<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747</id><updated>2012-02-16T03:12:01.961-08:00</updated><category term='Catatan Sosiologi kelas X'/><category term='Sayur Asam Kehidupan'/><category term='Cerita-Cerita Lucu nan Krispy'/><category term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>Burung Gereja</title><subtitle type='html'>Melayang sehelai bulu rapuhnya; Menunduk paruhnya seakan meratap; Sanggupkah diriku berkicau menyambut pagi?
Melonjak tergesa ke dahan cemara; teringat anaknya yang belajar terbang; melanjutkan tugasnya mewarnai bumi.
Berhembuslah anginku, bawa kisahku. Bergoyanglah daunku, iringi kebebasanku.
Menutup matanya dan terbang merendah; menghindari segumpal awan menghitam; akankah kusanggup cerahkan langit?
                                            --Nugie--</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-5637082098222262577</id><published>2010-05-24T23:44:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T23:46:00.600-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'></title><content type='html'>KISI-KISI  ULANGAN  UMUM  SOSIOLOGI  KELAS  X  SEMESTER  II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Soal: &lt;br /&gt;50  soal Pilihan Ganda  +  5 soal Essay (Wajib dijawab semua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi Ulangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bab  SOSIALISASI  DAN  KEPRIBADIAN&lt;br /&gt;Banyaknya soal: 10 soal Pilihan Ganda&lt;br /&gt;Referensi: Buku Cetak Sosiologi Penerbit Quadra&lt;br /&gt;       Catatan Freko&lt;br /&gt;Materi:&lt;br /&gt;a. Definisi dan ciri khas proses sosialisasi &lt;br /&gt;b. Tahap-Tahap Sosialisasi dalam Teori Pengambilan Peran ( George Herbert Mead )&lt;br /&gt;c. Teori Cermin Diri&lt;br /&gt;d. Bentuk-Bentuk Sosialisasi (Sosialisasi Partisipatoris, Represif, Sosialisasi Primer, Sekunder)&lt;br /&gt;e. Kepribadian dan hubungannya dengan proses Sosialisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bab PERILAKU  MENYIMPANG&lt;br /&gt;Banyaknya soal: 22 soal Pilihan Ganda&lt;br /&gt;      3 soal essay&lt;br /&gt;Referensi:  Buku Cetak Sosiologi Penerbit Quadra&lt;br /&gt;       Catatan Tambahan dari Freko&lt;br /&gt;       Artikel tentang KDRT di Blog saya&lt;br /&gt;Materi:&lt;br /&gt;a. Pengertian Konformitas, Perilaku Menyimpang, dan Sikap Anti Sosial&lt;br /&gt;b. Pengertian dan Bentuk Penyimpangan Primer, Penyimpangan Sekunder, Penyimpangan Positif, Penyimpangan Negatif, Delinkuensi, Kejahatan.&lt;br /&gt;c. Teori Perilaku Menyimpang: Teori Anomi, Teori Alinasi, Teori Reaksi Masyarakat, Teori Kebudayaan Tandingan.&lt;br /&gt;d. Faktor Penyebab terjadinya Perilaku Menyimpang&lt;br /&gt;e. Sumber Penyimpangan menurut Edward Sutherland, Edwin Lemert, Robert K. Merton&lt;br /&gt;f. Cara Menanggulangi Perilaku Menyimpang  &lt;br /&gt;g. Kekerasan Dalam Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bab  PENGENDALIAN  SOSIAL&lt;br /&gt;Banyaknya soal: 18 soal pilihan ganda&lt;br /&gt;      2 soal essay&lt;br /&gt;Referensi: Fotokopian yang sudah dibagikan&lt;br /&gt;Materi:&lt;br /&gt;a. Pengertian Pengendalian Sosial.&lt;br /&gt;b. Sifat Pengendalian Preventif dan Represif&lt;br /&gt;c. Cara Pengendalian Sosial&lt;br /&gt;d. Lembaga Pengendalian Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT   MEMPERSIAPKAN  DIRI!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-5637082098222262577?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/5637082098222262577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/05/kisi-kisi-ulangan-umum-sosiologi-kelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/5637082098222262577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/5637082098222262577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/05/kisi-kisi-ulangan-umum-sosiologi-kelas.html' title=''/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-2276313574827804576</id><published>2010-05-17T07:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T07:08:13.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'></title><content type='html'>Pemberitahuan  Untuk  Semua Kelas X:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bentuk soal ulangan umum adalah 50 soal pilihan ganda dan 5 essay. Semua soal essay wajib dijawab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Materi yang diulangankan: Bab Sosialisasi, Penyimpangan sosial, dan Pengendalian sosial. (Kisi-Kisinya akan menyusul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk tema penyimpangan sosial, saya pernah mengatakan bahwa akan ada 6 paper terbaik dengan tema yang berbeda yang akan dipilih dan dijadikan sebagai referensi utk ulangan umum. TAPI, DENGAN BERBAGAI PERTIMBANGAN, AKHIRNYA SAYA HANYA MENETAPKAN BAHWA HANYA TEMA KEKERASAN  DALAM  RUMAH  TANGGA SAJA YANG DIJADIKAN SEBAGAI REFERENSI TAMBAHAN. Untuk hal itu, saya sudah menuliskan beberapa catatan tentang tema KDRT di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk tema pengendalian sosial, saya akan memfotokopi bahan. Dan, bahan itu akan saya berikan ke setiap kelas untuk diperbanyak oleh masing-masing orang. Fotokopian yang saya berikan itulah yang menjadi bahan ulangan umum untuk tema Pengendalian Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dulu pemberitahuan dari saya. Jika ada hal baru, akan saya umumkan lagi lewat blog ini. Terimakasih!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-2276313574827804576?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/2276313574827804576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/05/pemberitahuan-untuk-semua-kelas-x-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/2276313574827804576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/2276313574827804576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/05/pemberitahuan-untuk-semua-kelas-x-1.html' title=''/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-1478896812851750541</id><published>2010-05-17T07:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T07:01:23.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'></title><content type='html'>Kekerasan  Dalam  Rumah  Tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. DEFINISI  &lt;br /&gt;Kekerasan adalah segala hal yang bersifat keras atau perbuatan yang menyebabkan orang lain mengalami cedera fisik, kerusakan organ tubuh, dan kematian.&lt;br /&gt;Para ahli kriminologi menyebut kekerasan sebagai salah satu bentuk kejahatan karena itu jelas-jelas bertentangan dengan hukum.&lt;br /&gt;KDRT sendiri diartikan sebagai setiap perbuatan terhadap seseorang, terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan dalam lingkup rumah tangga.&lt;br /&gt;Siapa saja yang tergolong ke dalam lingkup Rumah Tangga?&lt;br /&gt;1. Anggota keluarga seperti suami, istri, dan anak kandung/anak tiri/anak angkat.&lt;br /&gt;2. Sanak saudara yang tinggal serumah, seperti mertua, menantu, ipar&lt;br /&gt;3. Orang yang bekerja di dalam keluarga itu, seperti pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun.&lt;br /&gt;B. Bentuk-Bentuk Kekerasan dalam KDRT&lt;br /&gt;1. Kekerasan Fisik&lt;br /&gt;Kekerasan fisik adalah segala tindakan yang mengakibatkan luka, rasa sakit, cacat pada tubuh. Seperti halnya, menendang, memukul, menyiram dengan air panas.&lt;br /&gt;2. Kekerasan Psikis&lt;br /&gt;Kekerasan psikis adalah suatu tindakan penyiksaan secara verbal yang mengakibatkan menurunnya rasa percaya diri, meningkatnya rasa takut, hingga hilangnya kemampuan untuk bertindak (tidak berdaya). Contohnya adalah menghina, berkata kasar dan berkata kotor.&lt;br /&gt;3. Kekerasan Seksual&lt;br /&gt;Kekerasan seksual adalah suatu perbuatan yang mewujud dalam tindakan pemaksaan terhadap istri untuk melakukan hubungan seksual dengan cara-cara yang tidak wajar.&lt;br /&gt;4. Kekerasan Ekonomi&lt;br /&gt;Kekerasan ekonomi adalah suatu tindakan yang membatasi istri untuk bekerja di dalam atau di luar rumah untuk menghasilkan uang dan barang, termasuk membiarkan istri yang bekerja untuk dieksploitasi, sementara si suami tidak bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya.&lt;br /&gt;Bentuk kekerasan ekonomi ini bisa bermacam-macam. Misalnya, menjual istri, mengambil harta istri, tidak memberi uang belanja smaa sekali, dan tidak mengizinkan istri meningkatkan karirnya.&lt;br /&gt;C. Faktor penyebab terjadinya kekerasan suami terhadap istri.&lt;br /&gt;1. Adanya keyakinan dalam masyarakat bahwa anak laki-laki harus kuat, berani.&lt;br /&gt;2. Tidak adanya kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki.&lt;br /&gt;3. Banyak orang menganggap bahwa KDRT adalah masalah pribadi, dan bukan masalah sosial.&lt;br /&gt;4. Adanya pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama mengenai aturan mendidik istri, kepatuhan istri pada suami, penghormatan posisi suami.&lt;br /&gt;5. Budaya yang mensituasikan bahwa istri harus bergantung pada suami.&lt;br /&gt;6. Kepribadian dan kondisi psikologis suami yang tidak stabil.&lt;br /&gt;7. Si pelaku pernah mengalami kekerasan pada masa kanak-kanak.&lt;br /&gt;8. Budaya bahwa laki-laki dianggap lebih superior dibanding perempuan.&lt;br /&gt;D. Solusi untuk mengatasi masalah KDRT&lt;br /&gt;1. Membangun kesadaran bahwa persoalan KDRT adalah persoalan sosial, dan bukan persoalan individu sehingga memiliki sanksi hukumnya sendiri.&lt;br /&gt;2. Mengadakan sosialisasi pada masyarakat bahwa KDRT adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.&lt;br /&gt;3. Mengkampanyekan penentangan terhadap penayangan kekerasan di media yang dapat memunculkan kesan bahwa Kekerasan adalah hal biasa yang menghibur.&lt;br /&gt;4. Media Massa harus gencar mengkampanyekan gerakan anti KDRT.&lt;br /&gt;5. Mendampingi korban dalam menyelesaikan masalah dan mengobati rasa traumanya.&lt;br /&gt;E. Mengapa angka KDRT di dalam Masyarakat Timur lebih tinggi dibanding di dalam Masyarakat Barat?&lt;br /&gt;1. Budaya Timur cenderung Patriarkal. Budaya Timur lebih mengutamakan dan mengedepankan posisi laki-laki daripada perempuan.&lt;br /&gt;2. Orang-orang Timur tidak siap menghadapi perubahan dan persaingan secara sehat.&lt;br /&gt;3. Orang-orang Timur tidak suka berkonflik. Akibatnya, kerap kali, emosi-emosi yang sengaja dipendam, bisa menjadi bom waktu yang siap meledak setiap saat dan menghancurkan apa yang ada di sekitarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-1478896812851750541?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/1478896812851750541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/05/kekerasan-dalam-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/1478896812851750541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/1478896812851750541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/05/kekerasan-dalam-rumah-tangga.html' title=''/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-4281161509851861957</id><published>2010-03-17T21:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T21:51:33.974-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'></title><content type='html'>TUGAS  PENGGANTI  ULANGAN  REMEDIAL  BLOK  SOSIOLOGI  KELAS  X&lt;br /&gt;Perintah: Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada pada KASUS 1   dan  KASUS  2!&lt;br /&gt;A. KASUS  1&lt;br /&gt;KORBAN  SMACK  DOWN  BERTAMBAH:&lt;br /&gt;PINGSAN  DAN  MUNTAH  DARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Acara Smack Down yang ditayangkan salah satu stasiun televise swasta setiap malam, kembali memakan korban. Seorang siswa sekolah dasar di Surabaya, Ahmad, pingsan setelah di-smack down teman sebayanya. Ahmad bahkan sempat dilarikan ke Unit Kesehatan Sekolah karena menderita sakit di bagian kepala dan selangkangannya. &lt;br /&gt; Kejadian yang menimpa Ahmad berawal saat ia hendak memasuki kelas sekitar pukul 11.30. Saat itu, terjadi pertengkaran di antara beberapa temannya. “Sebetulnya saya mau melerai teman yang mau berkelahi. Tapi, teman saya malah mengatakan agar saya tidak ikut campur dan langsung mengajak bermain smack down. Saat itu, saya langsung ditendang dan dipukul pada bagian kepala. Setelah itu, saya tidak ingat apa-apa lagi.”, kata Ahmat, saat ditemui di sela pelajaran sekolah, Senin sore.&lt;br /&gt; Karena pingsan, Ahmad pun langsung digotong menuju ruang UKS oleh sejumlah guru. Sementara teman yang sempat menghajar Ahmad ala Smack Down tersebut langsung pulang. Di ruang UKS, Ahmad mengaku menderita sakit di bagian leher, kepala, dan selangkangannya. MEski begitu, ia masih bisa mengikuti pelajaran sekolah sampai selesai. “Sekarang sih sudah tidak sakit lagi. Kalau tadi sempat merasa sakit di bagian kepala, tangan, terus selangkangan. Meski berbeda kelas, saya kenal sama orang yang men-smack down saya. Saya pun sempat diancam. Katanya, kalau saya tidak ikutan smack down nanti dibilangin. “ kata Ahmad tanpa memberitahu maksu ancaman yang disampaikan itu.&lt;br /&gt; Ahmad sendiri mengaku tidak pernah menonton tayangan berbau kekerasan tersebut karena ngeri. Sehari-hari, Ahmad sudah harus masuk kamar sekitar pukul 19.00, dan belajar. Ia mengaku tidak tertarik ikut bermain gulat ala smack down dengan teman-temannya karena takut mati. &lt;br /&gt; Sebelumnya, masih di sekolah yang sama, Angga menderita luka sobek di jidat bagian kanan karena bermain gulat ala smack down dengan Yoga, teman sekelasnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, saat kedua siswa ini tengah menghabiskan waktu istirahat. “Main smack down-nya di kelas waktu istirahat sekitar pukul 10.00. Yang ikutan banyak. Kan ada yang sendiri-sendiri, ada juga yang banyakan. Pada saat itu, Angga kena lantai sehingga kepalanya berdarah. Saya juga ikut jatuh ke lantai tapi tidak terluka.”, kata Yoga diiyakan Angga yang saat itu tampak masih berhiaskan perban di jidat bagian kanan.&lt;br /&gt; Korban gulat ala smack down rupanya tidak hanya berasal dari siswa sekolah dasar. Fayza (4,5 tahun) juga sempat muntah darah karena di-smack down tetangganya pada awal November lalu. Akibat luka yang dideritanya, siswa TK itu pun dirawat di rumah sakit selama 3 hari karena menderita luka pada bgian lambung. “Kejadiannya berlangsung siang hari sepulang Fayza sekolah. Saat itu, Fayza kemudian bermain di rumah tetangganya. Beberapa saat kemudian, saya melihat Fayza terlentang dengan nafas tersengal-sengal. Di rumah, Fayza langsung muntah darah.”, kata Eti, ibunda Fayza saat ditemui di rumahnya.&lt;br /&gt; Eti baru mengetahui kalau anak ketiganya itu telah menjadi korban smack down setelah pelaku yang terbilang akrab dengan Fayza meminta maaf. Ditambah lagi, lanjut Eti, di rumah tetangganya tersebut, juga ternyata tengah ditayangkan VCD Smack Down. Fayza pun, lanjut Eti, mengaku kalau ia ditendang dan diinjak oleh temannya yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas Cyber Media, Selasa 28 November 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang harus dijawab:&lt;br /&gt;1. Setujukah Anda dengan pernyataan bahwa acara Smack Down yang ditayangkan televisi ataupun dalam bentuk games, dapat mempengaruhi perilaku seorang anak? Berikan alasan anda!&lt;br /&gt;2. Dapatkah nilai-nilai yang ditawarkan sebuah program televisi, mengubah atau merusak nilai-nilai sosial yang telah ditanamkan orang tua atau masyarakat kepada seorang individu? Jelaskan alasanmu dengan memberikan contoh!&lt;br /&gt;3. Apa solusi yang Anda tawarkan untuk memecahkan masalah pengaruh negative televisi maupun tayangan lainnya terhadap seseorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kasus II&lt;br /&gt;Meresahkan, Maraknya Narkoba di Kalangan Pelajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika dan obata-obatan berbahaya yang menimpa siswa sekolah dasar, SLTP, dan SMU di DKI Jakarta, membuat para orang tua murid menjadi resah. Dalam kaitan itu, mereka berharap agar ada komunikasi yang lebih baik antara guru dan murid, khususnya soal perilaku anak. Para orang tua juga meminta aparat kepolisisan menangkap para Bandar dan pengedar sehingga narkoba tidak merusak masyarakat.&lt;br /&gt;Sejumlah orangtua murid yang ditemui di sejumlah sekolah dasar di Jakarta, mengaku resah karena berita mengenai penyalahgunaan narkoba tidak pernah berhenti. “Kenyataan itu tentu meresahkan karena siapa tahu itu akan menimpa anak-anak kami juga,” kata Sulistyowati. &lt;br /&gt;Kekhawatiran orangtua murid itu wajar jika melihat data jumlah pemakai narkoba yang terus meningkat terutama di Jakarta. Menurut Ketua Therapeutic Communities Indonesia (TCI), dari empat juta korban narkoba di Indonesia, setengahnya ada di Jakarta. Pernyataan itu diperkuat oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Ia mengatakan bahwa penyalahgunaan narkoba oleh pelajar memang sangat tinggi sejak tahun 2001.&lt;br /&gt;Data mulai Januari hingga April 2003 menunjukkan, jumlah kasus yang ditangani Polda Metro Jaya mencapai 143 kasus, Polres Jakarta Pusat 105 kasus, Jakarta Utara 90 kasus, dan Jakarta Barat 55 kasus. DI Jakarta Selatan, tercatat 122 kasus, Jakarta Timur 32 kasus, Bekasi 84 kasus, Depok 5 kasus, Pelabuhan Tanjung Priok 30 kasus. Menurut kepolisian, 60-70 % tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap jajaran Polda Metro Jaya berusia antara 16-21 tahun. Dari persentase itu, setengahnya adalah pelajar yang masih aktif bersekolah. “Sebagian besar adalah pemaki atau pencandu yang tertangkap saat memakai atau membawa narkoba, bukan pengedar atau Bandar.”, paparnya. Menurut data yang diperoleh Kompas, sejumlah pengguna narkoba adalah murid-murid SD. Dalam lima bulan terakhir, di Jakarta Utara sudah ditangkap 30 pelajar SD yang menggunakan obat-obatan terlarang.&lt;br /&gt;Sumber: www.kompas.com, Rabu, 14 Mei 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang harus dijawab:&lt;br /&gt;1. Apakah penggunaan Narkoba dapat disebut sebagai perilaku menyimpang?Mengapa dikatakan demikian?&lt;br /&gt;2. Mengapa perilaku tersebut dapat terjadi? Carilah informasi sebanyak mungkin tentang hal ini untuk memperkuat jawaban Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penulisan:&lt;br /&gt;1. Yang mengerjakan tugas ini, tidak akan mengikuti program ulangan remedial tertulis. Sebab, tugas ini sudah dianggap sebagai ulangan remedial.&lt;br /&gt;2. Yang tidak mengumpulkan tugas hingga batas waktu terakhir (Sabtu, 20 April jam 22.00), akan dianggap tidak mengerjakan tugas ini. Karenanya, mereka harus ikut program ulangan remedial tertulis. Mengenai waktu pelaksanaan remedial tertulis itu, masih menunggu konfirmasi dari Pak TB.&lt;br /&gt;3. Tugas dikerjakan dengan menggunakan penjelasan yang logis dan memiliki unsur-unsur sosiologis. &lt;br /&gt;4. Tugas harus diketik dengan format Microsoft Word.&lt;br /&gt;5. Tugas diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman, ukuran 12, spasi 1,5. Panjang tulisan adalah 4-6 halaman.  &lt;br /&gt;6. Tugas dikirimkan via Email ke  freko¬_sosiologi@ymail.com&lt;br /&gt;7. Batas akhir pengumpulan tugas adalah hari SABTU, 20 MARET 2010 JAM 22.00 WIB.&lt;br /&gt;8. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi saya di nomor 0878 8005 9394.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-4281161509851861957?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/4281161509851861957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/03/tugas-pengganti-ulangan-remedial-blok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/4281161509851861957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/4281161509851861957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/03/tugas-pengganti-ulangan-remedial-blok.html' title=''/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-533150579758863261</id><published>2010-03-09T10:09:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T10:10:10.202-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'>Catatan Tambahan Perilaku Menyimpang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan tambahan Materi Perilaku Menyimpang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Definisi Perilaku Menyimpang:&lt;br /&gt;a. Menurut James Zanden&lt;br /&gt;Perilaku Menyimpang adalah tindakan yang dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Ukuran apakah yang dipakai oleh Zanden untuk menentukan apakah tindakan itu di luar batas toleransi atau tidak. Ukuran yang dipakai Zanden adalah ukuran norma yang dipakai oleh suatu masyarakat tertentu. Bukan ukuran norma moral umum. Contoh:  “Kumpul Kebo”.  Bagi Zanden, kumpul kebo bukanlah perilaku menyimpang bila itu dilihat dalam kacamata masyarakat Barat. Tapi, jika itu dilihat dalam kacamata masyarakat Timur, kumpul kebo merupakan sebuah tindakan menyimpang yang secara jelas dikatakan dalam budaya Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menurut Robert. M.Z. Lawang&lt;br /&gt;Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Cara berpikir Lawang berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Zanden. Bagi Lawang, ukuran untuk menentukan nilai penyimpangan sebuah perilaku, harus ditentukan menurut norma moral umum. Bukan berdasarkan norma yang berlaku dalam masyarakat tertentu.  Misal: “Kumpul Kebo” bagi Lawang adalah perilaku menyimpang. Tak peduli pandangan itu muncul dalam masyarakat manapun. Baginya, kumpul kebo adalah salah karena norma moral umum mengatakan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Penyimpangan&lt;br /&gt;a. Menurut Edward H. Sutherland&lt;br /&gt;Penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda. Edward menjelaskan bahwa gap budaya yang terdapat pada golongan tua dengan golongan muda, akan memunculkan pandangan tentang perilaku menyimpang. Contohnya:  Remaja putri yang menggunakan rok mini akan ditegur oleh sang oma. Sebab, saat muda, bagi sang oma, memakai rok mini adalah suatu hal yang tabu.&lt;br /&gt;b. Menurut Edwin M. Lemert&lt;br /&gt;Penyimpangan terjadi karena pemberian julukan, cap atau merek tertentu yang dianggap menyimpang dalam suatu masyarakat. Lemert membagi penyimpangan ke dalam dua bentuk:&lt;br /&gt;- Penyimpangan Primer: Perbuatan menyimpang yang pelakunya masih dapat diterima secara sosial. Contohnya: Tindak kebut-kebutan di jalan raya dengan sepeda motor. &lt;br /&gt;- Penyimpangan Sekunder: Perbuatan menyimpang yang pelakunya tidak dapat lagi diterima secara sosial. Contoh: Pembunuhan Berantai.&lt;br /&gt;c. Menurut Robert K. Merton&lt;br /&gt;Merton menyatakan bahwa perilaku menyimpang terjadi karena tidak adanya keterkaitan antara tujuan dengan cara yang telah ditetapkan dan dibenarkan oleh struktur sosial dalam masyarakat. Contoh: Menurut Merton, Robin Hood itu adalah pelaku tindakan menyimpang. Sebab, tidak ada keterkaitan antara cara dan tujuan tindakannya. Tujuannya baik yaitu menolong orang miskin, tapi caranya salah, yaitu dengan merampok orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Umum Perilaku Menyimpang&lt;br /&gt;Penyebab umum perilaku menyimpang berasal dari adanya sosialisasi yang tidak sempurna. Berikut adalah hal-hal yang menunjukkan itu:&lt;br /&gt;a. Adanya ketidaksepadanan antara pesan yang disampaikan oleh agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain.&lt;br /&gt;Contoh: Sebuah keluarga memberikan pesan untuk tidak merokok kepada setiap anaknya. Namun, si anak melihat di televise bahwa merokok adalah lambang kejantanan. ANak itu akan mengalami konflik dan, bukan tidak mungkin anak itu akan ikut merokok juga manakala melihat teman-teman sebayanya juga merokok.&lt;br /&gt;b. Perilaku menyimpang bisa terjadi bila dalam proses sosialisasi, seseorang meniru perilaku yang salah dari para pemimpinnya atau sosok yang menjadi generalized other. Contoh: Bila pemimpin melakukan korupsi, maka anak buahnya akan ikut-ikutan melakukan korupsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-533150579758863261?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/533150579758863261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/03/catatan-tambahan-perilaku-menyimpang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/533150579758863261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/533150579758863261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/03/catatan-tambahan-perilaku-menyimpang.html' title='Catatan Tambahan Perilaku Menyimpang'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-9013299628252221625</id><published>2010-02-14T22:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T22:53:04.175-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'>Sosialisasi sebagai Pembentukan Proses Kepribadian</title><content type='html'>SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN&lt;br /&gt;Pengertian kepribadian :&lt;br /&gt;Kepribadian pada hakikatnya merupakan gambaran sikap dan perilaku manusia secara umum yang tercermin dari ucapan dan perbuatannya.&lt;br /&gt;Menurut Horton:&lt;br /&gt;Keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.&lt;br /&gt;PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN&lt;br /&gt;1. Aliran Konvergensi, kepribadian merupakan hasil perpaduan antara pembawaan (faktor internal) dengan pengalaman (faktor eksternal).&lt;br /&gt;2. Aliran nativisme, kepribadian ditentukan oleh faktor pembawaan.&lt;br /&gt;3. Aliran empirisme (tabularasa), kepribadian ditentukan oleh pengalaman dan lingkungannya &lt;br /&gt;MENURUT JUNG, KEPRIBADIAN MENURUT FUNGSINYA ADA 4:&lt;br /&gt;1. Kepribadian rasional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh akal pikiran sehat.&lt;br /&gt;2. Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira.&lt;br /&gt;3. Kepribadian emosional, kepribadian yang dipengaruhi oleh perasaan.&lt;br /&gt;4. Kepribadian sensitif, kepribadian yang dipengaruhi oleh panca indera sehinggacepat bereaksi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-9013299628252221625?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/9013299628252221625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/02/sosialisasi-sebagai-pembentukan-proses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/9013299628252221625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/9013299628252221625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2010/02/sosialisasi-sebagai-pembentukan-proses.html' title='Sosialisasi sebagai Pembentukan Proses Kepribadian'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-8513972142019866528</id><published>2009-11-23T19:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T19:38:05.136-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'>KISI-KISI  ULANXGAN  UMUM  SOSIOLOGI  KELAS</title><content type='html'>I. BAB  I : SOSIOLOGI  SEBAGAI  ILMU  PENGETAHUAN&lt;br /&gt;a. Pengertian  Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;b. Syarat-syarat Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;c. Objek Material dan Objek Formal Ilmu Sosiologi&lt;br /&gt;d. Fakta Sosial, Tindakan Sosial, Khayalan Sosiologis&lt;br /&gt;e. Teori-Teori Sosiologi beserta tokohnya= Teori Evolusi, Teori Struktural Fungsional, Teori Konflik, Teori Interaksionisme Simbolik, Teori Pertukaran Sosial&lt;br /&gt;f. Kekuatan Sosial yang mempengaruhi munculnya Sosiologi: Revolusi Politik, Revolusi Industri, Kapitalisme, Sosialisme, Perubahan Keagamaan&lt;br /&gt;g. Sejarah kemunculan ilmu Sosiologi di Indonesia&lt;br /&gt;h. Definisi Sosiologi menurut Auguste Comte, dan Max Weber&lt;br /&gt;i.  Konsep Sosiologis: Keluarga, Masyarakat (Community dan Society), Struktur Sosial, Dinamika Sosial, Perubahan Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. BAB  II : NILAI DAN NORMA SOSIAL&lt;br /&gt;a. Definisi Nilai Sosial menurut Kimball Young, George Spindler, Wood, Koentjaraningrat, dan Soerjono Soekanto&lt;br /&gt;b. Jenis-Jenis Nilai Sosial: - menurut Notonagoro; - menurut sumber nilainya&lt;br /&gt;c. Sifat Nilai Moral, Nilai Etika, Nilai Agama, Nilai Hukum &lt;br /&gt;d. Proses Sosialisasi&lt;br /&gt;e. Norma Usage, Folkways, Mores, Customs, Law&lt;br /&gt;f. Peranan Nilai dan Norma Sosial dalam masyarakat&lt;br /&gt;g. Pelanggaran Norma beserta sanksi yang mengikutinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. BAB III: INTERAKSI SOSIAL&lt;br /&gt;a. Interaksi sosial dan syarat interaksi sosial&lt;br /&gt;b. Kontak Sosial Primer dan Kontak Sosial Sekunder&lt;br /&gt;c. Pengertian Komunikasi&lt;br /&gt;d. Komunikasi Verbal dan Komunikasi Non verbal&lt;br /&gt;e. Interaksi Sosial Asosiatif: Akomodasi, Asimilasi, dan Akulturasi&lt;br /&gt;f. Interaksi sosial Disosiatif&lt;br /&gt;g. Faktor Pendorong Interaksi Sosial: Imitasi, Sugesti, Identifikasi,Empati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENTUK  SOAL ULANGAN UMUM:&lt;br /&gt;PILIHAN  GANDA = 70  BUTIR SOAL&lt;br /&gt;HARI  PELAKSANAAN ULANGAN UMUM = KAMIS, 10 DESEMBER 2009&lt;br /&gt;ALOKASI WAKTU = 90 MENIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT  MEMPERSIAPKAN  ULANGAN UMUM!