan manusia
c. Nilai moral ( ETIKA )
bersumber pada kehendak atau kemauan
d. Nilai Ketuhanan (RELIGIUS)
nilai yg tertinggi, sifatnya mutlak dan abadi.

e. CIRI-CIRI NILAI SOSIAL
1. Nilai tercipta melalui interaksi anggota masy.
2. Nilai bukan bawaan sejak lahir, melainkan penularan dari orang lain.
3. Nilai terbentuk dari proses sosialisasi (proses belajar)
4. Nilai sosial dapat memberikan kepuasan sosial dan pemenuhan kebutuhan sosial manusia.
5. Nilai menjadi dasar bagi tindakan dan tingkah laku, baik secara pribadi atau grup dan masyarakat secara keseluruhan, untuk berkembang.
6. Nilai memiliki pengaruh yang berbeda antar anggota masyarakat.
7. Nilai sosial adalah nilai yang bervariasi, tergantung kebudayaan masyarakat itu sendiri.
8. Nilai-nilai dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat secara positif maupun secara negatif.
9. Nilai-nilai juga dapat membentuk pola dan sistem nilai dalam masyarakat.
KISI-KISI UJIAN TENGAH SEMESTER SOSIOLOGI KELAS X

Bab I : SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
a. Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
b. Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan
c. Sketsa Histori Sosiologi
d. Batasan pengertian Sosiologi menurut tiga tokoh besar Sosiologi
e. Teori-Teori Sosiologi
f. Konsep tentang realitas sosial
g. Fakta sosial, tindakan sosial, dan realitas sosial
Catatan: Materi tentang metode sosiologi tidak diujikan. Bahan ujian yang diambil dari bab I dalam buku cetak sosiologi adalah halaman 1-22.

Bab II : NILAI DAN NORMA SOSIAL
a. Pengertian Nilai Sosial menurut Young, Green, Spindler, Wood, Koentjaraningrat, Soerjono Soekanto.
b. Ciri-Ciri Nilai Sosial
c. Jenis-jenis Nilai Sosial berdasarkan bentuknya dan sumbernya.
d. Macam-macam Nilai sosial: Etika, Agama, Moral, Hukum
e. Pengertian Norma Sosial
f. Ciri-ciri Norma Sosial
g. 6 macam norma berdasarkan tingkat daya pengikatnya
h. Sanksi-sanksi pelanggaran norma dan nilai dalam masyarakat

Perhatian:
a. Sumber acuan untuk belajar adalah:
1. Buku Cetak Sosiologi kelas X
2. Catatan-catatan tambahan dalam blog saya: www.pintuajaibku.blogspot.com

Selasa, 11 Agustus 2009

Teori-Teori Dasar Sosiologi

TEORI-TEORI DASAR SOSIOLOGI

Jika kita merunut alur pemikiran ilmu Sosiologi, terlihat jelas sekali bahwa ada begitu banyak pemikiran para sosiolog yang mempengaruhi perkembangan sosiologi. Namun, dari banyaknya teori-teori itu, perlu rasanya bagi kita untuk mengenal terlebih dahulu 5 teori dasar Sosiologi yang menjadi tiang pancang bangunan ilmu sosiologi itu sendiri.

A. Teori Evolusi
- Premis-Premis (Pernyataan) Teori Evolusi:
1. Sebuah Masyarakat akan senantiasa mengalami perubahan.
2. Perubahan itu akan senantiasa bergerak maju dan tidak akan bergerak mundur.
3. Perubahan yang akan dilalui oleh setiap masyarakat, berjalan dalam tiga tahap:
- Tahap Teologis
Tahap Teologis adalah tahapan di mana masyarakat mencoba mencari penjelasan akan realitas alam dengan berdasarkan pada kekuatan adikodrati. Tahapan teologis memiliki tiga sub-tahapan, yaitu tahap animisme, politheisme, dan monotheisme.
Pada tahapan animisme, masyarakat memandang bahwa setiap benda itu berjiwa.
Pada tahapan politheisme, masyarakat percaya akan kekuatan banyak dewa.
Pada tahapan monotheisme, masyarakat percaya akan kekuatan satu Tuhan.
- Tahap Metafisis
Tahap Metafisis adalah tahapan di mana masyarakat mencoba mencari penjelasan akan realitas alam dengan berdasarkan ide-ide abstrak.
Pada tahapan metafisis ini, masyarakat selangkah lebih maju dibanding dengan mereka yang berada pada tahapan teologis. Pada tahapan ini, orang sudah mulai menggunakan jalan pemikiran yang logis untuk menemukan penyebab dari realitas alam yang ada.
Orang-orang pada tahapan ini, belum mampu membahasakan penyebab itu dengan bahasa yang jelas.
- Tahap Positivisme
Tahap positivism adalah tahapan di mana masyarakat mencoba mencari penjelasan akan realitas alam dengan berdasarkan pada ilmu-ilmu positif. Ini adalah tahapan yang paling modern karena sudah berdasarkan pada alur pemikiran yang logis rasional dan pemikiran itu mampu dibahasakan dengan bahasa-bahasa yang jelas.
4. Perubahan itu akan senantiasa berjalan secara beruntun dan bertahap.

B. Teori Strukturalis Fungsional
- Premis-premis Teori Struktural Fungsional:
1. Setiap masyarakat tersusun atas sistem-sistem kecil.
2. Sistem-sistem yang memiliki daya guna bagi masyarakat, akan bertahan dengan sendirinya di dalam masyarakat itu. Sementara, sistem-sistem yang tidak memiliki daya guna, akan hilang dengan dirinya sendiri.
3. Hilangnya sistem-sistem yang tidak berguna itu juga didukung oleh adanya kekuatan eksternal yang mempengaruhinya.

C. Teori Konflik
- Premis-premis:
1. Setiap orang memiliki kepentingannya sendiri-sendiri.
2. Masing-masing orang akan berusaha mewujudnyatakan kepentingannya itu.
3. Cara yang digunakan untuk mewujudkan kepentingan itu adalah dengan menggunakan Power (kekuatan). Orang akan sebisa mungkin menguasai orang lain terlebih dahulu agar ia dapat mewujudnyatakan kepentingan pribadinya itu. Hanya dengan menguasai orang lain itulah, ia dapat mencapai kepentingan pribadinya itu. Di sinilah, saling terjadi konflik untuk menguasai.

Catatan: Teori Konflik muncul sebagai kritik atas Teori Struktural Fungsional. Apa yang dikritik teori konflik? Yang dikritik teori konflik adalah pemahaman teori structural fungsional terhadap konsensus. Teori structural fungsional menganggap bahwa consensus (nilai-nilai bersama) adalah sesuatu yang mengikat sebuah masyarakat. Tapi, teori konflik mengkritik bahwa yang mengikat sebuah masyarakat bukanlah consensus itu. Yang mengikat sebuah masyarakat adalah penguasa (si pemilik kekuasaan). Konsensus hanyalah alat buatan si penguasa itu sendiri.

D. Teori Interaksionisme Simbolik
- Premis-Premis:
1. Dalam setiap masyarakat, pasti terdapat individu-individu yang saling berinteraksi satu sama lain.
2. Interaksi itu dilakukan dengan menggunakan symbol-simbol. Simbol-simbol itu berupa bahasa, budaya, tradisi, tanda-tanda, dan sebagainya.
3. Makna-makna symbol yang digunakan dalam proses interaksi itu adalah makna yang sudah disepakati bersama dalam masyarakat itu.

E. Teori Pertukaran Sosial
- Premis-Premis:
1. Setiap individu dalam masyarakat pasti akan melakukan tindakan sosial.
2. Tindakan sosial yang dilakukan pasti memiliki motif. Setiap orang akan selalu memiliki alasan terpendam dalam melakukan tindakan tersembunyi itu.

Senin, 10 Agustus 2009

Sketsa Historis Sosiologi

Catatan Tambahan Pelajaran Sosiologi
SKETSA HISTORIS SOSIOLOGI
(Merunut Jejak-Jejak Kelahiran Sosiologi)


A. Perspektif (Cara Pandang) Umum
Sebelum melihat sketsa historis kemunculan Sosiologi, cara pandang umum yang harus menjadi titik tolak kita adalah bahwa sebuah teori ilmu pengetahuan senantiasa lahir untuk menanggapi realitas sosial yang tengah terjadi saat itu. Setting sosial menjadi latar belakang munculnya setiap teori ilmu pengetahuan. Realitas masyarakat yang sedang terjadi menjadi titik tolak yang membuat para ahli menelurkan ide-ide brilliant tentang dunia ini. Biasanya, sebuah teori baru yang muncul adalah suatu tanggapan atas realitas negative yang dimunculkan dari adanya penyimpangan-penyimpangan yang ada dalam dunia ini. Dengan kata lain, teori-teori ilmu pengetahuan lahir dengan menawarkan solusi (jalan keluar) bagi realitas-realitas negative tersebut.