&lt;br /&gt;TUHAN  MEMBERKATI!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-8513972142019866528?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/8513972142019866528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/11/kisi-kisi-ulanxgan-umum-sosiologi-kelas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/8513972142019866528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/8513972142019866528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/11/kisi-kisi-ulanxgan-umum-sosiologi-kelas.html' title='KISI-KISI  ULANXGAN  UMUM  SOSIOLOGI  KELAS'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-9202913395386578307</id><published>2009-09-29T21:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T21:26:52.450-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'></title><content type='html'>BENTUK  SOAL  UNTUK  ULANGAN  BLOK SOSIOLOGI KELAS X:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50  SOAL   PILIHAN  GANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10  SOAL  ISIAN  SINGKAT (Ketentuan menjawab: Jawaban &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tidak boleh lebih dari 10 kata&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maturnuwun dan selamat menyiapkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;freko&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-9202913395386578307?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/9202913395386578307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/09/bentuk-soal-untuk-ulangan-blok.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/9202913395386578307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/9202913395386578307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/09/bentuk-soal-untuk-ulangan-blok.html' title=''/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-586305405548850737</id><published>2009-09-26T06:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-26T06:39:09.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'>CATATAN  TAMBAHAN  MATERI  NORMA  SOSIAL</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Pengertian Norma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•	Norma adalah patokan perilaku dalam kelompok masyarakat tertentu, yang disebut juga peaturan sosial yang menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya.&lt;br /&gt;•	Norma adalah petunjuk hidup yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dan bermaksud untuk mengatur setiap perilaku manusia dalam masyarakat guna mencapai kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. CIRI-CIRI NORMA SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 	1. Umumnya tidak tertulis ( lisan )&lt;br /&gt; 	2. Hasil dari kesepakatan masyarakat &lt;br /&gt; 	3. Warga masyarakat sebagai pendukung sangat menaatinya &lt;br /&gt; 	4. Apabila norma dilanggar, ia harus menghadapinya &lt;br /&gt; 	5. Norma sosial kadang-kadang bisa menyesuaikan perubahan sosial sehingga norma sosial bisa mengalami perubahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Berdasarkan tingkat daya pengikatnya terhadap masyarakat, norma terbagi menjadi enam yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 	1. NORMA CARA ( USAGE )&lt;br /&gt;	adalah bentuk perbuatan tertentu yang dilakuka nindividu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus menerus dan daya ikatnya sangat lemah. Sanksinya ringan, hanya berupa celaan.&lt;br /&gt;	Contoh : &lt;br /&gt;       Cara makan berdecap (bersuara) &lt;br /&gt;       Sanksinya :&lt;br /&gt;       Ringan, hanya berupa celaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 	2. NORMA KEBIASAAN ( FOLKWAYS )&lt;br /&gt;	adalah suatu bentuk perbuatan yang berulang-ulang yang bentuknya sama dan dilakukan secara sadar serta mempunyai tujuan yang jelas.kebiasaan merupakan bukti bahwa orang menyukai perbuatan itu. Sanksi bagi pelanggar berupa teguran.&lt;br /&gt;	 Contoh :&lt;br /&gt;       Makan dengan tangan kanan. &lt;br /&gt;       Sanksinya : (bila melanggar)&lt;br /&gt;       Berupa teguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 	3. NORMA TATA KELAKUAN ( MORES )&lt;br /&gt;	adalah merupakan aturan yang mendasarkan pada ajaran agama ( akhlak ), filsafat atau kebudayaan. &lt;br /&gt;	Contohnya : &lt;br /&gt;    Pernikahan dalam satu marga di daerah Sumatera Utara merupakan suatu pelanggaran.&lt;br /&gt;     Tata kelakuan juga bisa bersifat mengharuskan dan bisa juga bersifat melarang. &lt;br /&gt;    Contoh pelanggaran terhadap norma tata kelakuan adalah berzina, sanksinya berat. Ada yang harus berhadapan dengan massa, dan lain sebagainya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 	4. NORMA ADAT ISTIADAT ( CUSTOM )&lt;br /&gt; 	adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya.&lt;br /&gt;	contoh: &lt;br /&gt;	upacara adat, tata cara pembagian waris &lt;br /&gt;	Sanksinya :&lt;br /&gt;    Akan mendapat sanksi yang berat misalnya dikucilkan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 	5. NORMA HUKUM ( LAWS )&lt;br /&gt;	adalah suatu rangkaian aturan yang ditujukan kepada anggota masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, kewajiban dan larangan agar dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan. &lt;br /&gt;Norma hukum dibagi menjadi 2, yaitu &lt;br /&gt;1.    Norma hukum tertulis.&lt;br /&gt;2.  Norma hukum tidak tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 	6. NORMA MODE ( FASHION )&lt;br /&gt;	adalah cara dan gaya dalam melakukan dan membuat sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti oleh banyak orang. Ciri-ciri norma mode adalah orang yang mengikutinya bersifat massa. Tindakan yang selalu mengikuti mode disebut modis.&lt;br /&gt;   contoh :&lt;br /&gt;	meniru potongan rambut,  model pakaian  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-586305405548850737?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/586305405548850737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/09/catatan-tambahan-materi-norma-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/586305405548850737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/586305405548850737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/09/catatan-tambahan-materi-norma-sosial.html' title='CATATAN  TAMBAHAN  MATERI  NORMA  SOSIAL'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-401241630772182511</id><published>2009-09-26T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-26T06:35:38.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'>Catatan Tambahan Materi Nilai Sosial</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Pengertian Nilai Sosial menurut Para Ahli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Young&lt;br /&gt;Nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.&lt;br /&gt;2. GREEN&lt;br /&gt;Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap obyek, ide dan orang-perorangan.&lt;br /&gt;3. GEORGE SPINDLER&lt;br /&gt;Nilai sosial adalah pola-pola sikap dan tindakan yang menjadi acuan bagi individu dan masyarakat.&lt;br /&gt; 4. WOOD&lt;br /&gt;Nilai sosial adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasaan dalam kehidupan sehari-hari &lt;br /&gt;5. KOENTJARANINGRAT&lt;br /&gt;Nilai sosial adalah konsepsi yang hidup di dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang harus mereka anggap penting dalam hidup.&lt;br /&gt;6. SOERJONO SOEKANTO&lt;br /&gt;Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b.  SUMBER-SUMBER NILAI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sumber instrinsik (subjektif)&lt;br /&gt; adl sumber nilai yang terletak di dalam orang atau benda yang bernilai.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;2. Sumber ekstrinsik (objektif)&lt;br /&gt; adl sumber nilai yang terletak di luar orang atau benda yang bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c.  Menurut sumbernya, nilai dibagi menjadi tiga, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. NILAI THEONOM&lt;br /&gt; adalah nilai sosial yang bersumber dari Tuhan yaitu melalui ajaran yang disampaikan oleh Tuhan melalui agama. Agama berisi nilai-nilai sosial yang memberikan pedoman bagaimana cara bersikap dan bertindak bagi manusia.&lt;br /&gt;Contoh: Berpuasa bagi orang muslim pada bulan ramadhan; kewajiban untuk memberikan persepuluhan bagi setiap orang protestan.&lt;br /&gt;2. NILAI HETERONOM&lt;br /&gt; adalah nilai sosial yang dirumuskan dari kesepakatan banyak anggota masyarakat. Berisi nilai yang harus dipedomani oleh seluruh warga masyarakat.&lt;br /&gt;3. NILAI OTONOM&lt;br /&gt; adalah nilai sosial yang bersumber dari setiap individu. Contohnya adl J.J Rousseau dari Prancis yang merumuskan konsep Trias Politika, Dr. Sun Yat Sen dari China yang merumuskan konsep San Min Chu I ( nasionalisme, demokrasi dan sosialisme )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;d. JENIS-JENIS NILAI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Notonagoro &lt;br /&gt;  NILAI MATERIAL&lt;br /&gt;  adalah segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.&lt;br /&gt; Ex : pangan, papan, sandang, dll &lt;br /&gt;  NILAI VITAL&lt;br /&gt; adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan atau aktivitas.&lt;br /&gt; Ex : api, air, dll &lt;br /&gt;  NILAI KEROHANIAN&lt;br /&gt; adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. &lt;br /&gt; a. Nilai kebenaran ( RATIO )&lt;br /&gt;     bersumber pada unsur akal manusia     &lt;br /&gt; b. Nilai keindahan (ESTETIKA)&lt;br /&gt;     bersumber pada perasaan manusia  &lt;br /&gt; c. Nilai moral ( ETIKA )&lt;br /&gt;     bersumber pada kehendak atau kemauan &lt;br /&gt; d. Nilai Ketuhanan (RELIGIUS)&lt;br /&gt;     nilai yg tertinggi, sifatnya mutlak dan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;e. CIRI-CIRI NILAI SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  1. Nilai tercipta melalui interaksi anggota masy. &lt;br /&gt;  2. Nilai bukan bawaan sejak lahir, melainkan penularan dari orang lain.&lt;br /&gt;  3. Nilai terbentuk dari proses sosialisasi (proses belajar)&lt;br /&gt;  4. Nilai sosial dapat memberikan kepuasan sosial dan pemenuhan kebutuhan sosial manusia.&lt;br /&gt;  5. Nilai menjadi dasar bagi tindakan dan tingkah laku, baik secara pribadi atau grup dan masyarakat secara keseluruhan, untuk berkembang.&lt;br /&gt;  6. Nilai memiliki pengaruh yang berbeda antar anggota masyarakat.&lt;br /&gt;  7. Nilai sosial adalah nilai yang bervariasi, tergantung kebudayaan masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;  8. Nilai-nilai dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat secara positif maupun secara negatif.&lt;br /&gt;  9. Nilai-nilai juga dapat membentuk pola dan sistem nilai dalam masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-401241630772182511?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/401241630772182511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/09/catatan-tambahan-materi-nilai-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/401241630772182511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/401241630772182511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/09/catatan-tambahan-materi-nilai-sosial.html' title='Catatan Tambahan Materi Nilai Sosial'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-237461709238920766</id><published>2009-09-26T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-26T06:31:29.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KISI-KISI  UJIAN  TENGAH  SEMESTER  SOSIOLOGI  KELAS  X&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bab I : SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN &lt;br /&gt;a. Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;b. Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;c. Sketsa Histori Sosiologi&lt;br /&gt;d. Batasan pengertian Sosiologi menurut tiga tokoh besar Sosiologi&lt;br /&gt;e. Teori-Teori Sosiologi&lt;br /&gt;f. Konsep tentang realitas sosial&lt;br /&gt;g. Fakta sosial, tindakan sosial, dan realitas sosial&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan: Materi tentang metode sosiologi tidak diujikan. Bahan ujian yang diambil dari bab I dalam buku cetak sosiologi adalah halaman 1-22.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bab II : NILAI  DAN  NORMA  SOSIAL&lt;br /&gt;a.  Pengertian Nilai Sosial menurut Young, Green, Spindler, Wood,  Koentjaraningrat, Soerjono Soekanto.&lt;br /&gt;b. Ciri-Ciri Nilai Sosial&lt;br /&gt;c. Jenis-jenis Nilai Sosial berdasarkan bentuknya dan sumbernya.&lt;br /&gt;d. Macam-macam Nilai sosial: Etika, Agama, Moral, Hukum&lt;br /&gt;e. Pengertian Norma Sosial&lt;br /&gt;f. Ciri-ciri Norma Sosial&lt;br /&gt;g. 6 macam norma berdasarkan tingkat daya pengikatnya&lt;br /&gt;h. Sanksi-sanksi pelanggaran norma dan nilai dalam masyarakat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian: &lt;br /&gt;a. Sumber acuan untuk belajar adalah:&lt;br /&gt;1. Buku Cetak Sosiologi kelas X&lt;br /&gt;2. Catatan-catatan tambahan dalam blog saya: www.pintuajaibku.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-237461709238920766?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/237461709238920766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/09/kisi-kisi-ujian-tengah-semester.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/237461709238920766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/237461709238920766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/09/kisi-kisi-ujian-tengah-semester.html' title=''/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-1666584103027829877</id><published>2009-08-11T09:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T09:07:32.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'>Teori-Teori Dasar Sosiologi</title><content type='html'>TEORI-TEORI  DASAR  SOSIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika kita merunut alur pemikiran ilmu Sosiologi, terlihat jelas sekali bahwa ada begitu banyak pemikiran para sosiolog yang mempengaruhi perkembangan sosiologi. Namun, dari banyaknya teori-teori itu, perlu rasanya bagi kita untuk mengenal terlebih dahulu 5 teori dasar Sosiologi yang menjadi tiang pancang bangunan ilmu sosiologi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Teori  Evolusi&lt;br /&gt;-   Premis-Premis (Pernyataan)  Teori Evolusi:&lt;br /&gt; 1.  Sebuah Masyarakat akan senantiasa mengalami perubahan.&lt;br /&gt; 2.  Perubahan itu akan senantiasa bergerak maju dan tidak akan bergerak mundur.&lt;br /&gt; 3.  Perubahan yang akan dilalui oleh setiap masyarakat, berjalan dalam tiga tahap:&lt;br /&gt;      -   Tahap Teologis&lt;br /&gt;Tahap Teologis adalah tahapan di mana masyarakat mencoba mencari penjelasan akan realitas alam dengan berdasarkan pada kekuatan adikodrati. Tahapan teologis memiliki tiga sub-tahapan, yaitu tahap animisme, politheisme, dan monotheisme.&lt;br /&gt;Pada tahapan animisme, masyarakat memandang bahwa setiap benda itu berjiwa.&lt;br /&gt;Pada tahapan politheisme, masyarakat percaya akan kekuatan banyak dewa.&lt;br /&gt;Pada tahapan monotheisme, masyarakat percaya akan kekuatan satu Tuhan.&lt;br /&gt;-  Tahap Metafisis&lt;br /&gt;Tahap Metafisis adalah tahapan di mana masyarakat mencoba mencari penjelasan akan realitas alam dengan berdasarkan ide-ide abstrak. &lt;br /&gt;Pada tahapan metafisis ini, masyarakat selangkah lebih maju dibanding dengan mereka yang berada pada tahapan teologis. Pada tahapan ini, orang sudah mulai menggunakan jalan pemikiran yang logis untuk menemukan penyebab dari realitas alam yang ada.&lt;br /&gt;Orang-orang pada tahapan ini, belum mampu membahasakan penyebab itu dengan bahasa yang jelas.&lt;br /&gt;-  Tahap Positivisme &lt;br /&gt;Tahap  positivism adalah tahapan di mana masyarakat mencoba mencari penjelasan akan realitas alam dengan berdasarkan pada ilmu-ilmu positif. Ini adalah tahapan yang paling modern karena sudah berdasarkan pada alur pemikiran yang logis rasional dan pemikiran itu mampu dibahasakan dengan bahasa-bahasa yang jelas.&lt;br /&gt; 4.   Perubahan itu akan senantiasa berjalan secara beruntun dan bertahap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Teori Strukturalis Fungsional&lt;br /&gt;-   Premis-premis Teori Struktural Fungsional:&lt;br /&gt; 1.  Setiap masyarakat tersusun atas sistem-sistem kecil.&lt;br /&gt;              2.  Sistem-sistem yang memiliki daya guna bagi masyarakat, akan bertahan dengan sendirinya di dalam masyarakat itu. Sementara, sistem-sistem yang tidak memiliki daya guna, akan hilang dengan dirinya sendiri.&lt;br /&gt; 3.  Hilangnya sistem-sistem yang tidak berguna itu juga didukung oleh adanya kekuatan eksternal yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Teori Konflik&lt;br /&gt;-  Premis-premis:&lt;br /&gt; 1. Setiap orang memiliki kepentingannya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt; 2. Masing-masing orang akan berusaha mewujudnyatakan kepentingannya itu.&lt;br /&gt; 3. Cara yang digunakan untuk mewujudkan kepentingan itu adalah dengan menggunakan Power (kekuatan). Orang akan sebisa mungkin menguasai orang lain terlebih dahulu agar ia dapat mewujudnyatakan kepentingan pribadinya itu. Hanya dengan menguasai orang lain itulah, ia dapat mencapai kepentingan pribadinya itu. Di sinilah, saling terjadi konflik untuk menguasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Teori Konflik muncul sebagai kritik atas Teori Struktural Fungsional. Apa yang dikritik teori konflik? Yang dikritik teori konflik adalah pemahaman teori structural fungsional terhadap konsensus. Teori structural fungsional menganggap bahwa consensus (nilai-nilai bersama) adalah sesuatu yang mengikat sebuah masyarakat. Tapi, teori konflik mengkritik bahwa yang mengikat sebuah masyarakat bukanlah consensus itu. Yang mengikat sebuah masyarakat adalah penguasa (si pemilik kekuasaan). Konsensus hanyalah alat buatan si penguasa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Teori Interaksionisme Simbolik&lt;br /&gt;- Premis-Premis:&lt;br /&gt; 1. Dalam setiap masyarakat, pasti terdapat individu-individu yang saling berinteraksi satu sama lain.&lt;br /&gt; 2.  Interaksi itu dilakukan dengan menggunakan symbol-simbol. Simbol-simbol itu berupa bahasa, budaya, tradisi, tanda-tanda, dan sebagainya.&lt;br /&gt; 3.  Makna-makna symbol yang digunakan dalam proses interaksi itu adalah makna yang sudah disepakati bersama dalam masyarakat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Teori Pertukaran Sosial&lt;br /&gt;-  Premis-Premis:&lt;br /&gt; 1. Setiap individu dalam masyarakat pasti akan melakukan tindakan sosial.&lt;br /&gt; 2. Tindakan sosial yang dilakukan pasti memiliki motif. Setiap orang akan selalu memiliki alasan terpendam dalam melakukan tindakan tersembunyi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-1666584103027829877?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/1666584103027829877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/08/teori-teori-dasar-sosiologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/1666584103027829877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/1666584103027829877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/08/teori-teori-dasar-sosiologi.html' title='Teori-Teori Dasar Sosiologi'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-7257471107243445382</id><published>2009-08-10T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T04:46:08.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sosiologi kelas X'/><title type='text'>Sketsa Historis Sosiologi</title><content type='html'>Catatan  Tambahan  Pelajaran  Sosiologi&lt;br /&gt;SKETSA  HISTORIS  SOSIOLOGI&lt;br /&gt;(Merunut  Jejak-Jejak  Kelahiran  Sosiologi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Perspektif (Cara Pandang) Umum&lt;br /&gt; Sebelum melihat sketsa historis kemunculan Sosiologi, cara pandang umum yang harus menjadi titik tolak kita adalah bahwa sebuah teori ilmu pengetahuan senantiasa lahir untuk menanggapi realitas sosial yang tengah terjadi saat itu. Setting sosial menjadi latar belakang munculnya setiap teori ilmu pengetahuan. Realitas masyarakat yang sedang terjadi menjadi titik tolak yang membuat para ahli menelurkan ide-ide brilliant tentang dunia ini. Biasanya, sebuah teori baru yang muncul adalah suatu tanggapan atas realitas negative yang dimunculkan dari adanya penyimpangan-penyimpangan yang ada dalam dunia ini. Dengan kata lain, teori-teori ilmu pengetahuan lahir dengan menawarkan solusi (jalan keluar) bagi realitas-realitas negative tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kekuatan-Kekuatan Sosial yang Berpengaruh&lt;br /&gt; Sebagai salah satu ilmu positif, Sosiologi juga lahir sebagai tanggapan atas situasi negative yang ada pada masyarakat saat itu. Situasi masyarakat yang terjadi saat itu, muncul karena adanya kekuatan-kekuatan sosial yang tumbuh pada masyarakat. Berikut adalah kekuatan-kekuatan sosial itu:&lt;br /&gt;1. Revolusi Politik &lt;br /&gt; Revolusi Politik terjadi di Perancis pada tahun 1789. Revolusi Perancis merupakan gerakan rakyat yang lahir untuk melawan Absolutisme Raja Louis XIV. Kala itu, sistem pemerintahan Teokrasi yang menempatkan seorang Raja sebagai (wakil) Tuhan di dunia, cukup menjadi lahan subur bagi tumbuhnya absolutism di Perancis. Raja memiliki kekuasaan yang tak terbantahkan oleh siapapun. Kala itu, setiap orang yang melawan titah Raja akan dianggap sebagai pemberontak Tuhan dan dijebloskan ke dalam Penjara Bastille. Karenanya, Penjara Bastille dianggap sebagai symbol Absolutisme Louis XIV.&lt;br /&gt; Karena rakyat tidak tahan lagi pada situasi ketidakadilan yang dimunculkan raja, maka mereka melakukan revolusi dengan menyerang Penjara Bastille pada tahun 1789. Dengan semboyan Liberte, Egalite, dan Fraternite, kekuasaan Raja Louis XIV berhasil dijatuhkan. Pecahnya revolusi Perancis berperan besar bagi perkembangan teori sosiologi. Dampak revolusi ini terhadap masyarakat sangatlah dahsyat dan banyak perubahan positif yang dihasilkan. Tetapi, yang menjadi sasaran perhatian kebanyakan ahli bukanlah dampak positif itu, tapi dampak negative yang muncul. Revolusi Perancis telah memunculkan Chaos dan tindakan anarkis rakyat. Situasi masyarakat menjadi tidak stabil dan keamanan tidak lagi menjadi sesuatu hal yang dapat dijamin. &lt;br /&gt; Atas dasar kemunculan dampak negative itulah, teori sosiologi muncul untuk menanggapinya dan mencari solusi atas masalah sosial tersebut.&lt;br /&gt;2. Revolusi Industri&lt;br /&gt; Revolusi Industri terjadi di Inggris. Revolusi Industri bukanlah kejadian tunggal, tetapi merupakan puncak dari perubahan sistem kehidupan dunia Barat yang tadinya dari corak sistem pertanian, menjadi sistem industry.  Kala itu, banyak orang yang meninggalkan usaha pertanian dan beralih ke pekerjaan industry yang ditawarkan oleh pabrik-pabrik yang sedang berkembang. Para pemilik modal mulai enggan menggunakan tenaga manusia. Mereka lebih suka menggunakan mesin-mesin industry yang dirasa lebih efektif. Banyak pekerja yang harus kehilangan pekerjaan sehingga angka pengangguran semakin meningkat. Sistem ekonomi yang dipakai saat itu adalah sistem ekonomi Kapitalis. Di dalam sistem ini, pemilik modal (kapital) adalah pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan yang besar. Sementara, sebagian besar orang yang merupakan para pekerja, harus menerima upah rendah yang tidak setimpal dengan jumlah jam kerja mereka. &lt;br /&gt; Dampak yang muncul dan dirasakan dari adanya sistem ekonomi Kapitalis adalah: 1) Perkembangan ekonomi antara di kota dan di desa menjadi tidak merata. Sebab, banyak tenaga-tenaga produktif desa yang lebih senang memilih untuk pergi bekerja di kota yang merupakan pusat industry. Akibatnya, lahan di desa tidak terolah dan tidak menghasilkan hasil produksi yang mencukupi. 2) Terjadi kesenjangan antara desa dan kota. Desa menjadi semakin miskin, sementara kota menjadi semakin kaya karena industry hanya dipusatkan di kota besar.&lt;br /&gt; Situasi semacam itu melahirkan reaksi penentangan dari rakyat kecil, terutama kaum buruh. Reaksi itu mengkristal dalam ledakan gerakan buruh dan berbagai gerakan radikal yang pastinya menimbulkan pergolakan sosial dahsyat dalam masyarakat. Sosiologi lahir untuk menanggapi pergolakan negative yang terjadi di dalam masyarakat tersebut. Sosiologi yang muncul lebih bersifat terapan.&lt;br /&gt;3. Sosialisme&lt;br /&gt; Sosialisme merupakan Gerakan yang muncul sebagai bentuk protes rakyat kecil atas sistem kapitalisme / sistem industri yang memiskinkan mereka. Sosialisme menjadi faham yang ingin menghancurkan sistem kapitalis ini. Bagi faham sosialisme, prinsip utama yang dipegang adalah bahwa tidak ada kepemilikan pribadi. Semua sumber daya dimiliki oleh seluruh rakyat secara bersama-sama. &lt;br /&gt; Ternyata gerakan sosialisme ini menjadi sebuah revolusi sosial yang tidak memberikan jalan keluar bagi permasalahan yang dimunculkan oleh sistem ekonomi kapitalis. Sosialisme cenderung memunculkan ketidakadilan sosial di dalam masyarakat dan mensituasikan masyarakat menjadi malas. Karenanya, sosiologi lahir dan berkembang lebih sebagai reaksi untuk menentang  sosialisme ini.&lt;br /&gt;4.  Feminisme&lt;br /&gt; Situasi yang mendominasi separuh waktu dunia ini adalah bahwa wanita selalu ditempatkan sebagai makhluk nomor dua di bawah kaum laki-laki. Ide agama yang menunjukkan bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk laki-laki, menjadi dasar yang menguatkan pandangan bahwa laki-laki adalah kaum yang berada di atas kaum wanita. Pandangan itu yang juga mewarnai situasi kehidupan sosial kala itu. Para tenaga kerja wanita dihargai lebih murah dibanding tenaga kerja pria. Para wanita juga tidak memiliki hak politik dan hak bersuara dalam kehidupan bernegara. &lt;br /&gt; Melihat bahwa kaumnya ditindas oleh sistem masyarakat, maka muncullah perempuan-perempuan yang mulai berani menyuarakan kesamaan hak antara perempuan dengan laki-laki. Gerakan itu dinamai Feminisme. Dari sisi maksud dan tujuan, gerakan ini baik. Namun, dalam prakteknya, ternyata para aktivis gerakan itu cenderung menjadi ekstrem. Mereka ingin menjadikan kaum laki-laki di bawah perempuan. Bukannya membuat keduanya menjadi sama.&lt;br /&gt; Kenyataan negative itulah yang membuat sosiologi muncul. Sosiologi muncul untuk mengkritisi kecenderungan negative para aktifis feminis yang ekstrem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Urbanisasi&lt;br /&gt; Urbanisasi adalah gerakan perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Arus urbanisasi menjadi meningkat drastis pada situasi setelah revolusi industry. Banyak orang berbondong-bondong ke kota untuk mencari pekerjaan dan meninggalkan desanya dengan segala sumber daya yang dimilikinya. Pada titik ini, urbanisasi telah membuat desa kehilangan tenaga potensialnya untuk mengolah sumber dayanya sehingga itu membuat desa kehilangan penghasilannya. Selain itu, urbanisasi juga telah memunculkan serangkaian masalah sosial yang negative, seperti kepadatan penduduk di kota, angka pengangguran yang tinggi di kota, tingginya angka kriminalitas di daerah perkotaan, serta kemacetan yang tak terkendali. &lt;br /&gt; Masalah-masalah sosial itulah yang pada akhirnya menjadi bahan kajian yang membuat sosiologi muncul di tengah masyarakat ini.&lt;br /&gt;6.  Perubahan Keagamaan &lt;br /&gt;  Perubahan keagamaan bukanlah sebuah masalah sosial. Perubahan keagamaan hanyalah suatu wacana yang ikut menentukan perkembangan pesat ilmu sosiologi. Perubahan sosial yang diakibatkan oleh revolusi politik, revolusi industry, dan urbanisasi, telah berpengaruh besar terhadap religiositas masyarakat. Pada waktu itu pun, ide-ide keagamaan juga masih menjadi paham yang banyak dipercaya dan diikuti oleh banyak orang.&lt;br /&gt; Kecenderungan umum itu yang dimanfaatkan oleh para sosiolog-sosiolog awal. Mereka memasukkan ide-ide agama agar teori itu mudah diterima oleh masyarakat saat itu. Sebab, masyarakat saat itu, lebih mudah menerima kebenaran yang terbungkus dalam pemikiran agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-7257471107243445382?