B. Kekuatan-Kekuatan Sosial yang Berpengaruh
Sebagai salah satu ilmu positif, Sosiologi juga lahir sebagai tanggapan atas situasi negative yang ada pada masyarakat saat itu. Situasi masyarakat yang terjadi saat itu, muncul karena adanya kekuatan-kekuatan sosial yang tumbuh pada masyarakat. Berikut adalah kekuatan-kekuatan sosial itu:
1. Revolusi Politik
Revolusi Politik terjadi di Perancis pada tahun 1789. Revolusi Perancis merupakan gerakan rakyat yang lahir untuk melawan Absolutisme Raja Louis XIV. Kala itu, sistem pemerintahan Teokrasi yang menempatkan seorang Raja sebagai (wakil) Tuhan di dunia, cukup menjadi lahan subur bagi tumbuhnya absolutism di Perancis. Raja memiliki kekuasaan yang tak terbantahkan oleh siapapun. Kala itu, setiap orang yang melawan titah Raja akan dianggap sebagai pemberontak Tuhan dan dijebloskan ke dalam Penjara Bastille. Karenanya, Penjara Bastille dianggap sebagai symbol Absolutisme Louis XIV.
Karena rakyat tidak tahan lagi pada situasi ketidakadilan yang dimunculkan raja, maka mereka melakukan revolusi dengan menyerang Penjara Bastille pada tahun 1789. Dengan semboyan Liberte, Egalite, dan Fraternite, kekuasaan Raja Louis XIV berhasil dijatuhkan. Pecahnya revolusi Perancis berperan besar bagi perkembangan teori sosiologi. Dampak revolusi ini terhadap masyarakat sangatlah dahsyat dan banyak perubahan positif yang dihasilkan. Tetapi, yang menjadi sasaran perhatian kebanyakan ahli bukanlah dampak positif itu, tapi dampak negative yang muncul. Revolusi Perancis telah memunculkan Chaos dan tindakan anarkis rakyat. Situasi masyarakat menjadi tidak stabil dan keamanan tidak lagi menjadi sesuatu hal yang dapat dijamin.
Atas dasar kemunculan dampak negative itulah, teori sosiologi muncul untuk menanggapinya dan mencari solusi atas masalah sosial tersebut.
2. Revolusi Industri
Revolusi Industri terjadi di Inggris. Revolusi Industri bukanlah kejadian tunggal, tetapi merupakan puncak dari perubahan sistem kehidupan dunia Barat yang tadinya dari corak sistem pertanian, menjadi sistem industry. Kala itu, banyak orang yang meninggalkan usaha pertanian dan beralih ke pekerjaan industry yang ditawarkan oleh pabrik-pabrik yang sedang berkembang. Para pemilik modal mulai enggan menggunakan tenaga manusia. Mereka lebih suka menggunakan mesin-mesin industry yang dirasa lebih efektif. Banyak pekerja yang harus kehilangan pekerjaan sehingga angka pengangguran semakin meningkat. Sistem ekonomi yang dipakai saat itu adalah sistem ekonomi Kapitalis. Di dalam sistem ini, pemilik modal (kapital) adalah pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan yang besar. Sementara, sebagian besar orang yang merupakan para pekerja, harus menerima upah rendah yang tidak setimpal dengan jumlah jam kerja mereka.
Dampak yang muncul dan dirasakan dari adanya sistem ekonomi Kapitalis adalah: 1) Perkembangan ekonomi antara di kota dan di desa menjadi tidak merata. Sebab, banyak tenaga-tenaga produktif desa yang lebih senang memilih untuk pergi bekerja di kota yang merupakan pusat industry. Akibatnya, lahan di desa tidak terolah dan tidak menghasilkan hasil produksi yang mencukupi. 2) Terjadi kesenjangan antara desa dan kota. Desa menjadi semakin miskin, sementara kota menjadi semakin kaya karena industry hanya dipusatkan di kota besar.
Situasi semacam itu melahirkan reaksi penentangan dari rakyat kecil, terutama kaum buruh. Reaksi itu mengkristal dalam ledakan gerakan buruh dan berbagai gerakan radikal yang pastinya menimbulkan pergolakan sosial dahsyat dalam masyarakat. Sosiologi lahir untuk menanggapi pergolakan negative yang terjadi di dalam masyarakat tersebut. Sosiologi yang muncul lebih bersifat terapan.
3. Sosialisme
Sosialisme merupakan Gerakan yang muncul sebagai bentuk protes rakyat kecil atas sistem kapitalisme / sistem industri yang memiskinkan mereka. Sosialisme menjadi faham yang ingin menghancurkan sistem kapitalis ini. Bagi faham sosialisme, prinsip utama yang dipegang adalah bahwa tidak ada kepemilikan pribadi. Semua sumber daya dimiliki oleh seluruh rakyat secara bersama-sama.
Ternyata gerakan sosialisme ini menjadi sebuah revolusi sosial yang tidak memberikan jalan keluar bagi permasalahan yang dimunculkan oleh sistem ekonomi kapitalis. Sosialisme cenderung memunculkan ketidakadilan sosial di dalam masyarakat dan mensituasikan masyarakat menjadi malas. Karenanya, sosiologi lahir dan berkembang lebih sebagai reaksi untuk menentang sosialisme ini.
4. Feminisme
Situasi yang mendominasi separuh waktu dunia ini adalah bahwa wanita selalu ditempatkan sebagai makhluk nomor dua di bawah kaum laki-laki. Ide agama yang menunjukkan bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk laki-laki, menjadi dasar yang menguatkan pandangan bahwa laki-laki adalah kaum yang berada di atas kaum wanita. Pandangan itu yang juga mewarnai situasi kehidupan sosial kala itu. Para tenaga kerja wanita dihargai lebih murah dibanding tenaga kerja pria. Para wanita juga tidak memiliki hak politik dan hak bersuara dalam kehidupan bernegara.
Melihat bahwa kaumnya ditindas oleh sistem masyarakat, maka muncullah perempuan-perempuan yang mulai berani menyuarakan kesamaan hak antara perempuan dengan laki-laki. Gerakan itu dinamai Feminisme. Dari sisi maksud dan tujuan, gerakan ini baik. Namun, dalam prakteknya, ternyata para aktivis gerakan itu cenderung menjadi ekstrem. Mereka ingin menjadikan kaum laki-laki di bawah perempuan. Bukannya membuat keduanya menjadi sama.
Kenyataan negative itulah yang membuat sosiologi muncul. Sosiologi muncul untuk mengkritisi kecenderungan negative para aktifis feminis yang ekstrem tersebut.