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/7257471107243445382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/08/sketsa-historis-sosiologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/7257471107243445382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/7257471107243445382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/08/sketsa-historis-sosiologi.html' title='Sketsa Historis Sosiologi'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-7632202907422224410</id><published>2009-05-12T07:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T07:05:35.554-07:00</updated><title type='text'>BAHAN ULANGAN HARIAN III AGAMA KATOLIK KELAS 2</title><content type='html'>Frenzzz...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;bahan untuk ULANGAN  HARIAN III adalah ABORSI, EUTHANASIA, dan SUICIDE...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;W&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OMAN'S ABUSE  tidak menjadi bahan ulangan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal ulangan harian III:&lt;br /&gt;XI IPA 2 : Kamis, 14 Mei 2009&lt;br /&gt;Selasa, 19 Mei 2009 : XI Ipa 1,3,4 dan XI Ips 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format Ulangan Harian III: &lt;br /&gt;Pilihan Ganda : 25 soal&lt;br /&gt;Essay: memilih 1 soal dari 3 soal yang tersedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mempersiapkan!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-7632202907422224410?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/7632202907422224410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/05/bahan-ulangan-harian-iii-agama-katolik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/7632202907422224410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/7632202907422224410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/05/bahan-ulangan-harian-iii-agama-katolik.html' title='BAHAN ULANGAN HARIAN III AGAMA KATOLIK KELAS 2'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-6357011863853436233</id><published>2009-05-08T21:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T21:27:31.139-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>EUTHANASIA</title><content type='html'>Kata Euthanasia berasal dari bahasa Yunani:  (eu = baik) dan  (thanatos = kematian). Secara harafiah, euthanasia berarti “mati baik”. Dalam bahasa medis, euthanasia dimaksudkan sebagai suatu bentuk pertolongan yang diberikan dokter kepada pasien yang akan meninggal agar dia meninggal tanpa rasa sakit, menderita, dan sengsara.  Barulah pada abad ke-20, prakteek euthanasia dimaksudkan sebagai membunuh secara langsung dan tanpa rasa sakit terhadap seorang pasien yang tidak mungkin lagi dapat sembuh dan mau segera mati (daripada terus menderita). Kematiannya dipercepat dengan mengunakan injeksi yang mematikan. Selanjutnya, terjadi penyimpangan yang lebih jauh dalam praktek euthanasia karena itu menjadi pembunuhan terencana dan terprogram terhadap sesame manuisa yang secara sosial dan ekonomi tidak lagi menguntungkan dunia, khususnya mereka yang cacat mental dan cacat fisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Distinksi (Pembedaan)&lt;br /&gt;Para dokter senantiasa membedakan antara euthanasia negative dan positif. Euthanasia negative adalah tidak memberikan (menghentikan) pelayanan medis kepada pasien terminal sehingga dia meninggal secara alami. Hidupnya tidak diperpanjang secara buatan (bantuan alat-alat). Euthanasia negative juga disebut euthanasia tidak langsung (pasif). Dalam euthanasia pasif, keadaan pasien sudah diketahui yakni bahwa dia akan mati secara cepat atau lambat. Penghentian perawatan medis tidak dimaksudkan secara langsung untuk membunuhnya. Jadi, kematian pasien tidak disebabkan oleh penghentian pelayanan medis, tetapi oleh penyakit yang diderita pasien itu.&lt;br /&gt;Euthanasia positif merupakan pelayanan terapeutik yang dirancang untuk mempercepat kematian si pasien dari yang seharusnya terjadi. Euthanasia jenis ini juga disebut sebagai “mercy killings”. Ungkapan tersebut hanyalah sebuah eufemisme dari tindakan membunuh pasien secara terencana. Euthanasia positif ini memang dimaksudkan untuk segera mengakhiri kehidupan pasien dan alasan utama yang umumnya diajukan adalah “belaskasihan” pada pasien: daripada dia menderita lebih baik kehidupannya diajukan saja. Dalam perdebatan medis, euthanasia positif harus didasarkan pada kehendak rela dari pasien bahwa dia menyatakan keinginan bulat untuk meminta dokter bekerjasama agar kematiannya dipercepat. Jadi, tindakan ini memang dimaksudkan untuk mematikan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Problem Moral&lt;br /&gt;B.1. Euthanasia Negatif&lt;br /&gt;Euthanasia negative hanya dimaksudkan sebagai praktek medis di mana segala macam cara untuk memperpanjang kehidupan sudah tidak mungkin lagi sehingga oran dihadapkan pada pilihan meneruskan perawatan atau menghentikannya. Di sini, tidak ada lagi harapan menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Tradisi moral Katolik menerima dan membenarkan suatu tindakan medis yang dimaksudkan untuk menghilangkan rasa sakit dan kegelisahan – walaupun itu mempercepat kematian menjadi suatu akibat yang mungkin dapat terjadi. Hal ini berbeda misalnya dengan menghentikan segala macam pelayanan medis dengan maksud agar pasien dapat meninggal secara alami. Dalam arti yang paling ketat, euthanasia negative adalah mempersingkat penderitaan atau penyakit yang berat dengan menghentikan atau tidak memberikan pelayanan medis lagi. Ide dasarnya adalah tidak memperpanjang penderitaan seorang pasien yang menyebabkan dia tidak bisa mati dengan tenang dan damai.&lt;br /&gt;Masalah moral yang berkaitan dengan euthanasia negatif ini adalah “apakah tidak melakukan tindakan medis dengan tujuan tidak memperpanjang proses kematian baik secara moral?” Umumnya para moralis berpendapat bahwa tidak ada masalah moral yang amat serius dan berat berkaitan dengan euthanasia pasif ini. Euthanasia negative ini dapat secara formal ditolak bila hal tersebut terlalu diperluas dan bila pertimbangannya hanya didasarkan pada asas manfaat atau kegunaan. Ada sejumlah kecenderungan dalam di mana pasien tidak saja dibiarkan agar mati dengan layak, tetapi dengan  tidak memberikan pelayanan medis, pasien sengaja untuk dihabisi dengan cara sederhana, terutama untuk mereka yang sakitnya lama sehingga tidak punya potensi ekonomi. Karena itu, profesi medis mesti menyadari imperative untuk menolak setiap prinsip yang dilandasi asas manfaat atau kegunaan yang mendorong praktek euthanasia positif atau memanipulasi euthanasia negative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.2. Euthanasia Positif&lt;br /&gt;Di banyak negara, promosi legalisasi euthanasia positif menimbulkan pro-kontra yang luas dalam masyarakat. Sulit diingkari bahwa sebagian masyarakat maju, memiliki landasan hidup falsafah utilitarian dan kurang memiliki respek pada pribadi-pribadi serta kemanusiaan. Mereka melihat euthanasia positif sebagai pilihan untuk bebas dari penderitaan. Ciri masyarakat yang semakin individualistis dimana ikatan kekeluargaan dan saling memperhatikan semakin pudar, telah membuat banyak orang mengalami kesendirian dan perasaan tercampakkan. Mereka itu umumnya amat rentan terhadap penderitaan dan sulit menerima realitas hidup: menderita sakit, makin tua, makin tak berdaya, sendirian. Perjuangan legalisasi euthanasia positif lebih berlandaskan pada argument yang dibangun atas realitas itu sehingga terlihat jelas bahwa perjuangan legalisasi itu hanya sekedar sebagai pelarian dari kenyataan hidup. &lt;br /&gt;Moral tidak dapat menerima dan tidak dapat membenarkan euthanasia positif. Hal tersebut tidak ada yang meragukannya. Upaya penghentian euthanasia positif tidaklah mudah karena yang terlebih dahulu harus dihadapi adalah budaya utilitarian yang telah menjadi ciri kehidupan modern.  positif. Hal tersebut tidak ada yang meragukannya. Upaya penghentian euthanasia positif tidaklah mudah karena yang terlebih dahulu harus dihadapi adalah budaya utilitarian yang telah menjadi ciri kehidupan modern. Yang mesti terus menerus dipromosikan sekarang adalah penghargaan terhadap pribadi dan kemanusiaan atas dasar norma moral “jangan membunuh”. &lt;br /&gt;Menurut Bernard Haring, argument utama untuk menolak euthanasia positif terletak pada perspektif kebebasan. Apa yang disebut “bebas untuk mati” dengan memaksakan kematian sesuai dengan keinginan dan kehendak sendiri, sebenarnya bukan ungkapan kebebasan tetapi justru menghilangkan keutuhan kebebasan untuk menerima kematian. Mewujudkan kebebasan memilih dalam kehidupan atas dasar kekuatan manusia dan dalam kematian atas dasar ketakberdayaan manusia, merupakan pengakuan yang paling tepat atas eksistensi keterciptaan manusia dalam dua realitas hidup, yaitu kehidupan dan kematian.&lt;br /&gt;Dari sudut pandang praktis, euthanasia positif sangatlah problematic. Bila euthanasia positif dilegalisasi dan didasarkan pada falsafah manfaat ekonomis, siapa yang harus membuat keputusan final bagi pelaksanaannya? Mereka yang dibunuh dengan “belaskasihan” karena kondisi mereka, tidak dapat membuat keputusan rasional atas dasar keyakinan teguh. Amat mungkin bahwa mereka memutuskan itu karena kecemasan atau rasa salah mereka akan resiko atau kesulitan yang mereka timbulkan bagi keluarga karena keadaan nyata mereka. Dengan rasa salah dalam hati dan ditambah lagi dengan adanya penolakan, yang ada hanyalah penyesalan, mengapa hidup? DI sini, manusia tertekan dan tidak bebas lagi membuat keputusan dan terpaksa memilih mati saja. Banyak orang tua bunuh diri di negara maju karena sikap masyarakat yang memperlakukan orang tua sebagai beban masyarakat. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa di balik topeng upaya rasionalisasi untuk melegalisasi euthanasia, tersembunyi motivasi yang mengerikan, yaitu “marjinalisasi” kehidupan, penghilangan makna kehidupan dan kematian itu sendiri. &lt;br /&gt;Pada titik ini, mesti disadari bahwa moral Kristen berhadapan dengan sebuah kesulitan besar untuk memberikan motivasi yang meyakinkan kepad amereka yang tidak lagi percaya pada penderitaan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Demikian juga, kepada mereka yang tidak lagi mampu menangkap nilai dari penderitaan dan pelayanan kasih kepada manusia yang menderita. Di sinilah titik temu moral kristiani dengan etika medis.&lt;br /&gt;Pelayanan kasih merupakan sentral pemahaman dan komitmen moral kristiani dalam pelayanan terhadap kehidupan. Kehidupan diterima sebagai pemberian dan karenanya mesti diperlakukan dengan hormat, syukur, dan bertanggungjawab. Sakit dan penderitaan adalah bagian integral dari kehidupan. Dalam Kristus, manusia menemukan makna dan nilai penderitaan walaupun penderitaan itu pada dirinya adalah negative. Karena itu, kesengajaan untuk mengambil atau menghabisi kehidupan seseorang, tidak dapat dibenarkan oleh moral kristiani. Euthanasia positif ditolak dan dinilai immoral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pendapat Pro-Kontra Euthanasia&lt;br /&gt;C.1. Pendapat yang mendukung Euthanasia:&lt;br /&gt;a. Kehidupan seseorang yang menderita sakit terminal, tidak lagi bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat. Dia juga tidak lagi memiliki tugas-tugas yang dapat dia jalankan bagi dirinya maupun bagi orang lain. Memperpanjang masa hidupnya (masa sakitnya), tidak member manfaat apa-apa selain beban baginya dan bagi orang lain. Karenanya, masuk akal kalau kehidupannya dihentikan saja.&lt;br /&gt;b.  Dalam menghadapi dua hal jahat, orang mesti memilih kejahatan yang lebih ringan. Memperpanjang penderitaan seseorang merupakan suatu kejahatan yang lebih berat dibandingkan dengan menghentikan kehidupan seseorang.&lt;br /&gt;c. Adalah tidak manusiawi dan tidak masuk akal bila memperpanjang hidup seorang pasien terminal sementara dia sendiri tidak menghendakinya lagi.&lt;br /&gt;d.  Mereka yang tidak percaya akan Allah, sah saja mengatakan bahwa mereka adalah tuan atas kehidupan mereka sehingga dapat dengan bebas memutuskan sendiri untuk menghentikan kehidupan.&lt;br /&gt;e.  Kebebasan orang untuk berbuat sesuatu hendaknya tidak dibatasi.&lt;br /&gt;f.  Euthanasia positif sukarela adalha tindakna belaskasih terhadap keluarga dan masyarakat karena dengan itu, pasien memilih untuk tidak membebani keluarganya dengan memperpanjang masa penderitaannya karena akan memakan biaya dan tenaga.&lt;br /&gt;g.  Orang beriman percaya bahwa Allah yang menganugerahkan kehidupan. Tetapi, tidak berarti bahwa kita tidak boleh mengintervensi kehidupan kita, karena Allah mempercayai kita sebagai pemelihara kehidupan. Jadi, masuk akal bahwa Allah tidak menghendaki kita menderita secara tidak perlu dan kita dapat mengakhiri penderitaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.2. Pendapat yang menolak Euthanasia:&lt;br /&gt;a.  Tradisi Barat dan filsafat Teistis, menolak pembunuhan langsung. Argumen dasarnya adalah bahwa Allah adalah penguasa langsung kehidupan manusia. Kita hanya mengatur dan memelihara kehidupan kita, tetapi kita bukanlah pemiliknya.&lt;br /&gt;b.  Manusia sebagai makhluk rasional adalah dasar dari moralitas. Dibenarkan bahwa manusia mengintervensi kehidupannya demi meningkatkan mutu dan peluang hidup. Tidaklah bijaksana menghentikan penderitaan dengan mengakhiri kehidupan. Lebih masuk akal, bila intervensi itu dimaksudkan untuk menghilangkan sakit dan penderitaan serta bukan membunuh pasien. Dalam hal ini, sekarang sudah muncul banyak obat medis untuk menghilangkan rasa sakit itu.&lt;br /&gt;c.  Menyebut euthanasia positif mengandaikan bahwa si pasien dengan bebas dan sukarela, meminta untuk mati. Demi menghindari kesalahpahaman dan penyimpangan maka sebaiknya si pasien mengajukan permintaan tertulis dan ditandatangani di hadapan saksi. Pertanyaannya, apakah pasien tersebut sungguh berada dalam posisi bebas dan mampu menyatakan serta mengevaluasi kehidupannya sehingga dengan rela pula meminta untuk mengakhiri kehidupannya? Jadi, persoalannya persis menyangkut kebebasan utnuk menyatakan keinginannya. Dapatkah dijamin bahwa di sana tidak ada tekanan, dan penciptaan kondisi marjinal bagi si pasien sehingga dia merasa terbuang, tidak berguna, dan frustasi?&lt;br /&gt;d.  Waktu bagi injeksi mematikan biasanya ditentukan. Hal itu persis sama dengan eksekusi hukuman mati. Banyak negara menolak hukuman mati karena tidak manusiawi. Adalah kejam sekali bila menentukan kapan seseorang harus mati, apalagi jika memberitahukannya kepada pasien itu.&lt;br /&gt;e.  Siapa yang harus menentukan dan mengatur injeksi mematikan? Pelaku mestinya bukan dokter karena hal itu bertentangan dengan sumpah profesinya.&lt;br /&gt;f.  Euthanasia positif adalah tidak manusiawi. Euthanasia positif itu tidak sama dengan “mati dengan hormat dan tenang”. Kemungkinan kejahatan di dalamnya berkaitan dengan legalisasi euthanasia, akan menghantui dan menakutkan bagi orang-orang usia lanjut karena jika mereka sakit, maka itulah kesempatan mengeksekusi mereka dan mengeliminasi mereka dari kehidupan dan lingkungan sosial. Adalah lebih manusiawi jika membiarkan alam kehidupan berjalan apa adanya, dan jika kematian datang, biarlah dia datang, tanpa ada campur tangan manusia atau kuasa manusia untuk mengontrolnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-6357011863853436233?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/6357011863853436233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/05/euthanasia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/6357011863853436233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/6357011863853436233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/05/euthanasia.html' title='EUTHANASIA'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-5775684875940861897</id><published>2009-05-08T21:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T21:26:14.069-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>BUNUH  DIRI? JALAN KELUARKAH?</title><content type='html'>Perkembangan kehidupan manusia menghadirkan sebuah situasi yang kontradiktif. Ketika masyarakat dunia modern mencapai tingkat kemajuan sosial-ekonomi dan teknologi yang tinggi, tingkat presentasi problem kemanusiaan tidak menunjukkan grafik penurunan. Justru kemajuan itu kerap memunculkan problem-problem kemanusiaan yang baru dan lebih rumit. Budaya hidup manusia modern, sering ditandai dengan budaya persaingan dalam pencapaian tingkat kemajuan hidup. Tak jarang, tidak sedikit orang yang gagal bersaing dan tidak mampu mewujudkan impian mereka. Kegagalan itu kerap kali membuat banyak orang menjadi putus asa dan menganggapnya sebagai akhir dari segalanya. Persaingan yang semakin keras juga melahirkan sebuah keprihatinan baru, yaitu melemahnya intensitas relasi antar pribadi yang menyusutkan pengalaman kasih dan keakraban antar pribadi manusia. Tidak adanya lagi kehangatan kasih, membuat banyak orang merasa ditinggalkan dan kesepian. Kecondongan batin itu menggerakkan banyak orang pada derita batin yang mendalam. Derita batin itu akan membuat orang menjadi putus asa dan tidak mampu lagi melihat makna kehidupannya secara jernih. Orang tidak lagi menyadari eksistensinya di dunia ini sebagai anugerah Allah yang luhur dan suci. Suasana umum dunia yang seperti itulah yang kerap menjadi latar belakang dan penyebab terjadinya bunuh diri. Paper ini akan melihat lebih dalam lagi tentang fenomena Bunuh Diri dan sekaligus ingin menunjukkan sejumlah penilaian moral atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Apa itu Bunuh Diri?&lt;br /&gt;Bunuh Diri adalah tindakan seseorang yang menghabisi hidupnya sendiri atas dasar otoritasnya sendiri (direct suicide). Definisi itu dapat kita telaah ke dalam beberapa unsur berikut: &lt;br /&gt;1. Bunuh Diri adalah tindakan seseorang. Seseorang yang dimaksud adalah seorang manusia. Mari kita fokuskan perhatian pada kata “tindakan”. Manusia selalu melakukan berbagai tindakan untuk mewujudkan gagasan-gagasan hidupnya dengan caranya yang khas. Kekhasan cara tersebut yang membuat tindakan-tindakan manusia, menjadi berbeda satu dengan lainnya. Apa yang menjadi tindakan manusia adalah khas dan menunjukkan bahwa dirinya adalah manusia. Berikut adalah tindakan-tindakan yang dapat dikatakan sebagai cirri khas manusia (makhluk hidup):&lt;br /&gt;a. Asimilasi: Manusia berkembang dan mengembangkan diri dengan mengubah apa yang dimakan dan dicerna menjadi substansinya sendiri. Yang tergolong dalam tindakan asimilasi ini juga adalah tindakan manusia untuk memperbaiki dan memulihkan luka-lukanya sendiri.&lt;br /&gt;b. Reproduksi: Kemampuan untuk melipatgandakan diri dan membentuk bibit-bibit baru (keturunan).&lt;br /&gt;c. Bereaksi: Manusia juga dapat bereaksi atas pengaruh-pengaruh yang diterimanya dan atas keadaan-keadaan yang sedang dialaminya.&lt;br /&gt;d. Menyadari : Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lain dan benda mati. Manusia senantiasa memiliki kesadaran untuk melakukan sesuatu. Kesadaran itu menjadi landasan bagi manusia untuk berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bunuh Diri sebagai tindakan yang menghabisi kehidupan sendiri.&lt;br /&gt;Bunuh Diri adalah sebuah kejahatan. Sebab, tindakan ini memiliki tujuan akhir untuk menghancurkan kehidupan. Meskipun kehidupan yang dihancurkan itu adalah kehidupan si pelaku sendiri dan bukan orang lain, tetap saja itu memiliki inti tindakan yang sama, yaitu tidak menghargai kehidupan.&lt;br /&gt;3. Bunuh Diri sebagai tindakan yang dilakukan atas dasar otoritas sendiri. &lt;br /&gt;Sebuah tindakan disebut tindakan bunuh diri bila tindakan itu dilakukan atas dasar kemauan si pelaku sendiri. Jika tindakan itu dilakukan oleh seseorang atas perintah otoritas yang berkuasa, maka itu tidak dapat disebut sebagai bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara psikologis, diketahui bahwa kecenderungan bunuh diri terdorong oleh adanya keinginan manusia untuk bebas dari segala macam beban atau konflik hidup. Si pelaku merasa tidak berdaya dalam mengelola serta menghadapi problem-problem itu. Dia mengalamai kesendirian dan keterisolasian dari dunia pergaulannya. Ia menjadi merasa tidak berguna dan merasa hanya menjadi beban bagi orang lain. Karenanya, bunuh diri kerap dilihat sebagai jalan terakhir yang tepat untuk membebaskan diri dari segala perasaan ketertekanan itu. Data real di lapangan menunjukkan bahwa pria lebih banyak bunuh diri daripada wanita; warga kota lebih banyak bunuh diri dibanding  orang desa; para manula lebih banyak bunh diri daripada anak-anak muda; dan manusia dunia maju lebih banyak bunuh diri daripada manusia di dunia ketiga.&lt;br /&gt; Bagaimana dengan para filsuf? Para filsuf juga mencoba berpendapat tentang bunuh diri. Para filsuf yang menolak adanya bunuh diri adalah Aristoteles dan Immanuel Kant. Menurut Immanuel Kant, bunuh diri tidak layak dilakukan karena bunuh diri adalah penghancuran terhadap subyek moral dan juga sekaligus penghancuran terhadap moralitas itu sendiri. Namun, ada juga filsuf yang mendukung bunuh diri, seperti David Hume dan para filsuf Stoa. Di zaman modern ini, para pendukung euthanasia menyetujui bunuh diri sebagai wujud otonomi dan kebebasan pribadi terhadap hidupnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bagaimana dengan Moral Katolik?&lt;br /&gt;Secara tegas, Moral Katolik menolak Bunuh Diri, dan menilainya sebagai sebuah KEJAHATAN BESAR.&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Berikut alasan penolakannya.&lt;br /&gt;B.1. Manusia bukanlah Tuan yang memiliki kehidupan.&lt;br /&gt; Meskipun manusia menjalani suatu kehidupan yang ada padanya, kehidupan itu sendiri bukanlah sesuatu yang dicapai berkat upaya mausia itu sendiri. Akan tetapi, kehidupan adalah sesuatu yang diterimanya dan berada di luar kuasa kebebasannya. Karena itu, manusia tidak bisa menyatakan “menerima” atau “menolak” terhadap kehidupan ini. Teologi agama monoteis mengajarkan bahwa Allah-lah yang menciptakan manusia, dan menganugerahkan kehidupan kepada manusia itu. Kehidupan adalah milik Allah. Peran manusia terhadap kehidupan hanyalah sebatas memelihara, mengembangkan dan memajukan kehidupan agar mencapai kepenuhannya. &lt;br /&gt; Menyia-nyiakan kehidupan adalah tanda ketidaksetiaan dan pengingkaran manusia terhadap peranannya dan bentuk perlawanan terhadap Allah sebagai pemilik kehidupan. Karena itu, bunuh diri adalah tanda nyata dari keputusasaan dan ketidaksetiaan kepada Allah.  Bunuh Diri menjadi tanda pemberontakan dan menjadi suatu ekspresi otonomi yang merusak terhadap Allah. Maka dari itu, bunh diri tidak dapat dibenarkan.&lt;br /&gt;B.2. Kewajiban dan Tanggungjawab Masyarakat&lt;br /&gt; Dalam banyak kasus bunuh diri, umumnya masyarakat dan lingkungan terdekatlah yang dipersalahkan karena si pelaku bunuh diri terkondisikan dalam situasi dan pengalaman hidup yang berat tak terpikulkan yang menyebabkannya putus asa dan terhalang untuk melihat kehidupan secara positif dan optimistic. Bunuh diri adalah tanda nyata kegagalan masyarakat dalam mewujudkan keadilan dan dalam memberikan perhatian kasih kepada mereka yang putus asa dan menderita. Bunuh diri sering menjadi bentuk protes dan sekaligus meminta perhatian terhadap orang-orang sekitar agar memperhatikan dan membantu.&lt;br /&gt; Untuk itu, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan bahwa bunuh diri bukanlah ekspresi kebebasan, akan tetapi merupakan tanda kehilangan kebebasan. Kebebasan yang dimaksudkan di sini adalah kondisi dasar bagi otonomi manusia dalam mengembangkan dan memajukan kehidupan menuju kepenuhannya.&lt;br /&gt;B.3. Keterkaitan Kehidupan satu sama lain&lt;br /&gt; Sering banyak orang berpikir bahwa kehidupannya adalah semata-mata urusannya sendiri, terpisah dan tak terkait dengan kehidupan orang lain sehingga apa yang dilakukan terhadap dirinya sendiri, tidak akan mempengaruhi orang lain. Bunuh Diri seringkali dilandasi oleh keyakinan yang macam itu. Padahal, sesungguhnya tidaklah demikian kenyataannya. Hakekat manusia sebagai makhluk sosial menjadi landasan bagi suatu kebenaran bahwa kehidupan manusia itu saling berhubungan dan saling terkait satu sama lain. Apa yang terjadi para seseorang akan juga mempengaruhi orang lain. &lt;br /&gt; Karena itu, sebenarnya setiap manusia secara tertentu memiliki dan mengemban tanggung jawab atas kehidupan orang lain. Tindakan bunuh diri jelas akan meninggalkan beban derita dan tanggungjawab moral bagi orang lain. Bagi si pelaku bunuh diri, tindakannya itu menjadi tanda ketidakpeduliannya terhadap kepentingan bersama dan tanggung jawab orang lain dalma satu kesatuan kehidupan. Bunuh diri berarti mengingkari keberadaan dan tanggung jawab sesame. Atau dengan kata lain, Bunuh diri merupakan suatu pengingkaran akan hakekat sosial manusia.&lt;br /&gt;B.4. Bunuh Diri adalah Pelanggaran terhadap Tugas Mencintai dan Mengejar Kesempurnaan Hidup.&lt;br /&gt; Pelaku bunuh diri membuang peluang dan kesempatan untuk terus bertumbuh dan berkembang sebagai pribadi. Ia menolak untuk terus bertumbuh menuju tingkat kesempurnaan yang dapat dicapainya dalam hidup. Bunuh diri menyebabkan dia kehilangan kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri.&lt;br /&gt;B.5. Bunuh Diri sebagai Protes terhadap Kejahatan Sosial Politik&lt;br /&gt; Bunuh diri sering juga dipraktekkan sebagai suatu bentuk perlawanan dan pemberontakan terhadap suatu regim atau dictator yang jahat dan kejam. Bagi para pelaku, mati adalah lebih baik dairpada membiarkan diri menyerah dan diperlakukan sewenang-wenang oleh rejim dictatorial. Dalam kasus ini, bunuh diri dilakukan untuk mengingatkan rezim itu bahwa si pelaku bunuh diri bukanlah orang yang tega dan senang mengorbankan kehidupan orang lain, seperti halnya si penguasa rezim, tetapi ia lebih senang mengorbankan diri sendiri demi perwujudan suatu situasi hidup sosial politik yang manusiawi. Kasus lain yang terkait dengan pemahaman bagian ini adalah kasus di mana orang melakukan aksi kekerasan pembunuhan dengan juga membiarkan dirinya terbunuh. Aksi seperti ini kerap menjadi pilihan perjuangan bagi para teroris.&lt;br /&gt; Apapun alasannya, suatu tindakan menghilangkan kehidupan sendiri ataupun kehidupan orang lain adalah sesuatu yang tidak dibenarkan secara moral. Tujuan yang ingin diperjuangkan tidak akan pernah membenarkan cara yang dipakai itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; C. Gereja Katolik dan Bunuh Diri&lt;br /&gt; Gereja Katolik secara tegas menolak dan tidak membenarkan tindakan bunuh diri. Dulu, Gereja pernah melarang pelayanan liturgis-sakramental bagi orang yang bunuh diri. Tetapi, sekarang ini, hal itu tidak lagi disebutkan secara eksplisit sebagai bunuh diri. Dalam Kanon 1184, dikatakan bahwa: (1) Tidak boleh diberi pemakaman gerejawi, kecuali jika sebelum meninggal, menampakkan sekedar tanda-tanda tobat. Mereka yang mendapatkan perlakuan ini adalah: a. Mereka yang nyata-nyata murtad, mengikuti bidaah dan skisma; b. Mereka yang memilih kremasi jenazah mereka demi alasan yang bertentangan dengan iman kristiani; c. Pendosa-pendosa public lainnya yang tidak dapat diberi pemakaman gerejawi tanpa menimbulkan sandungan bagi kaum beriman.&lt;br /&gt;(2) Jika ada keragua-raguan, hendaknya Ordinaris Wilayah dihubungi, yang keputusannya harus dituruti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di lain pihak, Gereja Katolik menjunjung tinggi dan menghargai orang-orang yang mengorbankan hidupnya demi kehidupan orang lain atau demi kebaikan banyak orang serta demi iman. Hidup memang merupakan nilai tertinggi, tetapi nilai hidup bukanlah segalanya. Orang bahkan dituntut untuk mengorbankan hidupnya demi orang lain. Tokoh seperti Mazimilan Maria Kolbe, merupakan model dari orang yang menyerahkan hidupnya demi kebaikan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-5775684875940861897?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/5775684875940861897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/05/bunuh-diri-jalan-keluarkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/5775684875940861897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/5775684875940861897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/05/bunuh-diri-jalan-keluarkah.html' title='BUNUH  DIRI? JALAN KELUARKAH?'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-98982053568752648</id><published>2009-04-21T04:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T04:18:57.