5. Urbanisasi
Urbanisasi adalah gerakan perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Arus urbanisasi menjadi meningkat drastis pada situasi setelah revolusi industry. Banyak orang berbondong-bondong ke kota untuk mencari pekerjaan dan meninggalkan desanya dengan segala sumber daya yang dimilikinya. Pada titik ini, urbanisasi telah membuat desa kehilangan tenaga potensialnya untuk mengolah sumber dayanya sehingga itu membuat desa kehilangan penghasilannya. Selain itu, urbanisasi juga telah memunculkan serangkaian masalah sosial yang negative, seperti kepadatan penduduk di kota, angka pengangguran yang tinggi di kota, tingginya angka kriminalitas di daerah perkotaan, serta kemacetan yang tak terkendali.
Masalah-masalah sosial itulah yang pada akhirnya menjadi bahan kajian yang membuat sosiologi muncul di tengah masyarakat ini.
6. Perubahan Keagamaan
Perubahan keagamaan bukanlah sebuah masalah sosial. Perubahan keagamaan hanyalah suatu wacana yang ikut menentukan perkembangan pesat ilmu sosiologi. Perubahan sosial yang diakibatkan oleh revolusi politik, revolusi industry, dan urbanisasi, telah berpengaruh besar terhadap religiositas masyarakat. Pada waktu itu pun, ide-ide keagamaan juga masih menjadi paham yang banyak dipercaya dan diikuti oleh banyak orang.
Kecenderungan umum itu yang dimanfaatkan oleh para sosiolog-sosiolog awal. Mereka memasukkan ide-ide agama agar teori itu mudah diterima oleh masyarakat saat itu. Sebab, masyarakat saat itu, lebih mudah menerima kebenaran yang terbungkus dalam pemikiran agama.