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>Aborsi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABORSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;A. Masalah Pokok dalam Aborsi&lt;br /&gt;Aborsi dapat didefinisikan sebagai pengeluaran janin bayi dari rahim secara paksa. Secara esensial, aborsi menjadi suatu tindakan yang dikecam oleh ajaran moral maupun agama. Namun, dalam prakteknya, kecaman tersebut masih belum terlihat total. Masing-masing lembaga memiliki versinya masing-masing dalam hal pelarangan aborsi, terlebih tentang kapan tepatnya suatu aborsi tidak boleh dilakukan. Jika melihat secara seksama, hal pokok yang menjadi perdebatan seputar aborsi, yaitu “kapan  kehidupan manusia itu dimulai?”&lt;br /&gt;a.1. “Kapan kehidupan manusia itu dimulai?”&lt;br /&gt; Berikut adalah  sejumlah pendapat mengenai jawaban atas pertanyaan itu:&lt;br /&gt;1. Konsepsi&lt;br /&gt;Sebuah kehidupan dimulai saat sel sperma bersatu dengan sel telur. Persatuan itu akan berkembang menuju kelahiran manusia. Kelompok yang memiliki pendapat ini adalah Gereja Katolik. Menurut Gereja Katolik, betapa pentingnya bagi setiap orang untuk menghormati kehidupan manusia, termasuk manakala secara fisik, kehidupan itu masih terwujud dalam bentuk embrio. Dokumen Gereja “Donum Vitae” mengajarkan secara lebih tegas bahwa setiap fase hidup manusia sejak konsepsi, haruslah dihormati.&lt;br /&gt;2. Kehidupan ada saat mulai adanya getaran syaraf.&lt;br /&gt;Pandangan ini menyatakan bahwa kehidupan dimulai ketika saraf mulai berfungsi dan getaran saraf dapat dideteksi. Dasar pandangan ini adalah bahwa kematian merupakan berhentunya aktivitas otak. Dengan kata lain, kelompok ini menyatakan bahwa kehidupan dimulai sejak berfungsinya otak.&lt;br /&gt;Pandangan ini memperbolehkan aborsi bila dilakukan sebelum hari ke-20 kehamilan.&lt;br /&gt;3. Bergeraknya fetus&lt;br /&gt;Kehidupan mulai dengan bergeraknya fetus dalam rahim ibu. Gerakan itu dapat dirasakan oleh sang ibu. Pandangan ini memperbolehkan aborsi bila dilakukan sebelum bulan ke-4 kehamilan.&lt;br /&gt;4. Viabilitas&lt;br /&gt;Pandangan ini menegaskan bahwa kehidupan manusia dimulai bila janin dinilai telah mampu hidup di luar rahim ibunya. Pandangan ini menjadi landasan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada tahun 1973 dalam menetapkan bahwa Negara dapat melarang aborsi bila fetus itu telah dinilai dapat hidup di luar rahim ibunya. Itu berarti bahwa aborsi diperbolehkan bila dilakukan sebelum bulan ke-6 kehamilan.&lt;br /&gt;5. Kelahiran&lt;br /&gt;Pandangan ini menyatakan bahwa kemanusiaan baru muncul saat janin itu dilahirkan. Saat ia sudah dilahirkan, maka saat itulah ia menjadi manusia yang independen. Kelompok yang memiliki pendapat ini adalah kelompok yang memperbolehkan aborsi dilakukan pada usia kehamilan berapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sejarah Singkat Aborsi&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah hidup manusia, aborsi dipakai sebagai salh satu metode pengaturan kelahiran. Pengaturan kelahiran dalam konteks aborsi bukanlah pencegahan kehamilan, tetapi menggugurkan/mengeluarkan janin yang sudah ada dalam rahim ibu. Debat moral tetnang aborsi sudah dimulai sejak zaman Yunani kuno. Plato dan Aristoteles menerima aborsi karena mencegah pertumbuhan penduduk yang berlebihan di polis-polis Yunani kuno. Tetapi, mereka tidak sepenuhnya menerima. Aristoteles menolak aborsi setelah janin mulai bergerak dalam rahim. Kitab Hukum bangsa Sumer, melarang keras aborsi dan menerapkan hukuman yang keras bagi mereka yang menggugurkan janin yang belum lahir. Sumpah Hipocrater juga menegaskan untuk tidak membantu seorang wanita yang ingin melakukan aborsi.&lt;br /&gt;Pada masyarakat Romawi, secara hukum, aborsi tidak menjadi masalah. Itu baru menjadi masalah bila aborsi dilakukan tanpa persetujuan suami. Pada abad kedua Masehi, muncul gerakan anti aborsi karena terjadi kemerosotan jumlah pertambahan penduduk. Dari sana, kekaisaran romawi menerapkan hukum anti aborsi yang sangat keras sebagai medium untuk menghentikan kemerosotan moral dan untuk memperkuat bangsa. Sikap Yahudi dan Kristiani adalah sangat menentang keras praktek aborsi.&lt;br /&gt;Sejak PD II, praktek aborsi secara diam-diam marak di Amerika Serikat dan di banyak tempat lain di dunia ini. Praktek itulah yang makin mendorong para kaum pro aborsi untuk mendesak pengadilan membatalkan larangan terhadap aborsi. Pada tahun 1973, aborsi dilegalkan di Amerika Serikat. Untuk usia kandungan tiga bulan pertama, keputusan aborsi diserahkan kepada penilaian medis dari dokter yang menangani wanita hamil itu. Sedangkan pada usia kandungan di atas 6 bulan, Negara dapat melarang aborsi karena pada usia kehamilan itu, janin sudah dinilai dapat hidup di luar rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Aborsi dan Pembunuhan Janin (Infantisida)&lt;br /&gt;Aborsi dan Infantisida adalah dua istilah yang berbeda. Aborsi adalah penghentian kehamilan atau pengguguran kandungan sebelum kandungan mencapai usia dapat hidup di luar rahim (5-6 bulan). Sedangkan Infantisida adalah tindakan pembunuhan janin dalam rahim setelah janin tersebut mencapai usia dapat hidup di luar rahim.&lt;br /&gt;Aborsi ada dua macam, yaitu aborsi alamiah dan aborsi yang disengaja. Aborsi alamiah: kematian janin sama sekali bukan karena kehendak pihak lain, tetapi terjadi secara alamiah. Aborsi yang disengaja: aborsi yang dilakukan kerena kehendak pihak lain dan dilakukan berkat campur tangan pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Argumen Pro-Kontra Aborsi&lt;br /&gt;KONTRA- ABORSI PRO-ABORSI&lt;br /&gt;1. Embrio atau janin adalah kehidupan manusia. Aborsi secara moral adalah jahat karena mengambil kehidupan manusia. 1. Embrio bukanlah kehidupan manusia.&lt;br /&gt;2. Agar menjadi sah, maka UU harus lahir dari prinsip yang kuat dan teguh, yaitu penghargaan terhadap kehidupan manusia. 2.Fungsi UU adalah melindungi wanita dari pelaku aborsi yang tidak ahli dan melindungi dokter dari pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;3. Mengambil kehidupan yang belum lahir adalah tindakan amoral. 3.Janin adalah seorang pengacau ke dalam kehidupan si wanita.&lt;br /&gt;4. Janin bukanlah bagian dari diri ibu, tetapi unsur yang terpisah dari ibu dengan hak-haknya sendiri. 4.Janin adalah bagian dari tubuh ibu dan tidak lebih dari itu.&lt;br /&gt;5. Hak janin yang belum lahir adalah lebih utama dari hak ibu dalam mengontrol tubuhnya. 5.Hak wanita lebih besar dari janin dan secara moral, adalah benar bila wanita dianjurkan untuk menjalankan haknya untuk tidak hamil sebelum dia menghendakinya.&lt;br /&gt;6. Aborsi secara moral adalah salah dan UU harus mengikuti moralitas. 6.Agama-agama memaksakan kepercayaannya berkaitan dengan aborsi. Hal ini tidak dapat dibenarkan dalam masyarakat pluralistic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Konflik-Konflik Nilai dalam Aborsi&lt;br /&gt;Saat ini, tidak semua Negara melarang adanya aborsi. Beberapa pihak melegalkan aborsi. Pelegalan aborsi ini tidak serta merta mengubah moralitas aborsi itu sendiri. Jika keputusan mayoritas mengizinkan dilakukannya tindakan aborsi, itu tidak membuat aborsi dapat dipandang sebagai suatu tindakan yang bermoral. Tetap saja, aborsi merupakan tindakan amoral. &lt;br /&gt;Pada bagian ini, kita akan melihat sejumlah argument yang sering diajukan untuk membenarkan tindakan aborsi. Semua argument itu berkaitan dengan perbandingan nilai antara kehidupan fetus yang masih berkembang dengan sejumlah nilai lainnya. Pemahaman yang harus dimiliki adalah bahwa dalam sebuah situasi di mana hanya ada satu nilai yang harus dipertahankan dari sekian banyak nilai yang ada, pilihan logis dan yang lebih bermoral-lah yang harus dipilih. Hukum moral itu rasional dan tidak memperbolehkan kita mengambil tindakan yang tidak rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.1. Kehidupan Sang Ibu &lt;br /&gt; Dalam sejumlah kasus, kehidupan ibu dapat dibahayakan bila kehamilan diteruskan. Salah satu contohnya adalah dalam kehamilan ektopis. Maksudnya adalah bahwa sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke dalam rahim tapi ke dalam saluran telur dan berkembang di sana. Dalam situasi yang demikian, embrio jelas tidak mungkin dapat bertahan hidup dan hal itu akan menyebabkan pendarahan yang membahayakan kehidupan sang ibu. Situasi ini merupakan salah satu contoh kasus di mana satu kehidupan berada dalam kondisi yang berlawanan dengan kehidupan lainnya. Hanya kehidupan ibu yang bisa diselamatkan sehingga tidaklah dapat diterima jika janin itu tidak dapat dipindahkan karena jika tidak dilakukan, maka kedua-duanya akan mati.&lt;br /&gt; Maka, aborsi boleh dilakukan dengan pertimbangan bahwa lebih baik menyelamatkan satu kehidupan daripada keduanya binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.2. Kesehatan Ibu&lt;br /&gt; Mari kita lihat kasus aborsi terapeutis. Dalam kasus ini, kehidupan janin bertentangan dengan kesehatan sang ibu yang mengandung. Para pendukung aborsi terapeutis berargumen bahwa kesehatan ibu yang hamil lebih penting daripada kehidupan janin. Kesehatan fisik menjadi yang lebih utama dalam kasus ini. &lt;br /&gt; Ada sejumlah persoalan berkaitan dengan pandangan ini. Pertama, kehidupan manusia jauh lebih penting daripada sekedar kesehatan fisik. Karena itu dipertanyakan, apakah aborsi perlu dijalankan demi kesehatan? Sakit yang tidak berkaitan dengan kehamilan, tidak harus disembuhkan dengan aborsi. Kehidupan janin adalah nilai yang lebih besar daripada sekedar kesehatan fisik yang dapat diusahakan dengan obat-obat medis.&lt;br /&gt;Kedua, kesehatan mental kurang dapat diterima sebagai alasan untuk melakukan aborsi. Kehamilan normal dari wanita yang menikah, bukanlah penyakit dan tidak menyebabkan gangguan mental. Misalkan, seorang wanita muda yang stress karena takut menghadapi kehamilan pertama. Untuk mengatasi stress itu, ia ingin mengaborsi anaknya. Alasan ini tidak dapat diterima. Sebab, stress-nya wanita itu, tidak membahayakan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.3. Perkosaan dan Incest&lt;br /&gt; Apakah aborsi diperbolehkan pada wanita korban perkosaan dan incest?&lt;br /&gt;Menurut pandangan umum, seorang wanita yang hamil akibat perkosaan atau incest merupakan korban dari kekejaman dan kekerasan yang tidak manusiawi. Kerusakan mental dan penderitaan batin merupakan akibat langsung dari kehamilan yang terjadi secara terpaksa itu. Sering diajukan bahwa dalam kasus-kasus tragis seperti itu, nilai kesehatan mental dari wanita korban perkosaan, merupakan hal yang paling penting untuk diupayakan dan dapat dicapai dengan aborsi. Meneruskan kehamilan berarti membuat wanita itu menderita akibat trauma kekerasan yang dilakukan terhadapnya. Dengan kata lain, kesehatan mental korban perkosaan lebih penting dari kehidupan janin. Dalam kasus ini, janin dipandang sebagai seorang aggressor terhadap keutuhan dan kehidupan pribadi si wanita. Jika hanya aborsi yang menjadi jalan satu-satunya untuk mempertahankan nilai pribadi dan kemanusiaan si wanita itu, maka aborsi dapat dibenarkan. &lt;br /&gt; Bagaimana pandangan moral berkomentar?&lt;br /&gt; Janin yang muncul dalam korban perkosaan bukanlah aggressor. Yang menjadi aggressor adalah si pelaku perkosaan itu sendiri. Dalam situasi itu, janin adalah sama dengan si wanita. Mereka adalah korban yang tak bersalah. Karena itu, janin tidak dapat dibunuh dengan tuduhan sebagai aggressor. Jika diadakan perbandingan nilai antara kehidupan janin dengan pemulihan psikologis wanita melalui aborsi, maka kehidupan manusia jelas-jelas secara obyektif tetaplah lebih tinggi daripada nilai yang ingin dicapai wanita melalui aborsi itu. Dalam kasus ini, harus dicari upaya alternative untuk menolong korban, yaitu dengan penanganan religius, psikologis, dan social serta menyiapkan adopsi bila wanita tidak ingin memelihara bayi hasil perkosaan itu. Dengan kata lain, moral tetap melarang adanya aborsi untuk kasus-kasus seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.4. Aborsi Eugenis&lt;br /&gt; Argumen yang diajukan oleh para pendukung aborsi eugenic adalah bahwa lebih baik bagi seorang bayi untuk tidak lahir daripada lahir dengan beban fisik yang cacat berat seumur hidup. Karena itu, aborsi dibenarkan bila ditemukan sejumlah kerusakan fisik pada janin yang sedang berkembang dalam rahim ibu.&lt;br /&gt; Bagaimana dengan pandangan moral?&lt;br /&gt;Ada dua nilai yang dipertentangkan, yaitu mempertahankan kehidupan bayi, dan membebaskan bayi dari penderitaannya sebagai bayi yang nantinya cacat. Aborsi eugenic dilakukan tidak demi si janin yang cacat karena tidak membawa keuntungan atau kesembuhan bagi si janin itu sendiri, tapi hanya untuk mengakhiri kehidupannya. Cacatnya si janin itu, bukanlah alasan untuk menghancurkan kehidupan mereka yang baru saja dimulai. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa banyak anak cacat yang mampu menikmati kehidupan mereka sesuai kemampuannya dengan gembira. Bahkan, sejumlah dari mereka menjadi orang yang berprestasi dan berperanan penting. Kodrat social manusia mewajibkan setiap orang untuk memperhatikan dan memelihara mereka yang cacat. Karena itu, aborsi eugenic tidak pernah dapat dibenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.5. Aborsi dan wanita yang tidak menikah&lt;br /&gt; Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa kebanyakan wanita pelaku aborsi adalah mereka yang mengalami kehamilan di luar nikah. Alasan permintaan aborsi mereka adalah bahwa mereka tidak mau dibebani tanggung jawab akibat hubungan seksual pra-nikah yang mereka lakukan. Pada kasus ini, aborsi dilakukan untuk mengatur kelahiran. Kelompok pro-aborsi setuju bahwa aborsi harus dilakukan agar tidak menyebabkan derita batin bagi para gadis remaja itu. &lt;br /&gt; Pandangan moral jelas menyatakan bahwa aborsi bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah itu. Janin hasil seks pra-nikah tetap harus dipertahankan untuk lahir. Dan, ketika lahir, bila sang wanita tidak siap merawatnya, maka adopsi menjadi jalan yang lebih bermartabat dibandingkan aborsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Gereja Katolik dan Aborsi&lt;br /&gt; Aborsi bukanlah isu tunggal, tetapi terkait dengan penghargaan terhadap kehidupan yang harus dihargai sejak terjadinya konsepsi; penghargaan terhadap status hidup janin; penghargaan terhadap kesejahteraan ibu yang mencakup kemampuan untuk hamil dan melahirkan; serta penghargaan terhadap perlindungan sang ibu dari ancaman penyakit. &lt;br /&gt; Gereja Katolik sudah secara tegas mengajarkan bahwa kehidupan dimulai sejak terjadinya pembuahan. Karenanya, itu harus dihormati dan dilindungi. Aborsi pada dirinya adalah jahat dan tidak netral. Gereja Katolik tetap menegaskan bahwa penghargaan terhadap kehidupan sejak pembuahan adalah nilai yang harus diperjuangkan. Gereja melarang semua bentuk aborsi yang disengaja. Hal itu dikatakan secara nyata dalam dokumen-dokumen Gereja, seperti halnya Humanae Vitae, Donum Vitae, dan Evangelium Vitae. &lt;br /&gt; Lebih lantang lagi, Gereja Katolik mengutuk aborsi karena beberapa alasan berikut:&lt;br /&gt;1. Aborsi adalah tindakan yang melanggar perintah Allah yang ke-5.&lt;br /&gt;2. Pada prinsipnya, semua kehidupan adalah kudus (Donum Vitae art.5)&lt;br /&gt;“Kehidupan manusia adalha kudus karena sejak awal ia membutuhkan kekuasaan Allah pencipta dan untuk selama-lamanya tinggal dalam hubungan khusus dengan Penciptanya. Hanya Allah sajalah Tuhan kehidupan sejak awal sampai akhir. Tidak ada seorang pun yang berhak mengakhiri secara langsung kehidupan manusia yang tidak bersalah.&lt;br /&gt;3. Aborsi adalah kejahatan moral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarahnya, Gereja juga tidak henti-hentinya menentang praktek aborsi. Pada tahun 80 M, para Rasul secara jelas melarang pembunuhan terhadap anak yang baru dilahirkan. Selanjutnya, pada tahun 177 M, Athenagoras menyatakan bahwa umat Kristen menganggap para wanita yang menelan ramuan untuk mengugurkan kandungannya sebagai para pembunuh. Ia mengutuk pembunuh-pembunuh itu. Pada tahun 197 M, Tertulianus dalam Apologeticam menyatakan bahwa mencegah kelahiran adalah melakukan pembunuhan. Pada tahun 374 M, dalam suratnya kepada Uskup Amphilochius, St. Basilius menyatakan bahwa seorang wanita yang dengan sengaja membinasakan janin, haruslah diganjari dengan hukuman seorang pembunuh. Mereka yang memberikan ramuan yang mengakibatkan aborsi juga harus dipandang sebagai pembunuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-98982053568752648?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/98982053568752648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/04/aborsi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/98982053568752648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/98982053568752648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/04/aborsi.html' title='Aborsi'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-5772142606843459423</id><published>2009-03-18T08:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T08:39:16.984-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>SEKELUMIT TENTANG HAK ASASI MANUSIA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Apa itu HAM?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang melekat dalam diri manusia, yang dimiliki manusia bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Hak-hak itu dimiliki manusia pertama-tama karena ia adalah manusia. Sejak seseorang berada dalam rahim ibunya, HAM ini sudah melekat dalam diri orang itu. Di dunia ini, perjuangan penegakan HAM sudah dimulai jauh sebelum abad 20. Namun, baru pada tanggal 10 Desember 1948, melalui piagam PBB tentang HAM, perjuangan penegakan HAM ini mendapatkan legalitasnya, alias diresmikan dan ditetapkan sebagai suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Negara dunia ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hak Asasi Manusia memiliki empat ciri/sifat utama, yaitu:&lt;br /&gt;1. Natural&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan sifat ini adalah bahwa HAM telah melekat sejak awal dalam diri manusia. HAM diberikan langsung oleh Tuhan, dan tidak diberikan oleh Negara. HAM sudah melekat dalam diri manusia sejak ia ada di dalam rahim.&lt;br /&gt;2. Abadi&lt;br /&gt;HAM bukanlah hak-hak yang diberikan atau ditetapkan oleh Negara. HAM muncul secara alamiah dalam diri manusia. Karena itu, Negara tidak memiliki kekuasaan untuk mencabut HAM dalam diri setiap orang. HAM tidak dapat dicabut oleh Negara. Walaupun suatu saat Negara tidak mengakui HAM, tetap saja kenyataan itu tidak dapat menghilangkan HAM dari dalam diri manusia itu sendiri. HAM akan terus ada selama manusia itu hidup di dunia.&lt;br /&gt;3. Universal&lt;br /&gt;Hak-hak asasi merupakan hak yang universal. Artinya, hak-hak itu menyangkut semua orang, berlaku dan harus diberlakukan di mana-mana. Contoh, hak untuk hidup bagi orang-orang Jakarta, juga berlaku bagi orang-orang Afrika. Menyangkal sifat universal HAM berarti menyangkal unsur manusiawi yang terdapat dalam setiap kebudayaan.&lt;br /&gt;4. Kontekstual&lt;br /&gt;Sifat kontekstual HAM terletak pada proses perumusan hak-hak-nya. Perumusan HAM harus memperhatikan konteks budaya suatu masyarakat. Sifat ini tidak menyangkal sifat universal HAM. RUmus dan definisi hak asasi yang ditentukan oleh lingkup budaya tertentu, sebenarnya menjadi jalan untuk membuat orang semakin peka agar jangan sampai ada penderitaan sesama yang tidak diperhatikan dan jangan sampai ada hak seseorang yang dilanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Penggolongan Hak-Hak Asasi Manusia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hak-hak asasi manusia digolongkan ke dalam dua kelompok:&lt;br /&gt;1. Kelompok hak-hak sipil dan politik.&lt;br /&gt;Hak-hak sipil dan politik lebih menyangkut hubungan warga Negara dan pemerintahan. Hak-hak ini ada untuk menjamin setiap orang memperoleh kemerdekaan.&lt;br /&gt;Yang termasuk ke dalam kelompok hak-hak sipil dan politik adalah hak atas hidup, hak kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat, hak kebebasan hati nurani dan beragama, hak kebebasan berkumpul, hak atas kebebasan dan kemampuan dirinya, dan hak atas kesamaan di depan hukum.&lt;br /&gt;2. Kelompok hak-hak ekonomi, social, dan budaya.&lt;br /&gt;Hak-hak ekonomi, social, dan budaya lebih menyangkut hidup kemasyarakatan yang luas. Hak-hak ini ada untuk menjamin setiap orang mempertahankan kemerdekaan.&lt;br /&gt;Yang termasuk ke dalam kelompok hak ini adalah hak mendirikan keluarga, hak atas kerja, hak atas pendidikan, hak atas tingkat kehidupan yang layak, hak atas jaminan waktu sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Hak Asasi dalam Terang Kitab Suci&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari terang Kitab Suci Perjanjian Lama, kita dapat mengetahui bahwa salah satu pengalaman umat Israel yang sangat menentukan sejarah mereka adalah pengalaman pembebasan dari Mesir. Sejarah keselamatan itu ingin berbicara bahwa hak-hak asasi orang Israel yang sudah diinjak-injak oleh Mesir, dikembalikan lagi oleh Tuhan untuk orang Israel. Sejak saat itu, sejarah pembebasan itu menjadi perhatian khusus Tuhan bagi kaum miskin yang tertindas. Pengalaman pembebasan Israel ingin menunjukkan bahwa orang yang miskin dan tak berdaya selalu mendapatkan perhatian khusus dari Tuhan. Maka, karenanya, hak-hak asasi pertama-tama harus diperjuangkan untuk orang yang lemah dan yang tidak berdaya dalam masyarakat. Dasar perjuangan itu adalah tindakan Tuhan sendiri yang melindungi orang yang tidak memiliki kekuatan dan hak yang kuat.&lt;br /&gt;Kitab Suci juga mengajarkan bahwa “Allah membuat manusia menurut citra-Nya sendiri.” Maksudnya, Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang berdaulat. Karenanya, semua hak manusia adalah hak mengembangkan diri sebagai citra Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Hak Asasi dalam Terang Ajaran Gereja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gaudeum et Spes art. 29. menegaskan bahwa kesamaan asasi antara manusia harus senantiasa diakui oleh siapapun. Ada tiga hal yang menjadi alasannya:&lt;br /&gt;a. Karena semua manusia memiliki jiwa yang berbudi, dan diciptakan menurut citra Allah.&lt;br /&gt;b. Karena semua manusia memiliki kodrat dan asal yang sama.&lt;br /&gt;c. Karena penebusan Kristus memiliki panggilan dan tujuan ilahi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, tampak pandangan Gereja tentang hak asasi. Bagi Gereja, hak asasi adalah hak yang melekat pada diri manusia sebagai ciptaan Allah. Karenanya, itu tidak dapat diganggu&lt;br /&gt;gugat dan harus ditempatkan di atas segala aturan hukum. Sebab, kalau hak ini diambil, ia tidak dapat hidup sebagai manusia lagi. Gereja juga mendesak diatasinya dan dihapuskannya setiap bentuk diskriminasi karena itu berlawanan dengan kehendak Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-5772142606843459423?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/5772142606843459423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/03/sekelumit-tentang-hak-asasi-manusia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/5772142606843459423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/5772142606843459423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/03/sekelumit-tentang-hak-asasi-manusia.html' title='SEKELUMIT TENTANG HAK ASASI MANUSIA'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-2191295245143778155</id><published>2009-03-15T07:30:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T07:35:00.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sayur Asam Kehidupan'/><title type='text'>Sebuah Awal....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada awalnya adalah sebuah kisah yang tak mungkin terungkap; kisah sang anak manusia yang tertutur dari setitik cahaya terdalam di hatinya yang terus bertanya; kisah sejati yang takkan pernah terhapuskan oleh tetesan hujan di sore hari; dan kisah yang takkan pernah habis didengarkan oleh rembulan di kegelapan malam. Tak’kan ada insan yang mampu mengerti keindahan ini karena mereka pun tak melihat indahnya sebuah awal. Bahkan, burung-burung Gereja pun kan berkicau terus memohon sang Mentari mengisahkan kisah itu kepadanya. Mereka tak serapuh seperti bulunya untuk menantikan kisah itu. Hingga saatnya nanti, mereka akan berdiam dalam keheningan nanti sambil berujar dalam hatinya, “Tuhan, terima kasih atas kisah yang indah itu.” Tak hanya burung Gereja. Bintang-bintang malam pun akan terus setia bercahaya mendengarkan mimpi-mimpi manusia yang merindukan awal keindahan itu. Meskipun kecil, bintang itu akan terus kuat memancarkan setitik cahayanya hingga burung hantu di dahan cemara itu merasa tak sendirian. Hingga akhirnya, cahaya itu akan hilang seiring kepak sayap sang burung hantu yang meninggalkan pohon cemara itu sendirian di puncak bukit itu.&lt;br /&gt;            Sementara, di ujung jalan itu, sang bunda menyenandungkan nyanyian malam untuk sang Putri di dekapannya. Semilir angin pun akan menerbangkan keindahan senandung itu hingga menimbulkan semarak pada hati yang merana. Sesekali sang buah hati membuka matanya seolah-olah memastikan bahwa ia masih berada di surganya. Suara binatang malam pun menambah syahdunya dongeng kehidupan sang bunda. Dan, di ujung jalan yang lain, seorang anaknya yang lain tersenyum dalam tidurnya ketika mendengar pesan sang angin untuknya, “Nak, bundamu menitipkan doa untukmu.”&lt;br /&gt;            Tuhan, seandainya kegelapan tak perlu ada untuk bisa menemukan terang; seandainya tak perlu ada tangis untuk bisa memahami seuntai senyuman; seandainya hujan tak perlu muncul untuk bisa melihat indahnya pelangi senja; seandainya tak perlu ada perpisahan untuk mengerti indahnya perjumpaan; seandainya tak perlu ada akhir untuk dapat menemukan indahnya sebuah cinta; dan segalanya itu hanyalah seandainya. “Seandainya” yang tak akan pernah berubah menjadi sebuah kepastian, kecuali kematian.&lt;br /&gt;            Tuhan, andaikan kisahku ini dapat diterbangkan oleh sang angin dan dialirkan oleh sang air. Pastilah semua orang kan tercenung merenung sambil bertanya dalam hatinya, “sungguhkah ini sebuah cinta sejati?” Andaikan pula, ia yang ada di ujung jalan sana juga terus mendengarkan dongeng dan impian hatiku. Pastilah tak ada akhir dari sebuah awal. Atau, inikah yang harus terus menjadi pertanyaan hati manusia, “Haruskah jalan lurus ini berakhir di ujung sana?”&lt;br /&gt;            Dan, ia pun hanya akan terus bertanya dalam hati, “Tuhan, salahkah aku karena mencintainya?”  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                                                                                                                                               pada hari ke-8 di bulan desember&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-2191295245143778155?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/2191295245143778155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/03/sebuah-awal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/2191295245143778155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/2191295245143778155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/03/sebuah-awal.html' title='Sebuah Awal....'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-4891322606634453696</id><published>2009-03-15T04:00:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T04:05:25.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>SEKS  PRANIKAH? NO WAY!!!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Seks dan Seksualitas, berbedakah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seksualitas merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Seksualitas dapat didefinisikan sebagai kualitas manusia, perasaan paling dalam, akrab, intim dari lubuk hati paling dalam. Perasaan itu dapat berupa pengakuan, penerimaan dan ekspresi diri manusia sebagai mahluk seksual. Karena itu pengertian dari seksualitas merupakan sesuatu yang lebih luas dari pada hanya sekedar kata seks yang merupakan kegiatan fisik hubungan seksual. Seksualitas merupakan aspek yang sering dibicarakan dari bagian personalitas total manusia, dan berkembang terus dari mulai lahir sampai kematian. Seksualitas menunjuk pada makna keseluruhan diri manusia, dan terus berkembang sepanjang usia hidup manusia. Pandangan tentang seksualitas mencakup siapa kita dan apa yang kita kerjakan. Sedangkan seks hanya menunjuk pada tindakan seksual saja.&lt;br /&gt;Pengertian itu memperlihatkan bahwa sesungguhnya seks hanyalah bagian kecil yang ada dalam pemahaman tentang seksualitas itu sendiri. Pada kenyataannya, orang cenderung menegatifkan pengertian tentang seks itu sendiri. Padahal, yang dibutuhkan pada titik ini adalah pengolahan yang benar akan daya-daya seksual yang muncul dalam diri setiap orang. Ditinjau dari berbagai sudut pandang, baik biologis, psikologis, maupun sosio dan kultural, daya seksualitas mencakup diri sendiri dan individu lain. Seksualitas merupakan proses yang berkesinambungan, yang berubah sesuai dengan usia, sesuai dengan peran yang ada di masyarakat sesuai dengan gender serta interaksi dengan orang lain dan lingkungan. Seksualitas harus di pandang secara keseluruhan dalam konteks kehidupan manusia dan dalam berbagai dimensi. Pengolahan yang benar dari berbagai kacamata berpikir itu, akan mewujudkan sebuah keseimbangan seksualitas yang akan sangat berguna bagi setiap orang. Untuk bisa mencapai keseimbangan itu, orang harus memperhatikan elemen-elemen yang mendukung tercapainya titik tengah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Elemen biologis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. PERKEMBANGAN AWAL&lt;br /&gt;Perbedaan Biologis antara laki-laki dan perempuan ditentukan sejak masa konsepsi. Janin perempuan mempunyai dua kromosom X dari setiap orang tua. Janin laki-laki mempunyai kromosom X dan Y. Kromosom X dari ibu dan Y dari ayah. Awalnya tidak ada perbedaan yang menonjol dari perkembangan janin. Sejak tujuh minggu masa konsepsi, organ seksualitas laki-laki mulai terbentuk karena pengaruh hormon testeteron. Dan pada waktu yang sama organ seksual perempuan mulai terbentuk karena kurangnya testosteron, bukan karena adanya hormon esterogen. Pada masa pubertas, hormon membantu untuk menyempurnakan perkembangan laki-laki dan perempuan. Perempuan mulai menstruasi dan terbentuk ciri seks skunder. Laki-laki mulai membentuk sperma dan ciri seks sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. RESPON SEKSUAL DEWASA&lt;br /&gt;Orang dewasa melakukan hubungan seksual untuk kesenangan dan untuk melanjutkan keturunan. Laki-laki dan perempuan dewasa normal mulai menjalankan peran dan identitas gender yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Elemen psikologis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. IDENTITAS GENDER&lt;br /&gt;Identitas gender merupakan perasaan seseorang menjadi laki-laki atau perempuan, dan mendeskripsikan perasaan seseorang akan sifat kelaki-lakiannya atau kewanitaanya. Peran gender merupakan bagian dari identitas seseorang. Masyarakat mempunyai peran penting dalam perkembangan identitas gender. Begitu bayi lahir langsung memiliki identitas gender. Diberikan baju dan mainan tertentu. Selain itu respon orang dewasa terhadap anak laki-laki dan perempuan berbeda tergantung pada cara dia dibesarkan dan gaya mengasuh anak. Ketika anak tumbuh, ia menyatukan informasi dari masyarakat dan dari persepsi tentang dirinya untuk membangun identitas gender. Pada usia tiga tahun, anak tahu tentang dirinya sendiri, sebagai anak perempuan atau anak laki-laki. Mereka juga tahu bahwa tidak akan dapat mengubah seks dengan mengubah penampilannya. Sumber utama identitas seksual yang menentukan konsep seseorang akan dirinya dan orang lain sebagai wanita/pria tergantung dari :&lt;br /&gt;♦Ciri biologis yang di turunkan&lt;br /&gt;♦Konsep dan peran gender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2. PERAN GENDER&lt;br /&gt;Peran gender merupakan ekspresi publik tentang identitas gender. Hampir semua ahli sosial yakin bahwa pengaruh sosial (orang tua, teman seusia dan media) merupakan kekuatan perkembangan utama dalam pembelajaran atau peran gender. Selain itu peran gander juga dapat dipelajari dari lingkungan individu berada, termasuk di sekolah dan di rumah. Pembelajaran formal tentang informasi spesifik tentang organ seksual, perubahan tubuh sehubungan dengan puberitas dan keinginan untuk menunda hubungan seksual sampai seseorang dianggap dewasa untuk melakukan hubungan seksual. Pembelajaran yang paling berpengaruh melalui sistem nilai seksual dalam keluarga dan masyarakat. Anak mendapatkan sikap tentang suatu nilai tersebut sejak dini. Sering kali pola ini melibatkan represi dan menghindari topik seksual yang dianggap sebagai pengalaman negatif. Sumber pembelajaran yang juga berpengaruh, adalah berbagai lambang dan diskusi dengan teman sebaya. Meskipun demikian tidak sepenuhnya peran gender merupakan ciri masyarakat. Walaupun demikian, ada perbedaan prilaku anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, bahkan semenjak masih bayi. Diperkirakan hormon seks mempunyai pengaruh pada otak dan prilaku. Peran gender merupakan area seksualitas yang tumbang tindih antara komponen psikologis, biologis dan sosiokultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3. ORIENTASI SEKSUAL&lt;br /&gt;Orientasi seksual merupakan pilihan hubungan intim seseorang dengan lawan jenis atau sejenisnya. Mayoritas orang dewasa mengidentifikasi dirinya heteroseksual, yang berarti memiliki gairah seksual dengan lawan jenisnya. Kira-kira 10 % mengidentifikasi dirinya dengan homoseksual (Gay pada laki-laki dan Lesbian pada wanita). Sejumlah kecil orang adalah Biseksual, mereka mempunyai hubungan intim dengan kedua jenis. Orang yang transeksual, tidak puas dengan keadaan fisiknya, karena tidak sesuai dengan peran identitas gendernya. Mereka seringkali merasa terperangkap dalam tubuh yang salah.&lt;br /&gt;Merupakan kesalah-mengertian bahwa lesbian adalah perempuan yang ingin jadi laki-laki dan gay adalah laki-laki yang ingin jadi wanita. Laki-laki gay sering memang punya sifat kewanitaan dan wanita lesbian punya perilaku kelaki-lakian. Tetapi hampir semua laki-laki homoseksual dan wanita lesbian puas dengan gender laki-laki atau perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Elemen Sosio-Kultural&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Komponen sosiokultural merefleksikan keyakinan kultur masyarakat. Keyakinan ini membentuk perkembangan seseorang sebagai mahluk seksual. Interaksi sosial penting pada proses ini karena perilaku peran merupakan model dan harapan sosial yang dipelajari. Sistem agama dan hukum mencoba mengontrol atau mengatur seksualitas. Komponen sosio-kultur juga mempengaruhi seksualitas laki-laki dan perempuan dan perilaku peran gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. PERAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN&lt;br /&gt;Kultur mempengaruhi peran gender, kultur tertentu mempunyai perbedaan yang jelas tentang peran gender. Misalnya peran laki-laki adalah mencari nafkah dan peran wanita mengasuh anak. Pada kultur lain tidaklah membuat perbedaan yang sangat tajam seperti ini. Adanya Emansipasi wanita telah mengubah sebagian peran gender. Kondisi yang biasa pada saat ini ditemukan wanita yang bekerja di luar rumah, dan dapat diterima. Sementara, pada saat suami libur, ia bekerja bergantian dengan istri untuk mengasuh anak di rumah. Pembalikan peran ini bukannya terjadi tanpa konflik. Banyak laki-laki dan perempuan merasa kesukaran ketika bertukar peran. Ibu merasa bekerja berlebihan ketika mencoba menyelaraskan rumah, keluarga dan tanggung jawab kerja. Laki-laki juga menghargai persetujuan sosial agar lebih terlibat dalam mengasuh anak. Faham Feminisme telah memaksa masyarakat untuk mengakhiri perbedaan gender dengan melegalisasi perubahan untuk kesamaan kerugian ekonomi dan menghasilkan kesempatan politik, pendidikan dan Ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. PRAKTEK SEKSUAL&lt;br /&gt;Sikap dan sudut pandang terhadap seks berada pada suatu rentang mulai dari sudut non tradisional sampai tradisional, yaitu bahwa seseorang harus memilih prilaku yang sesuai. Misalnya : seseorang hanya boleh melakukan hubungan seksual setelah menikah. Resiko mendapat penyakit kelamin atau hamil dan juga keyakinan agama mempengaruhi praktek seksual. Pelanggaran yang dilakukan dan pada saat yang bersamaan mendapatkan bencana, sering kali menimbulkan perasaan berdosa/bersalah yang hebat serta menimbulkan konflik dalam diri atas prilaku tersebut. Karena identitas Gender, prilaku gender dan norma seksual berbeda antar kultur dan berubah sesuai dengan zaman. Perlu dimengerti bahwa yang penting bukan norma itu sendiri, tetapi yang lebih penting adalah bahwa norma itu dimengerti dan diterima oleh orang-orang pada kultur atau masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, maka dapatlah disimpulkan bahwa keseimbangan seks dan seksualitas sangat penting dicapai oleh individu karena hal ini berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat sesuai dengan identitas gender yang disandangnya. Kemampuan pencapaian keseimbangan seks dan seksualitas ini dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya dari sejak fase pertumbuhan dan perkembangan pada awal kehidupan individu, seperti tentang pengenalan identitas dan peran gender yang dipelajari individu di lingkungan tempatnya berada sesuai dengan cirri gendernya, contoh : adanya perbedaan prilaku dan peran antara anak laki-laki dan perempuan. Karena identitas gender tersebut, prilaku gender dan norma seksual berbeda antar kultur dan berubah sesuai dengan zaman. Perlu dimengerti yang terpenting bukan norma itu sendiri, tetapi yang lebih penting adalah apakah norma itu dimengerti dan diterima oleh orang-orang pada kultur atau masyarakat dimana individu tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Seks Pra Nikah? No Way!!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di dalam suasana kebebasan informasi seperti yang kita alami sekarang ini, di antara kita dapat dipastikan sudah pernah atau bahkan sering mendengar istilah pergaulan bebas, seks bebas, seks pranikah, hamil di luar nikah, aborsi, dan lain-lain. Informasi semacam itu, misalnya, bisa kita dapatkan di media massa dan lainnya. Istilah-istilah tersebut juga rasanya akrab di telinga kita karena yang demikian tidak jarang juga terjadi di lingkungan kita. Kita yang masih remaja ini memang menjadi perhatian banyak pihak. Tapi, jeleknya kadang kita hanya dijadikan obyek saja. Dan kita sendiri pun kadang kurang waspada terhadap informasi yang kita terima. Apakah itu informasi yang positif bagi kita atau justru informasi yang bakal menjerumuskan kita. Dalam kondisi seperti itu, sudah barang tentu bahwa kita tidak bisa hanya menyalahkan lingkungan sosial saja. Yang lebih dibutuhkan tidak lain adalah sikap waspada dari kita sendiri untuk tidak terpengaruh dengan informasi yang negatif tersebut.&lt;br /&gt;Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya aktivitas seks pranikah. Ada yang bisa kita kategorikan sebagai faktor internal, yaitu karena hal-hal yang datang dari dalam, tetapi juga ada faktor eksternal, yaitu dari luar diri yang bersangkutan. Faktor luar, misalnya, karena pengaruh berbagai informasi yang salah dan bahkan dapat menyesatkan berkenaan dengan kesehatan reproduksi dan seksual. Biasanya informasi itu diperoleh dari teman yang tidak memiliki pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi dan seksual. Juga bisa diperoleh dari berbagai media seperti VCD ataupun buku-buku yang dikategorikan porno, termasuk berbagai tayangan acara di TV yang semakin vulgar saja belakangan ini. Contoh lain dari faktor luar adalah adanya kesempatan yang dapat mendorong untuk melakukan hubungan seksual.&lt;br /&gt;B.1. Faktor Internal&lt;br /&gt;Setiap manusia akan memasuki sebuah masa yang dinamakan sebagai masa pubertas. Dalam masa ini, terjadi berbagai perubahan secara fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan itu terjadi karena mulai aktifnya hormon seks dalam tubuh kita. Kaum pria memiliki hormon testosteron yang diproduksi secara terus-menerus oleh testis. Sedangkan kaum perempuan memiliki hormon estrogen dan progesterone yang diproduksi dalam ovarium secara bersiklus. Hormon seks inilah yang menimbulkan ciri seksual sekunder dan mengakibatkan timbulnya dorongan seksual dalam diri kita. Hormon seks tersebut dapat sangat besar pengaruhnya dalam menimbulkan dorongan seksual karena hormon seksual itu baru saja aktif berfungsi secara optimal. Namun, pada sisi lain, kadar hormon ini sering kali belum stabil. Karena itu, dorongan seksual ini sebenarnya tumbuh secara alami. Dari peristiwa inilah lalu mulai timbul perilaku seksual, yaitu tindakan atau perbuatan yang dilakukan yang didasari dengan dorongan seksual, antara lain untuk memuaskan hasrat seksual. Salah satu perilaku seksual tersebut yaitu berhubungan seks sebelum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.2. Faktor Eksternal&lt;br /&gt;Selain faktor internal, ada pula faktor eksternal yang membuka celah terjadinya seks pra nikah. Ada dua faktor eksternal, yaitu pengaruh media, dan pengaruh lingkungan. Media informasi kini telah memegang peranan penting dalam membentuk pola pikir masyarakat. Iklan-iklan alat kontrasepsi dan film-film remaja yang muncul dalam media televisi, secara tidak langsung telah membentuk suatu pola pikir dalam diri remaja yang mengatakan bahwa seks pra nikah itu legal asalkan menggunakan kondom. Ada kesalahkaprahan dalam menangkap pesan media yang memang kadang terlalu dibesar-besarkan itu. Tidak adanya batasan-batasan yang jelas, kerap membuat banyak remaja salah melihat tontonan yang sesungguhnya diperuntukkan untuk orang dewasa. Ketidaksiapan mereka dalam menerima informasi itulah yang membuat mereka harus “matang” lebih cepat dari sebagaimana mestinya. Faktor yang kedua adalah pengaruh lingkungan. Kultur kebebasan yang begitu kental di Amerika telah membuat seks pra nikah menjadi bukan lagi masalah moral. Kebebasan itu telah mengubah seks pra nikah sebagai sebuah hak yang dapat dipakai oleh setiap orang. Orang lain tidak berhak menegur bila ada remaja yang melakukan hubungan seksual pra nikah karena itu adalah hak pribadi. Seks pra nikah dianggap sebagai hak manusia yang harus dijunjung tinggi sebagaimana hak asasi manusia. Hal ini memperlihatkan bahwa lingkungan juga ikut berperan dalam membentuk pola pikir orang muda terhadap seksualitas. Karenanya, sebuah lingkungan yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama dalam masyarakat, akan mampu membebaskan orang-orang mudanya dari jeratan seks pra nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Apa kata Gereja tentang itu Seks Pra Nikah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.1. Ajaran Gereja Katolik tentang Moralitas Seksual&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ajaran Katolik mengenai moralitas seksual berasal dari hukum alam, Kitab Suci dan tradisi suci Gereja, serta disusun secara resmi oleh &lt;a title="Magisterium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magisterium"&gt;Magisterium&lt;/a&gt; Gereja. Moralitas seksual menganalisa kebaikan perilaku seksual, dan seringkali menyumbangkan prinsip-prinsip umum yang bisa digunakan seseorang untuk menganalisa moralitas suatu tindakan. &lt;a title="Gereja Katolik Roma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_Katolik_Roma"&gt;Gereja Katolik Roma&lt;/a&gt; mengajarkan bahwa kehidupan manusia dan seksualitas manusia adalah tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya dan adalah suatu yang suci. Oleh karena umat Katolik percaya bahwa Tuhan menciptakan umat manusia berdasarkan citra dan kemiripan-Nya, serta bahwa Tuhan menjadikan semua yang diciptakannya sebagai hal-hal yang "sangat baik" (Kitab Kejadian 1:31), Gereja mengajarkan bahwa tubuh manusia dan seks haruslah baik oleh karenanya. Katekisme Katolik mengajarkan bahwa "tubuh manusia merupakan sendi dari penyelamatan". Gereja menganggap bahwa perwujudan cinta antara suami dan istri sebagai suatu bentuk aktivitas manusia yang lebih tinggi nilainya, menyatukan suami dan istri di dalam bentuk saling menyerahkan diri yang sepenuhnya, dan membuka hubungan mereka pada kehidupan yang baru. "Aktivitas seksual dimana suami dan istri bersatu secara intim dan murni antara yang satu dengan yang lainnya, yang daripadanya kehidupan manusia disalurkan, adalah, sebagaimana yang diingatkan oleh Konsili terkahir, 'mulia dan berharga'". Adalah di dalam kasus-kasus dimana perwujudan seksual dicari di luar ikatan pernikahan yang suci, atau dimana fungsi-fungsi membentuk keturunan (prokreasi) dari perwujudan seksual di dalam pernikahan ditanggalkan secara sengaja, Gereja menyatakan keprihatinan moral yang sangat mendalam.&lt;br /&gt;Gereja jelas mengajarkan bahwa hubungan seksual di luar ikatan pernikahan adalah bertentangan dengan tujuan hubungan seksual itu sendiri. "Aktivitas hubungan suami-istri" bertujuan untuk mencapai kesatuan pribadi yang sangat mendalam; sebuah persatuan yang lebih daripada hanya sebuah persetubuhan, yang menjurus pada pembentukan kesatuan hati dan jiwa semenjak ikatan pernikahan merupakan sebuah tanda cinta antara Tuhan dan manusia. Di antara dosa-dosa yang sangat bertentangan dengan kemurnian seksual adalah masturbasi, hubungan seks bebas, pornografi, preaktek-praktek hubungan homoseksual dan alat-alat kontrasepsi. Disamping dianggap sebagai sebuah dosa besar, penyediaan sarana atau bantuan dalam tindakan aborsi bisa mengakibatkan dijatuhinya hukuman ekskomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.2. Sumber-sumber Moralitas Seksual dalam Gereja Katolik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Hukum alam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hukum alam (lex naturalis) adalah sebuah teori etika yang menempatkan keberadaan sebuah hukum dimana isinya dibentuk oleh alam dan oleh karenanya memiliki keabsahan di manapun ia berada. Dalam sebuah tulisan yang sangat berpengaruh dari &lt;a title="Summa Theologia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Summa_Theologia"&gt;Summa Theologia&lt;/a&gt;, Santo &lt;a title="Thomas Aquinas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Aquinas"&gt;Thomas Aquinas&lt;/a&gt; menulis:&lt;br /&gt;“ makhluk hidup yang memiliki rasionalitas tunduk pada Tuhan Allah dengan sebaik-baiknya, sampai-sampai ia turut mengambil bagian dalam karya Allah tersebut, baik berkarya ilahi untuk diri sendiri maupun untuk sesama. Karena, keikut-sertaan ini memiliki bagian di dalam Logika Abadi, yaitu sebuah dasar pemikuran yang memiliki kecenderungan alami pada tindakan dan tujuan yang wajar: dan partisipasi hukum abadi ini di dalam makhluk hidup yang rasional disebut sebagai hukum alam.”&lt;br /&gt;Hukum alam adalah sebuah sumber dasar bagi ajaran-ajaran Katolik mengenai moralitas seksual.&lt;br /&gt;&lt;a name="Kitab_Suci"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;b. Kitab Suci&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Cerita-cerita penciptaan di Kitab Kejadian 1-3 memberikan masukan dalam segi antropologi yang menerangkan umat Katolik mengenai moralitas seksual. Ayat-ayat berikut ini seringkali disebutkan di dalam pelajaran-pelajaran moralitas seksual Katolik:&lt;br /&gt;"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: 'Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu ...' " (Kejadian 1:27-28)&lt;br /&gt;"Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu." (Kejadian s:21-25)&lt;br /&gt;"Firman-Nya kepada perempuan itu: 'Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." (Kejadian 3:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua dari Sepuluh Perintah Allah secara langsung merujuk pada moralitas seksual, yaitu melarang perzinahan dan mengidamkan istri tetangga. (Baca Kitab Keluaran 20:14, 17; Kitab Ulangan 5:18, 21). Yesus berkomentar mengenai kedua perintah ini di dalam Injil Matius 5:27-28: "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Yesus membuat rujukan pada kalimat-kalimat dari Kitab Kejadian dalam khotbah-khotbahnya mengenai pernikahan di dalam Kitab Matius 19:4-6: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."&lt;br /&gt;&lt;a name="Bapa-bapa_Gereja"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-4891322606634453696?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/4891322606634453696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/03/seks-pranikah-no-way.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/4891322606634453696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/4891322606634453696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/03/seks-pranikah-no-way.html' title='SEKS  PRANIKAH? NO WAY!!!!'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-7373261134415729919</id><published>2009-03-08T08:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T08:12:46.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>Kontrasepsi</title><content type='html'>Kontrasepsi  dalam Kacamata Gereja Katolik&lt;br /&gt;I.    PENGANTAR&lt;br /&gt;A.    Apa itu moral hidup?&lt;br /&gt;Pembicaraan tentang “alat kontrasepsi” akan menjadi sebuah pembicaraan yang akan mengawali rangkaian diskusi kita tentang Moral Hidup. Saat ini, seiring dengan kemajuan bidang medis dan biologis, dunia ini semakin memberikan perhatian besar pada masalah-masalah moral. Ada sejumlah hal yang memacu berkembangnya perhatian terhadap masalah moral itu. Pertama, kemajuan IPTEK telah membuat para dokter semakin berperan dalam kehidupan dan nasib seorang pasien. Kedua, Kemajuan tersebut memiliki cermin ganda. Di satu pihak, itu semua menjanjikan hal yang luar biasa bermanfaat bagi manusia, tapi di lain pihak, juga dapat menjadi ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang masalah-masalah moral yang akan kita telaah, ada baiknya bagi kita untuk memahami terlebih dahulu apa itu moral hidup. Moral hidup adalah bagian integral dari moral yang berbicara dan berefleksi tentang perilaku, sikap, tindakan, dan pemahaman manusia terhadap kehidupan manusia agar dapat dijalani secara baik dan benar menurut norma-norma moral&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;.  Obyek Moral hidup adalah perilaku manusia yang diamati dari satu sudut pandang, yaitu nilai-nilai dan prinsip moral.  Secara nyata, moral hidup mencakup pembicaraan tentang kesehatan dan kehidupan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;B.     Prinsip-Prinsip Umum yang harus ada dalam sikap Moral Hidup&lt;br /&gt;1.       Penghargaan terhadap kehidupan&lt;br /&gt;Moral Kristen selalu berlandaskan pada keyakinan akan Allah yang menciptakan manusia dan mencintai kehidupan. Karenanya, prinsip moral pertama ini adalah bersifat mutlak harus ada dalam setiap tindakan moral yang diambil. Tradisi Kristen percaya bahwa manusia diciptakan Allah dalam keserupaan dengan Dia. Hidup manusia begitu luhur. Oleh karenanya, segala bentuk kesewenangan manusia terhadap kehidupan harus ditentang. Sehubungan dengan itu, pertanyaan yang patut diajukan adalah apakah setiap tindakan yang diambil menjadikan manusia sebagai obyek(korban) atau subyek atas tindakannya?  Prinsip yang juga termasuk dalam nilai ini adalah prinsip efek ganda. Prinsip efek ganda berkaitan dengan suatu tindakan yang menghasilkan akibat ganda, yaitu baik dan jahat. Prinsip itu ingin menjelaskan bahwa suatu tindakan dapat dibenarkan walaupun dari padanya keluar akibat ganda, yaitu kebaikan dan keburukan. Terkait dengan itu, ada empat syarat yang membenarkan tindakan berefek ganda ini, yaitu:&lt;br /&gt;1)Tindakan itu secara moral adalah baik.&lt;br /&gt;2)Maksud tindakan adalah mengupayakan kebaikan dan menghindari hal buruk.&lt;br /&gt;3)ada hubungan tidak langsung dengan akibat buruk.&lt;br /&gt;4)akibat buruk itu tidak dapat dicegah.&lt;br /&gt;COntoh tindakan berefek ganda ini adalah pengangkatan rahim pada penderita kanker kandungan.&lt;br /&gt;2.      Mutu dan Kesucian Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Beberapa paham-paham tindakan moral yang tidak dibenarkan oleh Gereja.&lt;br /&gt;1.      Intuitionisme&lt;br /&gt;Paham ini beranggapan bahwa kebenaran itu diukur pada intuisi setiap pribadi manusia (feeling manusia).  Kenapa ditolak?  Tiap orang memiliki intuisi yang berbeda-beda. Maka, paham ini hanya akan mengaburkan kebenaran sejati itu sendiri. Masing-masing orang punya kebenarannya sendiri-sendiri dan tidak dihubungkan dengan situasi. Akibatnya, nilai kebenaran tidak menjadi mutlak karena bisa berubah-ubah.&lt;br /&gt;2.      Positivisme&lt;br /&gt;Paham ini menyatakan bahwa moralitas bukanlah sesuatu yang ada begitu saja, tapi itu diciptakan dan dibuat oleh manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;Kenapa ditolak? Paham ini hanya membuat orang tidak bisa menghayati kemurnian motivasi dalam bertindak. Paham ini mengajak orang untuk melakukan sesuatu hanya karena dasar kewajiban.&lt;br /&gt;3.      Deontologi&lt;br /&gt;Paham deontologi sama dengan paham positivisme. Hanya saja, paham deontology lebih tidak memperhitungkan dampak akibat dari tindakan yang diambil.&lt;br /&gt;4.      Hedonisme&lt;br /&gt;Menurut Hedonisme, sebuah tindakan disebut baik bila itu memberikan kenikmatan kepada pelakunya. Paham hedonism mendasarkan hidup pada nilai kesenangan. Tindakan yang tidak membawa nikmat, dianggap sebagai tindakan yang salah.&lt;br /&gt;5.      Utilitarianisme&lt;br /&gt;Paham ini merupakan pemurnian dari paham hedonisme. Jika hedonisme mendasarkan baik tidaknya sebuah tindakan pada nilai kenikmatan yang didapat oleh pelaku, maka paham utilitarianisme menyatakan bahwa sebuah tindakan disebut baik bila memberikan kegunaan bagi si pelaku.&lt;br /&gt;6.      Proporsionalisme&lt;br /&gt;Proporsionalisme menyatakan bahwa sebuah penilaian atas baik tidaknya sebuah tindakan didasarkan pada perbandingan baik-buruk akibat yang ditimbulkan. Jika nilai kebaikannya lebih besar daripada keburukannya, maka itu dapat dikatakan sebagai tindakan yang benar. Kenapa ditolak? Paham  ini ditolak karena menghalalkan segala cara dalam pencapaian tujuannya.&lt;br /&gt;7.      Etika Situasi&lt;br /&gt;Etika situasi menyatakan bahwa tindakan manusia harus didasarkan oleh situasi yang sedang terjadi. Jadi, suatu tindakan yang sama dapat dibilang sebagai tindakan yang baik sekaligus buruk, tergantung situasinya. Kenapa ditolak? Karena  terlalu bersifat subyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.                SEKILAS  TENTANG  KONTRASEPSI&lt;br /&gt;A.    Apa itu Kontrasepsi?&lt;br /&gt;Istilah “Kontrasepsi” tersusun atas dua kata, yaiu “kontra” dan “konsepsi”. “Kontra” menunjuk pada makna “mencegah atau melawan, sedangkan “Konsepsi” adalah pertemuan ovum dengan sperma yang dapat menghasilkan pembuahan. Dengan demikian, kontrasepsi dapat diartikan sebagai usaha-usaha untuk menghalangi terjadinya kehamilan.  Usaha itu bisa bersifat permanen ataupun sementara.&lt;br /&gt;B.     Jenis-Jenis Kontrasepsi&lt;br /&gt;Ada tiga kelompok besar kontrasepsi, yaitu kontrasepsi mekanik, hormonal, dan kontrasepsi mantap. Kontrasepsi mekanik bersifat sebagai pencegahan akan pertemuan sel telur dengan sperma. Contohnya, kondom, diafragma, spermisida, dan IUD.&lt;br /&gt;Kontrasepsi hormonal bersifat sebagai pencegahan pengeluaran sel telur dari indung telur dan mengentalkan cairan dalam rahim sehingga sperma sulit menembus. Contohnya, pil KB, suntikan KB, Susuk. Kontrasepsi mantap adalah bersifat tetap. Contohnya, vasektomi (Pria) dan tubektomi (wanita).&lt;br /&gt;C.    Dampak Negatif KB / Alat Kontrasepsi&lt;br /&gt;a.       KB bisa menjadi sebuah pembenaran logis terhadap tindak Aborsi. Ini berarti, itu bisa mendukung kejahatan hidup.&lt;br /&gt;b.      Alat-alat kontrasepsi bisa menimbulkan penyakit berbahaya bagi wanita, seperti kanker rahim, kanker payudara.&lt;br /&gt;c.       Keberadaan Alat kontrasepsi menjadi pemulus segala macam tindakan seks pra nikah, terutama bagi para remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.             Memahami Moralitas Keluarga Berencana&lt;br /&gt;Keluarga Berencana bukanlah isu tunggal tetapi terkait erat dengan tiga isu lain, yakni politik kependudukan, menjadi orang tua bertanggung jawab, dan metode pengaturan kelahiran. Ketiga isu itu diperlukan sebagai kesadaran awal untuk memahami moralitas keluarga berencana.&lt;br /&gt;A.     Politik Kependudukan&lt;br /&gt;Menurut data terakhir, pada zaman sekarang ini jumlah total penduduk dunia sudah mencapai angka 6,5 miliar jiwa. Rasio pertumbuhan penduduk adalah 150 orang/menit, 220.000/hari, dan 90 juta/tahun. Dan, tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi di Asia dan Afrika.&lt;br /&gt;Angka-angka itu menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk tidak pernah berhenti. Pertumbuhan penduduk itu sendiri memiliki kekhasan, yakni ketidakseimbangan jumlah pertambahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. Pembicaraan tentang pertambahan jumlah penduduk ini tidak dapat dilepaskan dari masalah tingkat kesejahteraan, seperti halnya penyediaan sumber-sumber alam. Dan, ketersediaan sumber daya alam itu sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari gaya hidup para manusia dalam mempertahankan kelayakan hidupnya yang manusiawi.&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan politik kependudukan adalah upaya campur tangan pemerintah untuk mengatur jumlah penduduk dalam wilayah negaranya. Mengenai hal ini, pada prinsipnya itu semua harus memperhitungkan kebebasan pribadi, seperti kebebasan orang untuk menikah, dan memutuskan banyaknya anak; kebebasan untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dan diyakininya.&lt;br /&gt;B.     Orang tua bertanggungjawab&lt;br /&gt;Konsili Vatikan II menegaskan bahwa dalam melahirkan keturunan, setiap orang tua bekerja sama dengan Sang Pencipta dalam kasih. Orang tua menjadi penerjemah kasih Allah itu.  Ada banyak alasan yang menekankan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal anak, seperti adanya desakan teologis dan social yang menyatakan bahwa perkawinan merupakan sarana reproduksi; semakin memudarnya kualitas perkawinan; merebaknya sarana-sarana kontrasepsi; kepedulian umum terhadap seksualitas; dan interpretasi tentang kelahiran sebagai penyelenggaraan ilahi.&lt;br /&gt;Konsep “orang tua bertanggungjawab” adalah konsep tentang keputusan pasangan untuk memperbanyak atau mengurangi jumlah anak. Tanggung jawab di sini dimaksudkan bahwa reproduksi manusiawi tidak boleh dilihat hanya sebagai insting makhluk manusia belaka atau sekedar nasib. Juga itu tidak boleh dilihat sebagai hal alamiah pada manusia. Reproduksi harus merupakan bagian dari keyakinan dan sikap berpengharapan kepada Allah. Konsep tanggung jawab ini juga dimaksudkan untuk mencegah sikap kesewenang-wenangan pasangan dalam menentukan jumlah anak.&lt;br /&gt;Menurut HUMANAE  VITAE, dalam penentuan jumlah anak, moralitas harus menjadi elemen vital sehingga keputusan yang diambil harus mengacu kepada norma-norma moral yang ditentukan Allah. Keputusan tentang jumlah anak harus menjadi semata-mata sebagai keputusan bersama suami-istri dan harus ada persetujuan bebas bersama tanpa adanya paksaan.&lt;br /&gt;C.     Metode Pengaturan kelahiran : Aspek-aspek Moral&lt;br /&gt;1.      Metode serta penilaian moral.&lt;br /&gt;Metode yang dimaksudkan di sini adalah metode yang terkait dengan pencegahan kehamilan dan bukan pencegahan kelahiran. Secara umum, dikenal dua metode, yaitu metode alamiah, dan  metode buatan.&lt;br /&gt;a.      Metode alamiah: Mencegah terjadinya kehamilan dengan melakukan hubungan seksual pada masa istri sedang tidak subur. Di sini, orang harus tahu siklus masa subur istri.&lt;br /&gt;Penilaian moralnya: Metode ini dinilai metode yang paling baik karena menghormati tubuh wanita dengan kodrat fisiknya sebagai wanita yang mengenal masa subur dan tidak subur; karena memacu suami istri untuk terbuka satu sama lain; karena dapat menjadi latihan untuk menguasai diri dalam hal nafsu seksual.&lt;br /&gt;Kesulitannya: Bisa kecolongan. Jika kecolongan, maka kehamilan akan jadi beban.&lt;br /&gt;b.      Metode buatan: Upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan sarana-sarana buatan yang dimasukkan ke dalam tubuh wanita atau pria, yang digunakan untuk sementara ataupun secara tetap.&lt;br /&gt;Penilaian moralnya:&lt;br /&gt;Kondom: tidak ada keberatan moral soal kondom karena dinilai sama seperti metode alamiah. Tapi, Gereja menolak kondom, spermiside, diafragma, dan coetus interuptus karena tidak sejalan dengan tujuan kesatuan suami istri yang mesti terarah kepada prokreasi.&lt;br /&gt;Pil KB, Suntik dan Susuk: Keberatan moral atas cara ini adalah bahwa alat-alat itu dapat mengubah ritme kesuburan pada wanita.&lt;br /&gt;IUD atau Spiral: Keberatan moralnya adalah bahwa cara ini lebih berciri abortif dan bukan kontraseptif.&lt;br /&gt;Vasektomi dan tubektomi: cara ini ditolak karena mengubah kondisi fisik yang sempurna menjadi tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Gereja angkat bicara perihal KB&lt;br /&gt;a.       Paus Pius XII&lt;br /&gt;Tidak ada masalah moral bila suami-istri mengadakan hubungan seks pada masa tidak subur. AKan tetapi, bisa menjadi masalah bila mereka hanya mau mengadakan hubungan seksual di masa tak subur itu.&lt;br /&gt;Paus ini juga mengutuk semua bentuk sterilisasi langsung.&lt;br /&gt;b.      Paus Paulus VI&lt;br /&gt;Pada tanggal 25 Juli 1968, paus ini menerbitkan Humanae Vitae. Ensiklik ini dengan tegas membedakan metode alamiah dengan metode buatan. Ia menegaskan bahwa tiap persetubuhan harus terarah pada kelahiran hidup manusia. Dengan alat-alat kontrasepsi, proses menuju pada pembuahan itu secara sengaja dienyahkan. Dengan kata lain, menggunakan alat kontrasepsi adalah sama halnya dengan mengenyahkan karya Tuhan pada manusia.&lt;br /&gt;c.       Paus Yohanes Paulus II&lt;br /&gt;Pendapatnya tentang alat kontrasepsi disampaikan dalam ensiklik Familiaris Consortio. Ia menyatakan bahwa jika dengan alat kontrasepsi, pasangan menjauhkan kemampuan untuk menciptakan kehidupan, maka mereka dinyatakan telah bertindak sewenang-wenang mengambil alih tugas yang hanya dijalankan Allah saja. Karena sarana kontrasepsi itu, pasangan telah memisahkan kehidupan. Hal ini dipandang sebagai sikap kesewenang-wenangan terhadap rencana Allah serta memanipulasi dan merendahkan seksualitas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; James F. Childress, “Bioethics” in John Macquarrie, Dictionary of Christian Ethics, SCM Press, London, 1986.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-7373261134415729919?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/7373261134415729919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/03/kontrasepsi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/7373261134415729919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/7373261134415729919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/03/kontrasepsi.html' title='Kontrasepsi'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-3009130131060362494</id><published>2009-02-27T20:17:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T20:18:52.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-Cerita Lucu nan Krispy'/><title type='text'>Di Gereja tidak boleh berisik</title><content type='html'>Sebelum mengakhiri kelasnya, guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya.&lt;br /&gt;Guru : "Kenapa kalo di gereja kita tidak boleh berisik?"&lt;br /&gt;Murid: "Karena di gereja ada yang lagi tidur."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-3009130131060362494?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/3009130131060362494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/di-gereja-tidak-boleh-berisik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/3009130131060362494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/3009130131060362494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/di-gereja-tidak-boleh-berisik.html' title='Di Gereja tidak boleh berisik'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-7773196007290663771</id><published>2009-02-27T19:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T19:43:57.498-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-Cerita Lucu nan Krispy'/><title type='text'>ASAL  MULANYA 10 PERINTAH ALLAH</title><content type='html'>Konon, 10 Perintah Tuhan itu sebenernya bukan untuk orang Israel, melainkan untuk bangsa lain tapi justru bangsa lain yang ditawari menolak. Begini kisahnya...Malaikat ke Italia.Malaikat:"Hei kamu orang Italia, mau perintah Tuhan nggak?"Orang Italia:"Apa isinya?"Malaikat:"Jangan membunuh!"Orang Italia:"Sori yach, kami ini mafia, membunuh adalah kegiatan kami"Lalu malaikat itu terbang ke Rusia.Malaikat:"Hei kamu orang Rusia, mau perintah Tuhan nggak?"Orang Rusia:"Apa Isinya?"Malaikat:"Sembahlah Tuhanmu!"Orang Rusia:"Sori yach, kami ini atheis. Nggak percaya ama Tuhanmu!"Lalu malaikat itu terbang ke Tiongkok.Malaikat:"Hei kamu orang Tionghoa, mau perintah Tuhan nggak?"Orang Tiongkok:"Apa isinya?"Malaikat:"Jangan berdusta!"Orang Tionghoa:"Sori yach, kami ini pedagang, jadi mesti menipu."Malaikat tsb menjadi frustrasi. Akhirnya ia terbang ke orang Israel yang terkenal kebandelan dan kekikirannya. Siapa tahu mereka mau, gumam malaikat.Malaikat:"Hei kamu orang Israel, mau perintah Tuhan nggak?"Orang Israel:"Mbayar nggak?"Malaikat:"Ini gratis!"Orang Israel:"OK, kami minta SEPULUH!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-7773196007290663771?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/7773196007290663771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/asal-mulanya-10-perintah-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/7773196007290663771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/7773196007290663771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/asal-mulanya-10-perintah-allah.html' title='ASAL  MULANYA 10 PERINTAH ALLAH'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-979126435192689617</id><published>2009-02-27T19:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T20:22:21.028-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>MONSTER  MEMATIKAN ITU  BERNAMA  PERANG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Manusia telah memasuki sebuah babak baru kehidupannya. Jika dulu manusia harus bergulat bersama sesamanya mengatasi kerasnya alam yang liar ini, maka kini setelah manusia mampu mengendalikan tantangan itu dengan akal budinya, giliran mereka berusaha untuk saling menguasai sesamanya satu sama lain. Rasio mereka mencoba membenarkan dominasi yang berlebihan terhadap manusia-manusia lain. Dominasi dan kekuasaan menjadi obsesi-obsesi yang tak tertahankan dalam diri setiap manusia. Proses pemenuhan obsesi tersebut mengkristal secara nyata dalam berbagai wujud tragedi kemanusiaan yang kerap menghapuskan segala rasa perikemanusiaan dari kedalaman hati manusia-manusia modern. Salah satunya adalah perang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Apa itu perang?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan yang sungguh mendesak dibutuhkan oleh manusia-manusia modern saat ini adalah kedamaian. Setiap manusia pastilah mendambakan dunia yang penuh damai. Namun, kenyataannya, sejarah manusia memperlihatkan betapa manusia tidak henti-hentinya berperang antar mereka sendiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, perang adalah permusuhan antara dua negara yang mengkristal dalam konflik bersenjata. Secara mendasar, perang adalah bentuk permusuhan yang mengaburkan nilai kedamaian dalam kehidupan manusia. Perang menjadi pintu masuk kehancuran dan penderitaan manusia. Hingga akhir perang dunia II pada tahun 1945, tercatat sudah 20 juta manusia kehilangan nyawa. Bahkan, pada tahun 1970, terjadi 50 perang yang sebagian besar terjadi di Negara-negara dunia ketiga yang banyak tertekan oleh kemiskinan, penyakit dan masalah-masalah social lainnya. Setiap tahun, Negara-negara di dunia ini membelanjakan lebih 500 milyar dollar Amerika untuk keperluan militer.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Data-data itu memperlihatkan sebuah pembenaran akan pentingnya arti sebuah perang bagi penguasa-penguasa modern saat ini. Perang seolah-olah telah menjadi bagian penting dari kebudayaan manusia yang akan ikut membentuk arah kelanjutan kehidupan manusia itu sendiri. Para politikus modern cenderung menganggap perang sebagai jalan yang paling baik untuk mewujudkan perdamaian dunia. Selama ada umat manusia di dunia, selama itu pula akan muncul peperangan setiap saat. Dan, ini menjadi kenyataan yang tak terelakkan. Sungguhkah benar anggapan manusia modern yang demikian?&lt;br /&gt;Jika melihat sekilas, memang benar adanya bahwa sejarah hidup manusia tak pernah terlepas dari perang. Perkembangan sejarah manusia merupakan perkembangan evolusi nilai dan budaya manusia, yang berkembang dari manusia pencari dan pengumpul makanan, menuju manusia pemburu dan petani, hingga akhirnya menjadi manusia yang eksis dengan keadaan dirinya sendiri.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Sesungguhnya, sejarah kelam ini tidak hanya muncul karena sifat dasar manusia yang serakah dan ingin mendominasi orang lain, namun juga muncul karena situasi dunia yang sengaja diciptakan untuk memunculkan perang. Kapitalisme di Eropa yang akhirnya berkembang menjadi imperialism modern, telah memunculkan berbagai macam perang colonial untuk merebut tanah jajahan dan taklukkan. Selain itu, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ruang berpikir dalam labirin otak manusia, berkembang pula teknologi-teknologi peperangan yang sedemikian canggih. Teknologi itu telah menghadirkan alat persenjataan yang begitu dahsyat dan mengerikan. Tidak lagi cukup bom yang dapat dilontarkan dari pesawat udara untuk memusnahkan sebuah Negara. Juga tidak hanya cukup peluru dan mesiu untuk senapan dan meriam untuk membunuh musuh-musuh yang bertikai. Namun, kini juga telah berkembang senjata biologis yang lebih mematikan daripada peluru ataupun bom. Dan, puncak perkembangannya ada pada titik penemuan bom nuklir.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jika budaya perang ini tidak dapat dihapuskan oleh manusia sendiri dari dirinya dan masyarakat, janganlah terkejut bila suatu pagi nanti, kita terbangun karena mendengar ledakan nuklir. Dan, saat itulah, kita hanya tinggal menunggu saat-saat kematian itu datang.&lt;br /&gt;&amp;shy;--- Ronald Reagan ---&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;B. Perang sebagai suatu tragedi kemanusiaan (Mengapa Memilih Perang?)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri pula bahwa di balik kadar segala kecenderungan agresi yang besar dalam diri manusia, juga tersimpan hasrat-hasrat luhur akan adanya perdamaian di dunia ini. Hal itu tampak dari keberadaan agama-agama dunia ini. Dalam ajarannya masing-masing, setiap agama senantiasa mengajarkan kerukunan, cinta kasih dan perdamaian. Perdamaian menjadi harga mati yang harus diperjuangkan. Masalahnya adalah bahwa kerap kali perdamaian itu diraih lewat cara destruktif&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; yang mendistorsi&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; makna luhur perdamaian itu sendiri. Perang menjadi sebuah tragedi kemanusiaan karena dengannya, manusia menjadi kehilangan rasa cinta dan nilai humaniora dalam dirinya. Dengan perang, perdamaian yang tadinya menjadi titik tolak sasaran, pada kenyataannya tidak pernah disentuh dan hanya menjadi kedok untuk meraih keabsolutan kekuasaan serta dominasi pihak tertentu. Satu pertanyaan yang patut diajukan lebih lanjut adalah mengapa perang harus dipilih sebagai jalan akhir untuk meraih itu semua?&lt;br /&gt;Seperti yang telah diungkapkan secara sekilas bahwasanya bukanlah nilai perdamaian yang sesungguhnya menjadi tujuan akhir perang, maka dapat dikatakan bahwa perang hanya menggunakan perdamaian sebagai kedok untuk meraih obsesi-obsesi kekuasaan yang ekstrem di segala bidang kehidupan. Kembali kepada pertanyaan tadi, pastilah ada motif-motif terselubung di balik terjadinya sebuah perang. Hal itu akan kita lihat dalam bagian ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Motivasi Ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perang Dunia Kedua adalah salah satu contoh kentara yang dapat kita gunakan untuk melihat hal itu. Jepang sengaja menceburkan diri dalam Perang Dunia II ini karena didorong oleh keinginan untuk menguasai sumber-sumber minyak dan bahan mentah yang kala itu lebih dikuasai oleh Eropa. Tidak hanya itu saja, Jepang terlibat dalam perang ini juga karena ingin menguasai pasaran komoditi di Negara-negara Asia dan Pasifik. Peperangan tidak hanya sekedar konflik senjata semata, tapi juga persaingan terbuka untuk meraup keuntungan ekonomi yang sebesar-besarnya. Betapa menguntungkan manakala kemenangan itu datang, sebab seluruh sumber daya, baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusia, yang ada di Negara taklukkan itu, menjadi hak milik sang Negara agressor. Peperangan akan berujung kepada bentuk kolonialisme (penjajahan). Di dalam penjajahan itu, tersimpan segala macam bentuk sikap eksploatasi yang begitu ekstrem atas apa yang menjadi kekayaan di negeri taklukkan itu. Eksploitasi yang berlebihan itu menghasilkan income dan keuntungan yang begitu besar. Sedangkan, di lain sisi, jurang kemiskinan semakin menganga lebar di hadapan rakyat Negara yang kalah perang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Perbedaan Ideologi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dunia pemikiran manusia semakin terbagi-bagi ke dalam berbagai kutub idealisme dan pemikiran yang ekstrem. Masing-masing pemikiran itu sama-sama mengusung kepentingan kelompok yang bersembunyi di balik kebenaran-kebenaran semu yang diperjuangkan. Masalahnya adalah bahwa perbedaan-perbedaan yang ada itu menjadi titik temu yang (sengaja) dipertentangkan oleh manusia-manusia modern. Ada semacam sikap eksklusivisme yang menjadi buntut dari perbedaan-perbedaan yang ada. Masing-masing pihak mengklaim bahwa dirinyalah yang memiliki kebenaran absolut. Bahwa pihak-pihak lain yang tidak sepaham dengan pemikiran sebuah kelompok, dianggap sebagai musuh yang harus disingkirkan. Dan, proses yang paling mudah untuk menyingkirkan pihak-pihak yang berbeda itu adalah dengan perang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Adanya Lingkaran Kekerasan dalam Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Spiral kekerasan yang terus berlangsung dan tak pernah kunjung putus dalam masyarakat, telah menjadi virus yang mematikan komunikasi antar pribadi. Tradisi kekerasan telah merusak kepercayaan publik terhadap kebaikan umum yang diperjuangkan. Setiap orang menjadi cenderung curiga terhadap hal-hal baru yang dibuat oleh sesamanya. Matinya komunikasi yang tulus itu, secara tidak langsung memunculkan marginalisasi, ketidaksetaraan sosial, dan diskriminasi. Kemudian, dalam kelanjutannya, ketiga hal itu kembali memunculkan kekerasan-kekerasan baru, yang kerap berkembang menjadi kekerasan lintas budaya. Kekerasan lintas budaya yang dimaksud adalah bahwa setiap orang mulai tidak mampu lagi mengenal siapakah dirinya. Ia menjadi asing dengan dirinya. Selain itu, keterasingan itu membuat ia juga tidak bisa mengenal siapakah sesamanya. Pada titik inilah, berkembang sebuah mentalitas, yaitu berkomunikasi bila sedang membutuhkan. Mentalitas ini menjadi akar dari adanya penyakit-penyakit yang kini marak berkembang dalam masyarakat, yaitu ketidaktransparan komunikasi. Karenanya, tidaklah mengherankan bila pada akhirnya, hal itu hanya membuat orang menjadi saling curiga dan tidak mampu mempercayai orang lain lagi. Pada titik inilah, celah untuk terjadinya sebuah perang menjadi terbuka lebar.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Majunya teknologi persenjataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Gereja Katolik Berbicara tentang Perang&lt;br /&gt;c.1 Latar belakang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam terang Perjanjian Baru, kelompok Gereja Perdana merupakan kelompok pasivis atau “orang yang suka damai”. Setidaknya, hingga awal abad IV, Gereja Kristen merupakan Gereja para martir. Baru pada saat zaman Konstantinus Agung, Edik Milano yang dikeluarkannya telah membawa banyak perubahan bagi kristiani. Selain bahwa agama Kristen menjadi agama Negara, pengaruh yang muncul dari adanya Edik Milano ini adalah bahwa Gereja mulai menerima kriteria yang membedakan antara Perang Adil dan Perang yang Tidak Adil. Pada masa itu, perang adil masih bisa diizinkan.&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, seorang tokoh filsuf Kristen, Erasmus, menyatakan bahwa perang adil yang sebelumnya diterima Gereja, sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Menurutnya, untuk bisa mencapai perdamaian, manusia harus berlari kepada kerajaan damai batiniah. Damai dapat diwujudkan dengan kehendak baik manusia. Pandangan Erasmus ini mulai ditentang oleh banyak politisi saat itu. Menurut mereka, ukuran baik atau buruk suatu tindakan dilihat dari akibatnya. Bila akibatnya baik, maka perang dapat dilakukan. Maka, tidaklah heran bahwa pandangan ini hingga kini masih dipegang banyak pemimpin. Lalu, bagaimana tanggapan Gereja terhadap perubahan pandangan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c.2. Gereja Modern angkat bicara&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Terhadap realitas perang yang terjadi di dunia ini, Gereja lebih banyak menyatakan sikapnya dalam Ajaran Sosial Gereja-nya. Secara umum, sikap Gereja memperlihatkan bahwa betapa mendesaknya kebutuhan dunia akan adanya perdamaian. Satu hal nyata yang diperlihatkan oleh Gereja adalah mengajak dunia untuk menghentikan produksi persenjataan nuklir di dunia. Dalam hal ini, Gereja secara positif mengajarkan bahwa perdamaian merupakan jawaban terhadap masalah kekerasan dan kekejaman yang ada di dunia. Gereja menilai negative kekerasan perang. Menanggapi realitas dunia yang semakin hancur lebur karena perang, Gereja selalu mengembalikan sikapnya kepada gagasan Injil, terutama gagasan cinta kasih.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Gagasan cinta kasih yang dimaksudkan itu juga meliputi gagasan Anti Kekerasan. Anti Kekerasan yang dimaksudkan Gereja adalah bahwa tiap pribadi harus aktif bertindak dalam mengusahakan situasi keadilan dan penciptaan. Dengan demikian, pengertian Anti Kekerasan Gereja lebih bernada aktif dan bukan pasif. Anti kekerasan bukan berarti berdiam diri tanpa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Ajaran Gereja tentang perdamaian ini sangat kuat Nampak dalam ensiklik Pacem in Terris yang diterbitkan pada tahun 1963 oleh Paus Yohanes ke-23. Paus ini menempatkan permasalahan perang dalam konteks Hak Asasi Manusia. Ensiklik ini ingin menyerukan perlu adanya suatu tata hukum dunia yang berhubungan dengan tata moral yang berdasarkan pada adanya sikap saling ketergantungan antar sesama. Dengan kata lain, segala aturan hidup yang dibuat oleh para penguasa, hendaknya selalu mengacu dan mengutamakan apa yang baik untuk bersama. Apa yang baik untuk bersama itu dapat kita sebut sebagai kebaikan umum. Kebaikan umum berarti sesuatu yang membawa kebaikan bagi setiap pribadi tanpa pernah melihat ras dan perbedaan-perbedaan yang ada. Pada titik ini, kebaikan umum yang dimaksud adalah terbebasnya dunia dari ancaman kehancuran akibat perang.&lt;br /&gt;Ensiklik Pacem in Terris ingin mempertanyakan kembali kebenaran dari argumen dunia yang mengatakan bahwa produksi senjata dapat dibenarkan bila situasi damai sekarang ini tidak dapat dipertahankan. Paus Yohanes ke-23 secara jelas menyatakan bahwa perlucutan senjata untuk menggalang perdamaian, bergantung pada partisipasi aktif warga dunia untuk melenyapkan ketakutan dan kecemasan yang ada dalam setiap diri manusia. Di sini, dapat dikatakan bahwa perdamaian dunia sangatlah ditentukan oleh apa yang menjadi visi bersama umat manusia di dunia ini, yaitu kebenaran, keadilan, dan kebebasan yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Ajaran Gereja yang kedua yang juga berbicara tentang perdamaian dunia adalah Gaudeum et Spes. Dalam GS, dinyatakan bahwa menciptakan perdamaian dunia itu bukanlah sebuah sikap yang ditentukan oleh kekuatan militer yang identik dengan kekerasan, namun ditentukan oleh kesediaan setiap orang untuk mau mengakui dan menghargai keberadaan sesamanya yang ada di sekitarnya. Ada pendapat yang mengatakan bahwa ancaman perang akan terus berlangsung sampai kedatangan kembali Kristus ke dunia. Kita tidak pernah tahu betul kebenaran pendapat itu. Hanya saja, hal yang harus diperhatikan adalah bahwa sikap yang membiarkan atau menyetujui perang adalah sebuah tindakan yang sungguh fatal.&lt;br /&gt;Selanjutnya, perjuangan untuk memperjuangkan perdamaian ini dilanjutkan oleh Paus Yohanes Paulus II. Dalam ensikliknya, Solicitudo Rei Socialis, dikatakan bahwa perdamaian adalah buah dari solidaritas umat manusia. Solidaritas itu bisa muncul jika ada keadilan dalam masyarakat. Maka, ensiklik ini ingin menunjukkan hubungan yang muncul antara perdamaian dan keadilan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perdamaian dapat terwujud dalam pertumbuhan dan kemajuan kehidupan. Perdamaian sejati didasarkan pada sikap adil. Sikap adil berarti mau memberikan penghargaan kepada setiap pribadi karena sama-sama memiliki martabat yang luhur.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana Gereja Katolik sekarang melihat perang-perang yang sudah terjadi? Pada dasarnya, Gereja Katolik akan selalu mengutuk perang dan kejahatan yang diakibatkannya. Namun, ada satu hal penting lagi, yaitu bahwa Gereja tidak pernah akan mau mempersalahkan pihak manapun. Gereja mengajak seluruh umat manusia untuk menumbuhkan sikap pengampunan dalam diri setiap orang. Pengampunan adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk memulihkan kehidupan yang kacau akibat perang. Pengampunan bisa menjadi obat untuk menyembuhkan luka dan penderitaan batin akibat perang.&lt;br /&gt;Akhirnya, Gereja Katolik modern dalam ensikliknya Novo Millenio Adveniente, memberikan solusi nyata untuk dunia dalam mencegah konflik-konflik kekerasan, yaitu cara DIALOG. Dialog adalah sikap sentral dan penting dalam pemikiran dunia. Dalam dialog itu, ada sebuah kesadaran untuk mau mengakui serta menerima secara terbuka adanya perbedaan. Dari keterbukaan itu, secara bersama-sama pula manusia mencari apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh umat manusia. Dan, dialog dapat terwujud bila ada sikap yang toleran dan kebebasan beragama itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borradori, Giovanni. 2005. Filsafat dalam Masa Teror. Jakarta: Penerbit Kompas&lt;br /&gt;Cahyadi, Krispurwana. 2007. Yohanes Paulus II: Gereja, Teologi, dan Kehidupan. Jakarta: Obor&lt;br /&gt;Lubis, Mochtar. 1988. Menggapai Dunia Damai. Jakarta: Yayasan Obor&lt;br /&gt;O Sears, David. 2000. Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga&lt;br /&gt;Sudarmanto. 1989. Agama dan Politik Anti Kekerasan. Yogyakarta: Kanisius&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; David O. Sears, Psikologi Sosial edisi kelima (Jakarta: Erlangga, 2000), hlm. 2.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Mochtar Lobis, Menggapai Dunia Damai (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1988), hlm. Viii.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Destruktif = merusak, cara yang negatif&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Distorsi=menghilangkan nilai-nilai positif suatu realitas.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Giovanna Borradori, Filsafat dalam Masa Teror (Jakarta: Kompas, 2005), hlm. 21.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; YB. Sudarmanto, Agama dan Politik Anti Kekerasan (Yogyakarta:Kanisius, 1989), hlm. 45&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-979126435192689617?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/979126435192689617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/monster-mematikan-itu-bernama-perang_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/979126435192689617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/979126435192689617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/monster-mematikan-itu-bernama-perang_27.html' title='MONSTER  MEMATIKAN ITU  BERNAMA  PERANG'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-6465401481637802643</id><published>2009-02-27T19:29:00.001-08:00</published><updated>2009-02-27T20:25:19.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>BAB III: KEKHASAN  DALAM GEREJA KATOLIK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Teman-teman yang terkasih, pengembaraan kita dalam mencari esensi dasar Gereja sudah sampai di titik tengah. Itu berarti, kita masih menyisakan setengah perjalanan lagi menuju titik akhir pengembaraan kita. Pada bab ini, kita akan melihat lebih jauh tentang unsur-unsur khas yang hanya dimiliki oleh Gereja Katolik saja. Dan, beberapa di antaranya merupakan unsur yang langsung menunjukkan identitas kekatolikan.&lt;br /&gt;Saya akan mencoba menggunakan cara pendekatan baru dalam memaparkan materi pada bab ini, yaitu melalui metode tanya jawab. Semoga dapat membantu pengembaraan kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III.1. HIRARKI GEREJA&lt;br /&gt;a. Makna dan Sejarah Singkat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Apa itu Pengertian Hirarki?&lt;br /&gt;Hirarki berasal dari kata Hirarchia yang berarti Tata Kudus. Hirarki terkait dengan pelayanan dalam Gereja yang mengarah kepada Allah yang mahakudus. Hirarki menjadi tanda lahiriah yang menunjuk pada sifat Gereja sebagai institusi di dunia. Dapat pula dikatakan bahwa Hirarki lebih mirip dengan struktur keorganisasian dalam sebuah lembaga.&lt;br /&gt;2. Apa fungsi dari Hirarki?&lt;br /&gt;Ada dua fungsi hirarki. Pertama, fungsi sosiologis, yaitu hirarki menjadi simbol nyata yang menunjukkan bahwa Gereja adalah institusi lahiriah yang mendunia. Dengan fungsi itu, Gereja memperoleh pengakuan dari publik sebagai lembaga yang memiliki kekuatan publik. Kedua, fungsi religius, yaitu hirarki menjadi semacam jalan pelayanan iman umat yang mendasarkan dirinya pada iman kepada Yesus Kristus yang senantiasa membimbing Gereja-Nya hingga akhir zaman. Dengan kata lain, inti dari sebuah hirarki bukanlah struktur kekuasaan tapi struktur pelayanan.&lt;br /&gt;3. Seperti apakah struktur hirarki dalam Gereja Katolik?&lt;br /&gt;Susunan Hirarki Gereja secara formal adalah Uskup (Episkopos)-Imam (Presbyteros)-Diakon (Diakonos).&lt;br /&gt;4. Kapan sistem hirarki macam itu mulai berlaku?&lt;br /&gt;Sistem itu mulai dikenal pada akhir abad kedua. Struktur itu muncul seiring munculnya klaim dari Gereja bahwa dirinya adalah lembaga yang terpisah dari Yudaisme. Ekaristi dipandang sebagai pengganti korban kenisah. Mereka yang memimpin Ekaristi dengan segera disebut imam meskipun pada permulaannya, hanya para uskup yang dikatakan mempersembahkan kurban.&lt;br /&gt;5. Siapakah yang masuk ke dalam hirarki?&lt;br /&gt;Yang masuk ke dalam sistem hirarki adalah para pelayan tertahbis. Hanya kaum tertahbis-lah yang boleh masuk ke dalam struktur hirarkis Gereja. Kaum tertahbis itu kerap disebut sebagai Klerus. Tahbisan imamat-lah yang memasukkan seseorang ke dalam struktur hirarki Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Uskup, Imam, dan Diakon&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Siapakah Uskup itu?&lt;br /&gt;Uskup adalah seorang imam yang mendapatkan kepenuhan tahbisan imamat. Uskup menjadi pemimpin teritorial Gereja di wilayah tertentu. Untuk menjadi uskup, orang itu harus menjadi imam terlebih dahulu karena pada dasarnya Uskup adalah seorang imam. Uskup adalah pengganti para Rasul Kristus.&lt;br /&gt;2. Siapakah Imam itu?&lt;br /&gt;Imam adalah para pembantu uskup. Imamat mereka adalah terbatas. Para imam tidak berwenang mentahbiskan imam. Hanya uskup yang berhak mentahbiskan imam.&lt;br /&gt;3. Siapakah Diakon itu?&lt;br /&gt;Diakon tertahbis adalah para pembantu Uskup. Mereka berwenang membaptis orang dan memimpin sakramen pernikahan. Sakramen-sakramen lain masih belum boleh diterimakan hingga ia ditahbiskan menjadi Imam.&lt;br /&gt;4. Apa yang dimaksud dengan tahbisan?&lt;br /&gt;Tahbisan adalah suatu tindakan inderawi yang menandakan dan menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang dikhususkan untuk mengabdi Yang Kudus.&lt;br /&gt;5. Mengapa para imam dan para religius tidak boleh menikah padahal Yesus tidak pernah secara khusus berpesan kepada para murid-Nya agar tidak menikah?&lt;br /&gt;Hidup tidak menikah disebut sebagai hidup selibat. Mengenai hal ini, kita perlu membuat pembedaan antara imam dan kaum religius. Imam menjalani hidup selibat karena peraturan Gereja mewajibkannya. Sedangkan, kaum religius (suster/bruder/imam religius) menjalani hidup selibat karena secara bebas ia memilih sendiri cara hidup tersebut. Lewat kaul kemurniannya, mereka harus menjalani hidup tidak menikah. Dengan kata lain, seandainya peraturan Gereja mengizinkan seorang imam untuk menikah, maka seorang religius tetap tidak dapat menikah karena terikat dengan kaul kemurniannya itu. Sedangkan, imam non religius dapat melepaskan diri dari kewajiban hidup selibat bila peraturan Gereja mengizinkan hal itu.&lt;br /&gt;Yesus memang tidak pernah menyuruh murid-Nya untuk tidak menikah. Bahkan, Petrus pun menikah. Jika demikian, untuk apa imam dan kaum religius tetap menjalani hidup selibat? Ada dua alasan untuk itu. Pertama, untuk meniru Yesus yang tidak menikah. Kedua, karena Yesus pernah bersabda bahwa ada orang yang membuat dirinya tidak menikah karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Surga (Lih. Mat 19:12).&lt;br /&gt;Sesungguhnya, tidak ada dasar biblis untuk kewajiban bagi para imam. Bahkan, dahulu, para imam Katolik pun boleh menikah. Dalam hal ini, Paus memiliki kekuasaan penuh untuk melepaskan kewajiban itu. Hanya saja, dari pengalaman selama ratusan tahun, Gereja tetap mempertahankan kewajiban hidup selibat dengan alasan bahwa seorang imam yang tidak memiliki istri dan anak, biasanya akan lebih terlindungi dari godaan untuk memakai uang jemaat yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan keluarganya. Atau, dalam bahasa rasul Paulus, “Orang yang tidak beristri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan.” (Lih. 1 Kor 7:32).&lt;br /&gt;6. Apa dasar peraturan dari hidup selibat?&lt;br /&gt;Kewajiban selibat bagi semua imam ditetapkan oleh Gereja secara resmi dan universal dalam Konsili Lateran I dan II (tahun 1123 dan 1139). Sepanjang sejarahnya, ada beberapa alasan yang mendukung hidup selibat bagi para imam, yaitu:&lt;br /&gt;a. Imam menjalani hidup selibat untuk meneladani Kristus dan Paulus yang tidak menikah.&lt;br /&gt;b. Imam tidak menikah karena cintanya kepada Kristus dan demi Kerajaan Allah.&lt;br /&gt;c. Imam tidak menikah karenahidup selibat dan pantang kenikmatan seksual dianggap sebagai persiapan yang paling baik untuk melayani altar Tuhan.&lt;br /&gt;d. Imam tidak menikah agar harta benda Gereja jangan sampai menjadi warisan keturunannya.&lt;br /&gt;7. Apa bedanya antara Imam Projo dengan Imam Ordo/Religius?&lt;br /&gt;a. Imam Praja adalah seorang imam yang langsung berada di bawah pimpinan seorang Uskup. Sedangkan, Imam religius adalah imam yang sekaligus seorang religius yang taat kepada pimpinan tarekatnya.&lt;br /&gt;b.Imam Praja tidak mengucapkan kaul kemiskinan, ketaatan, dan kemurnian. Sedangkan seorang imam religius, mengucapkan ketiga kaul tersebut dan terikat padanya.&lt;br /&gt;c. Imam religius memiliki regula (aturan dasar ordo yang disahkan oleh Paus), sedangkan imam Praja tidak memiliki regula. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Peranan Kaum Awam dalam Gereja&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Siapakah itu Kaum Awam?&lt;br /&gt;Kaum awam adalah mereka yang tidak mendapatkan tahbisan imamat. Kaum religius yang bukan klerus, masuk ke dalam kelompok ini, seperti bruder dan suster. Dengan demikian jelas, bahwa ada dua status besar dalam Gereja, yaitu kaum klerus (kaum tertahbis) dan kaum Awam (non-tertahbis).&lt;br /&gt;2. Berikut adalah kaum religius yang juga termasuk ke dalam golongan Awam:&lt;br /&gt;a. Frater: Calon imam yang secara intensif mempersiapkan diri untuk menerima tahbisan imamat.&lt;br /&gt;b. Novis adalah para calon biarawan/wati yang mempersiapkan diri secara intensif untuk mengucapkan tri kaul yang pertama. Masa yang dijalani seorang novis disebut Novisiat.&lt;br /&gt;c. Postulan adalah sebutuan untuk para calon biarawan/wati yang sudah mencoba hidup di dalam biara sebelum mereka diperkenankan secara resmi masuk ke masa novisiat.&lt;br /&gt;d. Aspiran adalah mereka yang ingin masuk ke suatu biara.&lt;br /&gt;e. Rahib adalah para pertapa dan para anggota ordo kontemplatif yang hidup di balik tembok.&lt;br /&gt;f. Rubiah adalah rahib perempuan.&lt;br /&gt;g. Abas adalah seorang kepala suatu biara pertapaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III.2. TRADISI “BERDOA” DALAM GEREJA KATOLIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. Mengapa Orang Katolik Berdoa kepada Orang Kudus?&lt;br /&gt;Pertanyaan ini kerap dimunculkan oleh orang Protestan kepada orang Katolik. Mereka mempertanyakan bahwa mengapa orang Katolik tidak berdoa langsung saja kepada Allah atau Yesus. Hal itu akan dijabarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bahwa Alkitab telah menunjukkan banyak contoh nyata kepada kita bahwa manusia bisa menjadi pengantara pada Allah demi kepentingan orang lain, seperti:&lt;br /&gt;1. Dalam Perjanjian Lama:&lt;br /&gt;- Abraham berdoa untuk kepentingan penduduk kota Sodom dan Gomora.&lt;br /&gt;- Musa sering berdoa untuk kepentingan umat Israel.&lt;br /&gt;- Bangsa Israel meminta kepada Samuel agar ia mendoakan mereka.&lt;br /&gt;2. Dalam Perjanjian Baru:&lt;br /&gt;- Yesus berdoa untuk para murid-Nya dan untuk dunia.&lt;br /&gt;- Paulus senantiasa berdoa untuk umatnya.&lt;br /&gt;- Paulus juga sadar bahwa keselamatannya tergantung juga pada doa-doa umatnya.&lt;br /&gt;Contoh-contoh itu menunjukkan tiga hal berikut: Pertama, bahwa doa seseorang dapat berguna bagi orang lain. Paham ini memunculkan paham tentang doa syafaat. Kedua, bahwa kita pun dapat meminta kepada orang lain supaya berdoa bagi kita. Ketiga, bahwa doa orang yang benar, akan sangat besar kuasanya.&lt;br /&gt;Dengan ketiga paham itu, maka praktek berdoa kepada orang kudus dapat dibenarkan. Sebab, orang-orang kudus itu adalah anggota Gereja juga. Setelah mereka meninggal dunia dan bersatu dengan Kristus di Surga, mereka tetap anggota satu tubuh Kristus. Mereka tidak terpisah jauh dari kita, tapi malah lebih dekat dengan kita. Kita meyakini bahwa doa-doa orang Kudus itu lebih besar kuasanya karena mereka itu lebih dekat dengan Allah di surga.&lt;br /&gt;Berdoa kepada orang kudus bukan berarti menyembah orang kudus. Akan tetapi, berdoa kepada orang kudus berarti menyampaikan permohonan supaya mereka memintakan rahmat-rahmat tertentu bagi kita. Dengan kata lain, orang-orang kudus itu hanyalah perantara manusia kepada Kristus. Dengan demikian, praktek berdoa dengan perantaraan orang kudus tidak mengurangi nilai Kristus sebagai satu-satunya perantara antara manusia dan Bpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Tradisi Berdoa untuk Orang Mati dan Api Penyucian.&lt;br /&gt;1. Dasar historis apa yang memunculkan tradisi ini?&lt;br /&gt;Dalam 2 Mak 12:38-45, diceritakan bahwa para tentara Yahudi yang tewas dalam perang suci yang dipimpin oleh Yudas Makabe itu kedapatan memiliki jimat-jimat dari berhala kota Yamnia di bawah jubahnya. Menurut kitab ini, dosa itulah yang menyebabkan kematian mereka itu. Maka dari itu, para prajurit yang masih hidup, mengirimkan uang yang akan digunakan untuk membeli kurban penghapus dosa bagi para prajurit yang gugur itu. Bantuan rohani untuk orang mati itu, dianggap sebagai perbuatan yang saleh dan baik.&lt;br /&gt;Kisah itu menunjukkan adanya kepercayaan bahwa sesudah mati, dosa orang dapat diampuni berkat doa-doa dan kurban dari mereka yang masih hidup. Dalam kitab Sirakh 7:33, juga dikatakan “Hendaklah kemurahan hatimu meliputi semua orang yang hidup, tapi orang mati pun jangan kau kecualikan pula dari kemurahanmu. Ayat ini menunjukkan bahwa mereka yang masih hidup harus merawat dan memberikan bantuan rohani bagi orang yang sudah mati.&lt;br /&gt;2. Bila seseorang meninggal dunia, ke manakah rohnya pergi?&lt;br /&gt;Menurut ajaran Katolik, sesudah kematian, setiap orang akan diadili secara pribadi. Ada tiga kemungkinan dari hasil pengadilan itu, yaitu orang masuk surga, neraka, dan masuk ke api penyucian sebelum orang masuk ke surga.&lt;br /&gt;Dasar untuk keyakinan itu adalah:&lt;br /&gt;- Lukas 16:22 : Orang kaya yang sudah mati berteriak minta tolong kepada Abraham.&lt;br /&gt;- 2 Korintus 5:8 dan Filipi 1:23: Paulus mengungkapkan keinginannya untuk mati saja, yakni berpisah dari tubuhnya yang fana untuk bersatu dengan Kristus demi kebahagiaan. Keyakinan Paulus ini mencerminkan iman bahwa sebelum kebangkitan pada akhir zaman pun, orang yang mati sudah dapat bersama dengan Kristus di surga.&lt;br /&gt;3. Kematian erat kaitannya dengan akhir zaman. Apa yang akan terjadi saat itu?&lt;br /&gt;Pada akhir zaman, akan ada kebangkitan badan. Jiwa orang mati akan dipersatukan kembali dengan badan untuk diadili bersama-sama dengan seluruh umat manusia. Semua akan dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu domba dan kambing. Hasil pengadilan pribadi yang sudah terjadi sebelum akhir zaman, tetap berlaku dan hanya akan diteguhkan dalam pengadilan umum di akhir zaman itu.&lt;br /&gt;4. Apa gunanya mendoakan orang yang sudah meninggal?&lt;br /&gt;Tujuan mendoakan roh orang yang sudah meninggal ialah memperingan dan mempersingkat masa penderitaan arwah orang itu seandainya orang itu masih harus dimurnikan di api penyucian. Kita juga boleh berdoa dengan perantaraan orang-orang yang sudah meninggal agar mereka juga mendoakan kita kepada Allah. Hanya saja, berdoa kepada orang yang sudah meninggal, harus mengandaikan bahwa orang itu sudah masuk surga. Lalu, bagaimana jika kita berdoa untuk memanggil orang yang sudah meninggal agar ia memberikan petunjuk? Hal itu dilarang oleh Gereja Katolik. Praktek ini dilarang karena sama halnya dengan menduakan Tuhan.&lt;br /&gt;5. Apakah setiap orang Kristen akan otomatis masuk surga ketika ia meninggal?&lt;br /&gt;Dalam Gereja Katolik, yang menyelamatkan manusia adalah bukan hanya iman, tapi juga perbuatan. Baptis memang menjadi jaminan bagi seseorang untuk bersatu dengan Yesus di surga nanti, tapi itu tidak begitu saja membuat orang itu otomatis masuk ke surga. Yang pasti masuk ke surga adalah mereka yang mati dalam persatuan dengan Yesus. Persatuan ini dapat diperoleh bila selama hidup di dunia, perbuatan yang dilakukannya terus sejalan dengan nilai-nilai kebaikan. Orang Kristiani yang terpisah dari Kristus karena dosa-dosanya, tidak akan dipersatukan dengan Yesus di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apa itu ajaran tentang Api Penyucian?&lt;br /&gt;Ajaran ini berdasarkan keyakinan bahwa ada orang yang tidak terpisah dari Kristus, tetapi sekaligus belum sepenuhnya bersatu dengan Yesus sehingga ia perlu disucikan dan dimurnikan di dalam Api Penyucian sebelum boleh bersatu dengan Yesus di surga. Ajaran Api Penyucian tidak mengurangi sedikit pun peranan Yesus Kristus yang mengampuni dosa kita. Manfaat doa bagi jiwa di Api Penyucian adalah meringankan hukuman atas doa, dan bukan penghapusan dosa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III.3. SAKRAMEN-SAKRAMEN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Apa itu Sakramen?&lt;br /&gt;Sakramen adalah tanda yang mendatangkan rahmat Allah dan memberikan kehidupan ilahi kepada kita, yang telah ditetapkan Kristus dan dipercayakan kepada Gereja-Nya. Sakramen-sakramen yang dirayakan dengan pantas dalam iman, memberikan rahmat yang mereka nyatakan. Sakramen itu menjadi berdaya guna karena Kristus sendiri bekerja di dalamnya. Yesus sendirilah yang bertindak dalam Sakramen-sakramen-Nya untuk membagi-bagikan rahmat yang dinyatakan oleh Sakramen.&lt;br /&gt;Gereja sendiri mengajarkan bahwa Sakramen adalah karya penyelamatan Yesus Kristus yang dimaksudkan untuk membantu anggota Gereja dalam perjalanan iman mereka menuju kehidupan kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sakramen apa sajakah yang ada dalam Gereja Katolik?&lt;br /&gt;Dalam Gereja Katolik, ada tujuh sakramen, yaitu:&lt;br /&gt;a. Sakramen Baptis (Sacramentum Baptismi)&lt;br /&gt;b. Sakramen Penguatan (Sacramentum Confirmationis)&lt;br /&gt;c. Sakramen Ekaristi (Sacramentum Eucharistiae)&lt;br /&gt;d. Sakramen Tobat (Sacramentum Paenitentiae)&lt;br /&gt;e. Sakramen Imamat (Sacramentum Ordinis)&lt;br /&gt;f. Sakramen Perkawinan (Sacramentum Matrimonii)&lt;br /&gt;g. Sakramen Pengurapan orang sakit (Sacramentum Unctionis Infirmorum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana, kapan, dan oleh siapa ketujuh sakramen itu diadakan?&lt;br /&gt;Menurut keyakinan Gereja Katolik, ketujuh sakramen diadakan atau dikehendaki oleh Yesus Kristus sendiri. Hal itu disimpulkan dari prakteknya dalam Gereja sejak dahulu. Kemudian, praktek itu direfleksikan dalam terang Perjanjian Baru dan akhirnya dinyatakan sebagai sakramen yang dikehendaki olehYesus. Adapun dasar alkitabiah untuk ketujuh sakramen itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Untuk sakramen baptis, adalah sabda Yesus yang tertulis dalam Mat 28:19-20, dan juga perintah Petrus dalam Kis 2:38.&lt;br /&gt;2. Untuk sakramen Krisma, dasar yang dapat digunakan adalah Kisah Para Rasul 8:14-16 yang berbicara tentang Petrus dan Yohanes yang berdoa supaya orang-orang Samaria beroleh Roh Kudus. Pembedaan antara sakramen Krisma dan Baptis, ditunjukkan dalam ayat 16.&lt;br /&gt;3. Untuk sakramen Ekaristi, dasar yang digunakan adalah Kisah Perjamuan Terakhir Yesus dengan para murid-Nya (Mat 26:26-29; Mrk 14:22-25)&lt;br /&gt;4. Untuk sakramen Tobat, dasar yang digunakan adalah sabda Yesus kepada para Rasul yang terdapat dalam Yoh 20:22-23.&lt;br /&gt;5. Untuk sakramen Orang Sakit, dasar yang dapat digunakan adalah surat Yakobus 5:14-15, dan Mrk 6:13.&lt;br /&gt;6. Untuk sakramen Imamat, dasar yang dapat digunakan adalah ayat-ayat yang menunjukkan bagaimana Yesus menjadikan para Rasul “petugas” Gereja dan peserta dalam karya dan kuasa imamat-Nya, khususnya perintah Yesus dalam Perjamuan Terakhir, agar para Rasul mengadakan perjamuan itu sebagai kenangan akan Dia.&lt;br /&gt;7. Untuk sakramen perkawinan, dasar yang digunakan adalah Ef 5:22-28 tentang kasih suami-istri sebagai tanda dan perwujudan kasih Kristus kepada umat-Nya dan kasih umat kepada Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah Makna setiap sakramen itu?&lt;br /&gt;Nama Sakramen&lt;br /&gt;Makna Sakramen&lt;br /&gt;1. Sakramen Baptis&lt;br /&gt;Menginisiasikan seseorang ke dalam kehidupan Kristen dan Gereja. Sakramen ini menjadi tanda bahwa kita telah diselamatkan oleh Yesus Kristus dan disucikan oleh Roh Allah. Pembaptisan menghapuskan dosa asal.&lt;br /&gt;2. Sakramen Penguatan&lt;br /&gt;Memeteraikan seseorang dengan Roh Kudus. Penguatan memampukan seseorang untuk melayani Kerajaan Allah dengan baik. Melalui penumpangan tangan dan pengurapan minyak krisma, karunia Roh Kudus dicurahkan kepada para penerima Sakramen Krisma.&lt;br /&gt;3. Sakramen Ekaristi&lt;br /&gt;Sakramen Ekaristi adalah puncak misteri Kristus. Dalam Ekaristi, tercakup seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Paskah dan Roti Hidup.&lt;br /&gt;4. Sakramen Tobat&lt;br /&gt;Sakramen ini merupakan perayaan resmi pertobatan pendosa dari dosa-dosanya, pengampunan Allah melalui absolusi dari imam dan janji si peniten untuk melunasi dosanya dan membarui kehidupan.&lt;br /&gt;5. Sakramen Pengurapan orang sakit&lt;br /&gt;Sakramen ini merupakan upacara liturgis untuk mendoakan anggota Gereja yang sakit berat. Dalam sakramen ini, terkandung unsur rekonsiliasi (pertobatan). Simbol minyak suci dan penumpangan tangan yang digunakan dalam sakramen ini, menyatakan iman kita akan kekuatan Allah yang mengatasi penyakit dan penderitaan dalam kehidupan persekutuan.&lt;br /&gt;6. Sakramen Imamat&lt;br /&gt;Sakramen imamat adalah sakramen pelayanan. Para uskup, imam, dan diakon dipanggil untuk menguduskan kaum awam, yang turut mengambil bagian dalam imamat umum yang diterima pada saat mereka dibaptis.&lt;br /&gt;7. Sakramen Pernikahan&lt;br /&gt;Melalui sakramen ini, kedua pengantin memperlihatkan suatu kedalaman dan keabadian kasih Allah dan mengikrarkan suatu bentuk persatuan permanen satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apa sajakah yang menjadi unsur-unsur dasar dari setiap sakramen itu?&lt;br /&gt;Nama Sakramen&lt;br /&gt;Unsur dasar Sakramen&lt;br /&gt;1. Sakramen Baptis&lt;br /&gt;Air pembaptisan, dan forma pembaptisan dalam kuasa Tritunggal Mahakudus.&lt;br /&gt;2. Sakramen Penguatan&lt;br /&gt;Minyak Krisma dan Penumpangan Tangan&lt;br /&gt;3. Sakramen Ekaristi&lt;br /&gt;Perjamuan&lt;br /&gt;4. Sakramen Tobat&lt;br /&gt;Absolusi, Penitensi&lt;br /&gt;5. Sakramen Pengurapan orang sakit&lt;br /&gt;Minyak Pengurapan orang sakit (Oil Infirmorum)&lt;br /&gt;6. Sakramen Imamat&lt;br /&gt;Penumpangan tangan, Tahbisan&lt;br /&gt;7. Sakramen Pernikahan&lt;br /&gt;Janji pernikahan, kedua mempelai, pejabat Gereja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tujuh Sakramen itu dikelompokkan menjadi tiga kelompok lagi. Apa sajakah itu?&lt;br /&gt;Sakramen baptis, penguatan, dan ekaristi disebut sebagai sakramen inisiasi karena ketiganya merupakan jalan menuju partisipasi penuh dalam misteri Paskah Kristus dan menjadikan kita anggota penuh dalam Gereja.&lt;br /&gt;Kelompok yang kedua adalah Sakramen Penyembuhan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah sakramen rekonsiliasi dan pengurapan orang sakit. Disebut sebagai sakramen penyembuhan karena sakramen itu mampu memberikan kesembuhan tubuh, jiwa, dan pikiran seseorang.&lt;br /&gt;Kelompok ketiga adalah Sakramen Pelayanan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah sakramen imamat dan pernikahan. Disebut sebagai sakramen pelayanan adalah karena sakramen ini mengarahkan setiap orang untuk melayani Gereja dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bagaimana kita merayakan Sakramen?&lt;br /&gt;Pertama, dengan tanda-tanda dan lambang-lambang. Allah mengajar kita melalui kodrat manusia, kebudayaan, karya penciptaan, dan peristiwa-peristiwa dunia. Yesus kerap menggunakan lambang dan isyarat untuk menyingkapkan rahasia Kerajaan Allah.&lt;br /&gt;Kedua, dengan kata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan ini terlihat dalam upacara-upacara liturgis yang dilakukan. Kata-kata dan tindakan itu menyuburkan iman, dan menghadirkan kemuliaan Allah yang diwartakan.&lt;br /&gt;Ketiga, dengan nyanyian dan musik. Keempat, dalam masa liturgi. Seluruh misteri Kristus dan pengharapan akan kedatangan-Nya, coba disingkapkan oleh Gereja dalam masa-masa liturgi yang dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Apa itu Sakramentali?&lt;br /&gt;Sakramentali adalah sarana untuk mengingat kehadiran Allah dalam kehidupan manusia. Contoh sakramentali adalah Gambar, Patung, dan medali Yesus maupun orang-orang kudus. Ibadat-Ibadat Sabda dan doa-doa liturgis juga menjadi bentuk nyata dari Sakramentali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III.4. Dokumen-Dokumen Gereja&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;A. Dokumen Konsili Vatikan II&lt;br /&gt;1. Apa itu Dokumen Konsili Vatikan II (DKV)?&lt;br /&gt;DKV adalah dokumen resmi Gereja yang dihasilkan dalam Konsili Vatikan II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kapan Konsili Vatikan II itu sendiri dilaksanakan?&lt;br /&gt;Konsili Vatikan II dimulai pada tanggal 11 Oktober 1962 dan ditutup pada tanggal 8 Desember 1965. Lamanya konsili ini adalah 3 tahun. Penggagasnya adalah Paus Yohanes XXIII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ada berapa dokumenkah di dalam DKV II?&lt;br /&gt;Konsili Vatikan II telah berhasil menghasilkan 16 dokumen resmi. Dokumen resmi itu terdiri dari 4 konstitusi, 9 dekrit, dan 3 deklarasi. Konstitusi mengungkapkan landasan ideal; Dekrit mengandung keputusan-keputusan yang ingin dilaksanakan; dan deklarasi menuangkan pernyataan sikap Gereja terhadap realitas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apakah yang menjadi inti keseluruhan DKV II?&lt;br /&gt;DKV II ingin mencanangkan pemahaman diri Gereja Katolik akan tempat, hak dan kewajibannya dalam dunia dan tata masyarakat serta menggoreskan rencana upaya dan usaha yang ingin dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dokumen-dokumen apa sajakah yang ada dalam DKV II?&lt;br /&gt;Nama Dokumen&lt;br /&gt;Jenis Dokumen&lt;br /&gt;Isi Dokumen&lt;br /&gt;Struktur Teknis&lt;br /&gt;Ad Gentes (AG)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Karya Misioner Gereja&lt;br /&gt;Pendahuluan + 6 Bab Isi&lt;br /&gt;Apostolicam Actuositatem (AA)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Kerasulan Awam&lt;br /&gt;Pendahuluan + 6 Bab Isi&lt;br /&gt;Christus Dominus (CD)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Tugas Kegembalaan para Uskup dalam Gereja&lt;br /&gt;Pendahuluan + 3 Bab Isi&lt;br /&gt;Dei Verbum (DV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstitusi&lt;br /&gt;Wahyu Ilahi&lt;br /&gt;Pendahuluan + 6 bab Isi&lt;br /&gt;Dignitatis Humanae (DH)&lt;br /&gt;Deklarasi&lt;br /&gt;Kebebasan Beragama&lt;br /&gt;Pendahuluan + 1 Bab Isi&lt;br /&gt;Gaudium et Spes (GS)&lt;br /&gt;Konstitusi&lt;br /&gt;Gereja di dalam dunia&lt;br /&gt;Pendahuluan + 5 bab isi + Penutup&lt;br /&gt;Gravissimum Educationis (GE)&lt;br /&gt;Deklarasi&lt;br /&gt;Pendidikan Kristen&lt;br /&gt;1 Bab isi&lt;br /&gt;Inter Mirifica (IM)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Alat-Alat Komunikasi Sosial&lt;br /&gt;Pendahuluan + 2 Bab Isi&lt;br /&gt;Lumen Gentium (LG)&lt;br /&gt;Konstitusi&lt;br /&gt;Gereja&lt;br /&gt;8 Bab Isi&lt;br /&gt;Nostra Aetate (NA)&lt;br /&gt;Deklarasi&lt;br /&gt;Sikap Gereja terhadap agama bukan Kristen&lt;br /&gt;1 Bab Isi&lt;br /&gt;Optatam Totius (OT)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Pendidikan Imam&lt;br /&gt;Pendahuluan + 1 bab Isi&lt;br /&gt;Orientalium Ecclesiarum (OE)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Gereja Katolik Timur&lt;br /&gt;1 Bab Isi&lt;br /&gt;Perfectae Caritatis (PC)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Pembaruan yang serasi Hidup Kebiaraan&lt;br /&gt;1 Bab Isi&lt;br /&gt;Presbyterorum Ordinis (PO)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Pelayanan dan Kehidupan para Imam&lt;br /&gt;Pendahuluan + 3 Bab Isi&lt;br /&gt;Sacrosanctum Concilium (SC)&lt;br /&gt;Konstitusi&lt;br /&gt;Liturgi Kudus&lt;br /&gt;Pendahuluan + 6 Bab Isi&lt;br /&gt;Unitatis Redintegratio (UR)&lt;br /&gt;Dekrit&lt;br /&gt;Ekumene&lt;br /&gt;Pendahuluan + 3 Bab Isi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ajaran-Ajaran Sosial Gereja&lt;br /&gt;1. Apa itu Ajaran Sosial Gereja (ASG)?&lt;br /&gt;Ajaran Sosial Gereja (ASG) adalah kumpulan dokumen yang dikeluarkan Gereja dalam menanggapi realitas sosial yang terjadi di dunia ini. Ajaran sosial Gereja muncul dari sebuah kesadaran dan upaya Gereja untuk mau terlibat dalam hidup sosial beserta permasalahan sosial yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Siapakah yang memunculkan ASG? kapan itu muncul? Dan apa sajakah yang termasuk sebagai ajaran sosial Gereja?&lt;br /&gt;ASG tidak dimunculkan secara bersamaan dan tidak pula ditetapkan oleh satu orang saja. Ajaran Sosial Gereja yang ada saat ini merupakan kumpulan dari dokumen yang muncul dalam jangka waktu yang berbeda. Berikut adalah rincian yang dapat dilihat berdasarkan urutan tanggal:&lt;br /&gt;Nama Dokumen&lt;br /&gt;Tanggal Penetapan&lt;br /&gt;Yang menetapkan&lt;br /&gt;Tema Dokumen&lt;br /&gt;Ensiklik Rerum Novarum&lt;br /&gt;15 Mei 1891&lt;br /&gt;Paus Leo XIII&lt;br /&gt;Keadaan Kaum Buruh&lt;br /&gt;Ensiklik Quadragesimo Anno&lt;br /&gt;15 Maret 1931&lt;br /&gt;Paus Pius XII&lt;br /&gt;Pembangunan ulang Tata Sosial dan Penyesuaiannya dengan hukum Injil (Dalam rangka Ulang tahun ke-40 Rerum Novarum&lt;br /&gt;Ensiklik Mater et Magistra&lt;br /&gt;15 Mei 1961&lt;br /&gt;Paus Yohanes XXIII&lt;br /&gt;Perkembangan akhir Masalah Sosial dalam Terang Ajaran Kristiani&lt;br /&gt;Ensiklik Pacem in Terris&lt;br /&gt;11 April 1963&lt;br /&gt;Paus Yohanes XXIII&lt;br /&gt;Perdamaian Semesta dalam Kebenaran, Keadilan dan Cinta Kasih&lt;br /&gt;Konstitusi Gaudium et Spes&lt;br /&gt;7 Desember 1965&lt;br /&gt;Konsili Vatikan II&lt;br /&gt;Gereja di Dunia&lt;br /&gt;Ensiklik Populorum Progressio&lt;br /&gt;26 Maret 1967&lt;br /&gt;Paus Paulus VI&lt;br /&gt;Perkembangan Bangsa-Bangsa di Dunia&lt;br /&gt;Ensiklik Octogesima Adveniens&lt;br /&gt;14 Mei 1971&lt;br /&gt;Paus Paulus VI&lt;br /&gt;Tantangan Marxisme, Sosialisme, dan Liberalisme&lt;br /&gt;Amanat Convenientes Ex Universo&lt;br /&gt;30 November 1971&lt;br /&gt;Amanat Sinode Uskup&lt;br /&gt;Keadilan Dunia&lt;br /&gt;Ensiklik Evangelii Nuntiandi&lt;br /&gt;8 Desember 1975&lt;br /&gt;Paus Paulus VI&lt;br /&gt;Pewartaan Injil dalam Dunia Modern&lt;br /&gt;Ensiklik Redemptor Hominis&lt;br /&gt;9 Maret 1979&lt;br /&gt;Paus Yohanes Paulus II&lt;br /&gt;Misteri Penebusan Kristus&lt;br /&gt;Ensiklik Laborem Excercens&lt;br /&gt;14 September 1979&lt;br /&gt;Paus Yohanes Paulus II&lt;br /&gt;Kerja Manusia&lt;br /&gt;Ensiklik Sollicitudo Rei Socialis&lt;br /&gt;30 Desember 1987&lt;br /&gt;Paus Yohanes Paulus II&lt;br /&gt;Keprihatinan Sosial akan Dunia&lt;br /&gt;Ensiklik Centesimus Annus&lt;br /&gt;1 Mei 1991&lt;br /&gt;Paus Yohanes Paulus II&lt;br /&gt;Kebudayaan Modern dan Negara&lt;br /&gt;(Dalam rangka Ulang Tahun ke-100 Rerum Novarum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kitab Hukum Kanonik&lt;br /&gt;1. Apa itu Kitab Hukum Kanonik (KHK)?&lt;br /&gt;KHK adalah naskah legislatif utama Gereja yang bersandar pada warisan hukum dan perundangan Wahyu serta Tradisi Gereja yang juga merupakan alata untuk menjaga tatanan hidup pribadi serta hidup sosial para anggta Gereja. KHK hanya berlaku untuk Gereja Latin (Gereja Katolik Roma). KHK tidak menentukan ritus yang harus ditepati dalam perayaan liturgis, dan keberadaan KHK juga tidak menghapuskan keberadaan hukum sipil. KHK merupakan upaya Gereja untuk membahasakan ajaran teologis Gereja ke dalam bahasa hukum yang lebih real.&lt;br /&gt;2. Sejak kapan KHK ini berlaku dan oleh siapa KHK ini diberlakukan?&lt;br /&gt;KHK yang berlaku sekarang adalah KHK 1983. KHK itu diundangkan oleh alm. Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 Januari 1983. KHK itu sendiri mulai diberlakukan untuk seluruh Gereja Katolik ritus Latin sejak 27 November 1983. KHK 1983 merupakan pembaharuan atas KHK 1917 yang sudah terlebih dahulu diundangkan oleh alm. Paus Yohanes XXIII pada hari raya Pentakosta tahun 1917.&lt;br /&gt;3. Untuk apa KHK ini ada?&lt;br /&gt;Ada dua tujuan yang hendak dicapai oleh KHK ini. Pertama, menumbuhkan keteraturan yang mendalam pada diri umat sehingga masyarakat Gerejawi mampu memberikan tempat utama kepada cinta kasih, rahmat, dan karisma-karisma. Kedua, memudahkan perkembangan yang teratur dari penghayatan akan cinta kasih, rahmat, dan karisma Gereja di dalam kehidupan tiap pribadi.&lt;br /&gt;4. Bagaimanakah sistematisasi dalam KHK?&lt;br /&gt;KHK 1983 terdiri atas tujuh buku yang masing-masing memiliki tema-tema bahasan tersendiri. Ketujuh buku itu adalah:&lt;br /&gt;Buku I : Norma-Norma Umum Gereja&lt;br /&gt;Buku II : Umat Allah&lt;br /&gt;Buku III : Tugas Gereja Mengajar&lt;br /&gt;Buku IV : Tugas Gereja Menguduskan&lt;br /&gt;Buku V : Harta Benda Gereja&lt;br /&gt;Buku VI : Sanksi-Sanksi dalam Gereja&lt;br /&gt;Buku VII : Hukum Acara&lt;br /&gt;5. Siapa sajakah yang terikat dengan KHK ini?&lt;br /&gt;Yang terikat oleh KHK ini adalah :&lt;br /&gt;Sudah dibaptis dalam Gereja Katolik atau diterima di dalamnya.&lt;br /&gt;Mampu menggunakan akal budinya dengan cukup.&lt;br /&gt;c. Telah genap berumur tujuh tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-6465401481637802643?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/6465401481637802643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/bab-iii-kekhasan-dalam-gereja-katolik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/6465401481637802643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/6465401481637802643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/bab-iii-kekhasan-dalam-gereja-katolik.html' title='BAB III: KEKHASAN  DALAM GEREJA KATOLIK'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-8390766152648432435</id><published>2009-02-27T19:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T20:27:58.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>BAB II : GEREJA  DALAM  PERJALANAN SEJARAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam bab I, kita sudah melihat dan memahami bersama definisi Gereja secara mendalam. Pemahaman akan apa dan bagaimana Gereja memang senantiasa akan diperbaharui terus menerus seiring dengan naik turunnya perkembangan zaman. Karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui konteks sejarah yang melatarbelakangi adanya dinamika pemahaman tentang Gereja itu sendiri. Maka, pada bab ini, kita akan melihat Gereja dalam cakrawala pandang historis. Cara pandang historis ini akan membantu kita dalam membentuk pola pandang Gereja yang lebih memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II.1. Apakah Yesus pendiri Gereja?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini patut kita ajukan untuk menemukan inti terdalam dari keberadaan Gereja di dunia ini. Sejak awal, kita tahu bahwa Yesus datang sebagai orang yang “anonim”. Maksudnya adalah bahwa Ia tidak hadir untuk mewakili suku bangsa tertentu, namun Ia hadir atas nama seluruh bangsa di dunia ini. Ia datang untuk menyediakan diri-Nya bagi semua orang. Ia tidak melayani orang-orang dari golongan tertentu saja, tapi melayani semua orang tanpa memandang asal muasal mereka.&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan di atas, apakah Yesus mendirikan Gereja? Jawabannya adalah Ya dan Tidak. Bagaimana itu mau dijelaskan?&lt;br /&gt;Yesus memang pendiri Gereja bila makna kata “pendiri” di sini diartikan sebagai seseorang yang memulai gerakan “Kristen” dengan memanggil murid-murid dan mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah serta menyembuhkan mereka.&lt;br /&gt;Namun, Yesus bukanlah pendiri Gereja bila kata “pendiri” itu diartikan sebagai seseorang yang secara resmi memulai sebuah persekutuan religius baru yang terpisah dari kelompok lain dengan ajaran-ajaran, upacara, sakramen, kode etik, dan struktur organisasi tersendiri.&lt;br /&gt;Kita hendaknya jangan terkejut bila tidak menemukan bukti tindakan khusus pendirian Gereja. Seandainya Yesus berbuat demikian, tindakan-Nya akan ditafsirkan sebagai membangun sinagoga tersendiri. Kutipan Kitab Suci yang kerap kali dipergunakan mengenai pendirian Gereja, terdapat dalam Matius 16:18 (“.....kamu adalah Petrus dan di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku).&lt;br /&gt;Selama hidup-Nya di dunia, Yesus tampil sebagai seorang pewarta yang berbicara dengan kewibawaan luar biasa karena Ia yakin akan keeratan relasi-Nya dengan Allah. Dengan mengumpulkan murid-murid-Nya, Yesus setidaknya telah meletakkan dasar bagi Gereja. Namun, itu juga tidak berarti bahwa sejak semula Yesus berniat mendirikan gerakan religius yang terpisah dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II.2. Gereja Perdana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pasca wafat dan kebangkitan Yesus, para murid-Nya menyebut diri mereka sebagai “Saudara” (Kis 9:2), “orang yang telah menjadi percaya” (Kis 2:44) atau “orang yang mengikuti jalan Tuhan” (Kis 9:2). Nama “Kristen” sesungguhnya diberikan oleh orang-orang luar. Lalu, akhirnya memang nama “Kristen” menjadi nama resmi bagi para pengikut Kristus. Para pengikut Kristus sendiri disebut sebagai Kristen untuk pertama kalinya di Anthiokia, Suriah. Tepatnya, tahun 40 M.&lt;br /&gt;Pada masa-masa Gereja perdana ini, kehidupan kelompok Kristen ini diwarnai dengan banyak ketegangan. Baiklah kita mengetahui ketegangan-ketegangan itu.&lt;br /&gt;a. ketegangan internal&lt;br /&gt;Ketegangan Internal ini pada awalnya dipicu oleh perdebatan tentang siapa yang pantas disebut “Kristen”. Ketegangan internal ini muncul karena dalam kelompok Kristen pada saat itu, terdapat empat “kubu” yang memiliki perbedaan pandangan. Keempat kubu itu adalah:&lt;br /&gt;1. Kelompok Bersunat&lt;br /&gt;Kelompok ini adalah kelompok orang Kristen Yahudi dan Kristen tobatan dari kekafiran yang menuntut pelaksanaan hukum Musa sepenuh-penuhnya. Bagi kelompok ini, orang yang mau masuk Kristen harus disunat terlebih dahulu.&lt;br /&gt;2. Kelompok Saudara Tuhan&lt;br /&gt;Kelompok ini adalah kelompok orang Kristen Yahudi dan Kristen tobatan dari kekafiran yang tidak menuntut sunat, tetapi meminta agar para tobatan dari kekafiran melaksanakan beberapa hukum kesucian Yahudi. Yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Petrus dan Yakobus.&lt;br /&gt;3. Kelompok Paulus&lt;br /&gt;Kelompok ini terdiri dari kelompok orang Kristen Yahudi dan tobatan dari kekafiran yang juga tidak menuntut sunat, dan mereka tidak meminta tobatan dari kekafiran menaati hukum halal-haram. Rasul Paulus masuk ke dalam kelompok ini.&lt;br /&gt;4. Kelompok Anonim&lt;br /&gt;Kelompok ini terdiri dari kelompok orang Kristen Yahudi dan tobatan dari kekafiran yang tidak menuntut sunat, tidak menuntut pelaksanaan hukum haram-halal, dan tidak melihat makna abadi dari ibadat Yahudi di kenisah. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah kaum hellenis, Stefanus, Filipus dan para diakon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan internal ini meledak dalam sebuah pertemuan yang dikenal sebagai konsili Yerusalem (49-50 M). Ada tiga hal yang memperlihatkan adanya ketegangan ini:&lt;br /&gt;Konsili ini dipimpin oleh Yakobus. Seharusnya oleh Petrus.&lt;br /&gt;Kelompok konservatif yang dikenal dengan kelompok bersunat, secara terus terang menentang Petrus yang oleh tradisi dianggap sebagai Paus Pertama.&lt;br /&gt;Solusi yang dihasilkan lebih bersifat praktis dan kompromi serta tidak didasarkan pada ajaran yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ketegangan eksternal&lt;br /&gt;Ketegangan internal dalam kelompok orang Kristen itu, membuat Kaisar Roma saat itu, yaitu Kaisar Klaudius, menitahkan untuk mengusir orang-orang Yahudi dari kota Roma. Orang-orang Kristen saat itu juga dikenal oleh banyak orang Roma sebagai kelompok yang menjalankan praktek tahayul. Akibatnya, mereka menjadi orang yang dibenci. Puncaknya adalah penangkapan orang-orang Kristen pada zaman Kaisar Nero. Menurut catatan sejarah, orang Kristen dituduh telah membakar kota Roma pada tanggal 16 Juli 64, dan menebar benih kebencian pada sesama manusia. Sejak itulah, dimulai rangkaian penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Mari kita lihat lebih detail lagi.&lt;br /&gt;b.1. Roma Lautan Api&lt;br /&gt;Kaisar Nero mulai menerapkan sikap bermusuhan terhadap orang Kristen karena Kristen dianggap sebagai tahayul. Nero menuduh orang Kristen sebagai pelaku pembakaran kota Roma. Orang Kristen dipandangnya sebagai kaum misanthropia (kelompok yang membenci manusia). Kristen dipandang sebagai kelompok yang eksklusif dan dianggap bertentangan dengan orang-orang Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.2. Motif Permusuhan terhadap Orang Kristen&lt;br /&gt;Ada beberapa motif yang membuat orang Kristen dimusuhi saat itu:&lt;br /&gt;Motif Politis:&lt;br /&gt;- Orang Kristen dicurigai sebagai kelompok yang anti-Roma dan hendak memberontak terhadap otoritas negara.&lt;br /&gt;- Orang Kristen menolak kultus penyembahan terhadap dewa-dewi nasional Romawi.&lt;br /&gt;- Agama Kristen dipandang sebagai agama baru yang aneh. Orang Kristen dikatakan sebagai kaum yang tidak sah (Non Licet esse vos). Oleh karenanya, Kristen dipandang sebagai relligio illicita (agama yang tidak sah dan perlu dilarang demi hukum).&lt;br /&gt;- Orang Kristen jarang memperlihatkan dirinya sebagai warga negara Roma yang tulen. Mereka tidak mau mempersembahkan kurban sajian kepada Kaisar.&lt;br /&gt;- Orang Kristen tidak mau mengakui Kaisar Roma sebagai pimpinan tertinggi agama. Bagi orang Kristen, penolakan terhadap kultus kekaisaran merupakan konsekuensi dari iman mereka. Dengan kata lain, mereka sudah mulai membedakan antara agama dan negara.&lt;br /&gt;Motif non politis:&lt;br /&gt;- Orang Kristen dituduh sebagai orang yang kejam oleh orang Non-Kristen saat itu. Seorang tokoh Roma yang bernama Minucius Felice, pernah menyuarakan bahwa orang Kristen membunuh orok yang baru lahir (Sacramentum infanticidii et pabulum inde). Legenda ini muncul karena adanya kesalahpahaman perihal ekaristi.&lt;br /&gt;- Orang Kristen dituduh berperilaku tidak senonoh dalam liturgi dan disingkiri karena tidak mau membuang kesepian di panti-panti hiburan.&lt;br /&gt;- Orang Kristen telah dituduh menghina Allah Tanah Air dan ateis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. 3. Katakombe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Katakombe adalah kuburan orang Kristen yang terletak di bawah tanah. Katakombe tak pernah berperan sebagai tempat tinggal dan tak menjadi tempat kultus peribadatan. Keberadaan kuburan di bawah tanah ini memang sudah diketahui oleh para prajurit Roma.&lt;br /&gt;Ada sejumlah ketentuan umum yang mengatur hal-ihkwal pemakaman.&lt;br /&gt;Pertama, “ius sepulcri”, yaitu bahwa semua orang, baik itu orang merdeka maupun para hamba, memiliki hak untuk dimakamkan.&lt;br /&gt;Kedua, “sepultura extramurana”. Artinya adalah bahwa kuburan harus terletak di luar tembok kota. Dengan kata lain, orang tidak dapat dimakamkan atau dikremasi di dalam kota. Karena itu, kuburan orang kristen ini dibuat di luar kota. Maka, katakombe-katakombe ini dapat ditemukan sepanjang jalan menuju kota Roma.&lt;br /&gt;II.4 Kaisar-Kaisar Pemenggal Kekristenan&lt;br /&gt;a. Kaisar Nero (54-68 M)&lt;br /&gt;Kaisar ini adalah kaisar yang pertama kali melakukan pembunuhan secara besar-besaran bagi umat Kristiani. Pada tahun 64 M, terjadi kebakaran besar di kota Roma yang menghancurkan 10 dari 14 perkampungan penduduk. Tanpa bukti yang kuat, Nero menuduh orang Kristen-lah yang membakar perkampungan itu. Tujuan Nero menuduh orang Kristen ialah agar penduduk Roma semakin membenci orang Kristen dan ia mendapat legitimasi dari senat dan penduduk Roma untuk menganiaya dan menghukum orang-orang Kristen. Akhirnya, Nero melakukan pembunuhan secara besar-besaran kepada orang Kristen dan itu disaksikan oleh penduduk Roma. Berdasarkan tradisi, dua rasul Agung Kristen, yaitu Petrus dan Paulus, menjadi martir pada zaman kaisar Nero ini.&lt;br /&gt;b. Kaisar Domitianus (81-96 M)&lt;br /&gt;Kaisar ini adalah seorang yang gila hormat sekaligus kejam. Ia ingin disembah sebagai Dominus et Deus. Bagi orang-orang non Kristen, perintah itu tidaklah menjadi masalah. Namun, bagi orang Kristen, perintah ini sama saja mengingkari iman kristiani.&lt;br /&gt;c. Kaisar Trajanus (98-117 M)&lt;br /&gt;Kaisar ini adalah seorang yang hati-hati dalam memerintah kekaisaran. Ia dikenal sebagai kaisar yang tidak mau bertindak gegabah. Ia memiliki kepekaan hati untuk melindungi segenap rakyatnya tanpa membedakan agama dan kepercayaan. Namun, sayangnya, ia tetap mementingkan kepentingan negara di atas segala-galanya. Mengenai sikapnya terhatap orang Kristen, ia mengeluarkan tiga perintah yang dikenal dengan nama “Reskrip Trajanus”. Adapun isi dari Reskrip Trajanus itu adalah:&lt;br /&gt;Orang Kristen janganlah dicari.&lt;br /&gt;Kalau ada yang ditangkap, ia harus dihukum. Namun, kalau ia mau menyangkal kekristenannya, maka ia harus dibebaskan.&lt;br /&gt;Dakwaan anonim janganlah diperhatikan.&lt;br /&gt;d. Marcus Aurelius (161-180 M)&lt;br /&gt;Orang ini sebenarnya cakap dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Namun, rasa kemanusiaan yang tinggi itu diletakkan di bawah kepentingan jabatan. Ia menjadi orang yang sangat kejam dalam membunuh orang-orang Kristen. Pada zamannya, martir yang sangat terkenal adalah St. Polycarpus.&lt;br /&gt;e. Kaisar Decius (249-251 M)&lt;br /&gt;Pada tahun 250 M, ia mewajibkan semua penduduk kekaisaran Roma untuk mempersembahkan kurban kepada dewa. Mereka yang tidak mentaati perintah ini, akan dihukum mati. Alasan dikeluarkannya kewajiban ini adalah bahwa kaisar ingin melihat loyalitas semua penduduk Romawi kepada kaisar. Pada zaman ini, banyak orang Kristen yang menjadi murtad. Ada dua cara pemurtadan orang Kristen agar ia dapat terhindar dari hukuman mati, yaitu sacrificati dan Libellatici. Sacrificati adalah kewajiban ikut mempersembahkan kurban kepada dewa di hadapan publik umum. Libellatici adalah membeli surat keterangan yang menyatakan bahwa dirinya bukan orang Kristen.&lt;br /&gt;f. Kaisar Diocletianus (284-305 M)&lt;br /&gt;Pada awalnya, kaisar ini tidak mempedulikan kehidupan beragama. Dia sendiri merasa kagum dengan orang Kristen yang tahan uji. Namun, desakan dari senat kafir dan sahabat-sahabatnya yang juga kafir, pikirannya berubah dan ia memutuskan untuk menganiaya orang Kristen. Diocletianus mulai mengadakan penganiayaan pada tahun 303 M atas desakan kuat dari Galerius. Wujud penganiayaan itu adalah membongkar tempat ibadah, membakar kitab suci, dan mengejar para imam serta awam yang untuk kemudian dianiaya dan dibunuh. Ia melakukan penganiayaan besar-besaran kepada orang Kristen untuk memperoleh simpati dari penduduk Romawi. Baginya, penganiayaan kepada orang Kristen merupakan tradisi yang harus diteruskan sebab nenek moyangnya juga selalu menganiaya orang Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan penolakan pemerintahan Romawi terhadap orang Kristen:&lt;br /&gt;Kalau pada awal mulanya penganiayaan Kristen didasari oleh sikap orang Kristen yang tidak mau menyembah kaisar dan dewa Romawi, tidak mau berpesta bersama, dan ibadatnya tersembunyi, maka dalam perkembangan selanjutnya, agama Kristen juga dituduh sebagai pembawa bencana banjir, kelaparan, dan adanya ketidakharmonisan di dalam pemerintahan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II.5. Metamorfosis Kekristenan di Kekaisaran Romawi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Konstantinus Agung, Kaisar yang bertobat&lt;br /&gt;Pada tahun 305 M, Diocletianus turun dari tahta. Wilayahnya dikuasai oleh Galerius. Ketika Galerius memerintah, ia mengeluarkan sebuah perintah yang berbunyi bahwa orang Kristen berhak memperoleh kebebasan asalkan mereka mau mendoakan bagi keselamatan Kaisar dan Negara. Namun, di lain pihak, Galerius juga masih mengadakan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, terutama orang-orang Kristen yang berada di wilayah timur kekaisaran.&lt;br /&gt;Kemudian, dalam perkembangannya, secara politis, wilayah kekaisaran Romawi terpecah menjadi dua, yaitu wilayah barat dan wilayah timur. Wilayah barat dikuasai oleh Constantinus Chlorus, sedangkan wilayah timur dikuasai oleh Maxentius (mungkin dia ini pengganti Galerius). Saat Constantinus Chlorus wafat, tahtanya diambil alih oleh anaknya, yaitu Constantinus Agung. Pada zaman Constantinus Agung inilah, kekaisaran Roma dapat kembali bersatu lagi karena ia berhasil menumbangkan kekuasaan kekaisaran di wilayah Timur.&lt;br /&gt;Ketika Constantinus Agung menjadi penguasa tunggal di kekaisaran Romawi, ia mulai menghentikan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Ada tiga hal yang mempengaruhi dirinya memutuskan untuk menghentikan penganiayaan ini, yaitu:&lt;br /&gt;1. Ibunya sendiri, St. Helena, adalah seorang pengikut Kristus yang saleh.&lt;br /&gt;2. Setiap dalam pertempuran melawan musuh-musuhnya, ia selalu mengalami kemenangan. Kemenangan ini dipahaminya karena berkat dari tanda salib yang selalu ia pakai dalam setiap pertempuran.&lt;br /&gt;3. Ia melihat bahwa kehidupan rohani bangsa Roma semakin mundur. Dari situ, ia menyimpulkan bahwa agama kafir yang selama ini dipakai sebagai dasar kerohanian negara sudah tidak cocok lagi. Ia memutuskan untuk mengganti nilai-nilai kekafiran itu dengan nilai-nilai yang ditawarkan oleh Gereja. Ia melihat orang Kristen tetap tabah menghadapi berbagai macam penganiayaan. Orang Kristen memiliki vitalitas hidup dan rasa solidaritas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Segi Positif dan Negatif Pertobatan Kaisar&lt;br /&gt;Selama masa pemerintahan Constantinus Agung, banyak hal yang menguntungkan Gereja tetapi juga sekaligus merugikan Gereja. Beberapa hal yang menguntungkan Gereja:&lt;br /&gt;1. Pada tahun 313 M, Constantinus Agung mengeluarkan suatu keputusan yang sangat terkenal, yaitu Edik Milano. Edik Milano ini berisikan tentang keputusan Kaisar untuk memberikan kebebasan beribadat kepada semua agama yang ada di wilayah kekaisaran Romawi. Itu berarti bahwa Kristen yang juga menjadi salah satu agama di kekaisaran Romawi, memperoleh imbasnya. Kristen menjadi agama resmi dan dengan begitu, orang-orang Kristen memiliki kebebasan lagi untuk beribadat.&lt;br /&gt;2. Gereja mendapatkan perlindungan dari Kaisar untuk bebas dari berbagai macam bentuk penganiayaan dan diskriminasi. Gereja berubah dari minoritas terhina menjadi badan hukum yang terhormat.&lt;br /&gt;3. Pembangunan Gereja terjadi secara megah dan besar-besaran.&lt;br /&gt;4. Struktur peribadatan mendapatkan bentuk yang lebih mereiah karena ada unsur-unsur upacara kekaisaran yang dimasukkan dalam liturgi Gereja.&lt;br /&gt;5. Jumlah penganut Kristen semakin berkembang pesat.&lt;br /&gt;6. Para pejabat Gereja mendapatkan jaminan sosial dari Kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di lain sisi, pertobatan Kaisar juga membawa dampak negatif bagi kekristenan. Dampak negatif itu adalah:&lt;br /&gt;1. Kaisar meneruskan kebiasaan tradisional sebagai pontifex maximus.&lt;br /&gt;2. Muncul Caesaropapisme: Kaisar berperan sebagai Pemimpin pemerintah dan Pemimpin Gereja.&lt;br /&gt;3. Gereja menjadi kendaraan politik Kaisar.&lt;br /&gt;4. Kaisar menganiaya kelompok kafir dengan mengatasnamakan sebagai pembela Gereja.&lt;br /&gt;5. Kaisar mencampuri urusan intern Gereja, termasuk dalam hal ajaran iman Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Gereja ini mencapai suatu bentuk yang tertinggi ketika Kaisar Theodosius I menetapkan agama Kristen sebagai satu-satunya agama yang diperbolehkan di kekaisaran Roma (380 M). Hal ini disebabkan karena rasa tanggung jawab Kaisar terhadap agama Kristen yang sudah dijadikan kambing hitam oleh para pendahulunya. Akibatnya, agama kafir menjadi semakin tersingkir di wilayah kekaisaran Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Interpretasi Pertobatan Kaisar&lt;br /&gt;Proses pembalikan nasib kekristenan itu, pada hakikatnya telah mengizinkan Gereja untuk bergerak bebas baik secara intern (melakukan tata peribadatan dan pendidikan iman dengan bebas) maupun secara ekstern (Gereja semakin memiliki pengaruh dalam masyarakat). Tetapi, pada waktu yang sama, kekristenan kehilangan kejernihan dan ketegangan asalinya. Kristianisme cenderung menjadi suatu agama dari lingkungan dan hirarki Gereja malah terkait dengan penguasa politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II.6. Bidaah-Bidaah besar dalam kekristenan awal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Donatisme&lt;br /&gt;Ajaran ini berasal dari Donatus dari Afrika Utara. Menurut ajaran ini, sakramen yang diterimakan oleh orang-orang yang berdosa tidaklah sah. Sah tidaknya sakramen tergantung pada tingkah laku yang menerimakan sakramen.&lt;br /&gt;Seharusnya: Menurut Gereja, sah dan tidaknya sebuah sakramen tidak tergantung pada tingkah laku orang yang menerimakan karena yang memberi sakramen adalah Yesus Kristus itu sendiri.&lt;br /&gt;2. Pelagianisme&lt;br /&gt;Ajaran ini berasal dari seorang yang bernama Pelagius, seorang imam dari Irlandia. Ia mengajarkan bahwa manusia dapat mencapai keselamatan tanpa adanya rahmat Allah. Ia juga mengajarkan ajaran Iustificatio (pembenaran) yang artinya bahwa dosa manusia itu tidak hilang tapai manusia dibenarkan. Ajaran Pelagius ini ditentang oleh Agustinus.&lt;br /&gt;Seharusnya: Manusia tetap akan selalu memerlukan rahmat Allah dalam menjalankan usahanya sebab tanpa rahmat Allah, manusia bukanlah apa-apa. Mengenai ajaran Iustificatio, Agustinus menegaskan bahwa manusia tidak hanya dibenarkan, tapi memang dosanya sungguh-sungguh telah dihapuskan oleh Allah.&lt;br /&gt;3. Marcionisme&lt;br /&gt;Ajaran ini berasal dari Marcion, seorang wiraswasta kaya raya yang berasal dari Sinope Pontus. Ia menafsirkan Kitab Suci menurut kehendaknya sendiri, tanpa memperhitungkan pendapat para ahli. Pendapatnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Injil adalah Injil Cinta Kasih. Perjanjian Lama harus ditolak karena Allah Perjanjian Lama itu Kejam dan Bodoh.&lt;br /&gt;Seharusnya: PL dan PB adalah satu kesatuan dan sama-sama mewartakan Allah yang sama, yaitu Allah yang mengasihi umat-Nya.&lt;br /&gt;Yesus Kristus datang untuk mengalahkan Allah dalam Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;Seharusnya: Yesus Kristus datang untuk menggenapi apa yang dikatakan oleh Allah tentang keselamatan abadi manusia.&lt;br /&gt;Menurutnya, PL adalah Kitab Hukum, dan PB adalah Kitab Cinta Kasih.&lt;br /&gt;Seharusnya: PL dan PB sama-sama berbicara tentang cinta kasih.&lt;br /&gt;Kitab yang benar hanyalah 10 surat Paulus dan Injil Lukas.&lt;br /&gt;Seharusnya: Semua Kitab yang ada dalam Kitab Suci (72 Kitab) adalah benar adanya karena memang ditulis dalam ilham Roh Kudus.&lt;br /&gt;4. Montanisme&lt;br /&gt;Montanus adalah seorang imam kafir yang bertobat menjadi Kristen. Ia merasa mendapat ilham dari Roh Kudus bahwa hari kiamat sudah dekat, maka ia diutus untuk mempersiapkan umat dengan berpuasa, dan mencegah hubungan seks. Menurutnya, Gereja perlu mengadakan pembaharuan karena Gereja mengalami kemunduran. Ajaran Montanisme ini bersifat kenabian (profetis) dan menerapkan ajaran moral yang kuat.&lt;br /&gt;5. Arianisme&lt;br /&gt;Ajaran ini dicetuskan oleh Arius, seorang diakon dari Alexandria, Mesir. Ajaran Arianisme adalah Sub-ordinatisme. Ajaran ini menyatakan bahwa Yesus Kristus itu tidak kekal tetapi merupakan ciptaan sehingga kedudukan-Nya lebih rendah dari Allah. Ajaran ini ditentang oleh Athanasius. Menurutnya, Yesus Kristus adalah Sang Sabda yang bukan dijadikan, tetapi dilahirkan dan Sang Sabda itu sehakikat dengan Bapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II.7. Konsili-Konsili Ekumenis dalam Gereja Katolik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsili Ekumenis adalah Konsili yang melibatkan semua aliran kekristenan yang ada di muka bumi ini. Dengan kata lain, konsili ekumenis tidak hanya melibatkan pihak Gereja Katolik saja, tapi juga aliran Kristen non Katolik. Ada 4 konsili Ekumenis yang pertama:&lt;br /&gt;a. Konsili Nicea I&lt;br /&gt;Konsili ini diadakan di kota Nicea pada tahun 325 M. Diprakarsai oleh Konstantinus Agung. Konsili ini diadakan untuk menanggapi ajaran sesat yang muncul, yaitu Marcionisme dan Arianisme. Konsili ini menyetujui apa yang menjadi pendapat Athanasius tentang hakikat Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Konsili Konstantinopel&lt;br /&gt;Konsili ini diadakan pada tahun 381 M. Diprakarsai oleh Kaisar Theodosius. Masalah pokoknya: adanya pertentangan pendapat tentang Roh Kudus, yaitu mengenai apakah Roh Kudus itu sehakekat dengan Allah atau tidak. Konsili ini melawan pendapat Arianisme dan Semin Arianisme yang menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah ciptaan Putra. Konsili ini berpendapat bahwa Roh Kudus itu juga sehakekat dengan Allah. Tokoh-tokoh dalam konsili ini: Basilius, Gregorius dari Nazianze, dan Gregorius dari Nisa. Ketiga tokoh ini sering disebut Bapa Kapadosia.&lt;br /&gt;c. Konsili Efesus&lt;br /&gt;Konsili ini diadakan di Efesus tahun 431 M. Konsili ini diadakan untuk membahas dan melawan ajaran Nestorius. Nestorius mengatakan bahwa kodrat Yesus adalah manusia. Ia menolak Maria sebagai utusan Tuhan. Konsili ini mengajarkan bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh Manusia. Maria adalah sungguh-sungguh utusan Allah. Tokoh dalam konsili ini adalah Cyrillus.&lt;br /&gt;d. Konsili Kalsedon&lt;br /&gt;Konsili ini diadakan di Kalsedon pada tahun 451 M. Konsili ini diadakan untuk melawan ajaran Monofysitisme. Konsili ini juga menegaskan hal yang sama dengan Konsili Efesus bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh Manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-8390766152648432435?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/8390766152648432435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/bab-ii-gereja-dalam-perjalanan-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/8390766152648432435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/8390766152648432435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/bab-ii-gereja-dalam-perjalanan-sejarah.html' title='BAB II : GEREJA  DALAM  PERJALANAN SEJARAH'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7532376946737477747.post-536616812804857219</id><published>2009-02-27T19:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T19:39:15.501-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIKTAT-DIKTAT  AGAMA GONZ'/><title type='text'>BAB I: GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH</title><content type='html'>Ada seorang turis dari Eropa yang sedang mencari-cari gereja di suatu kota kecil pada hari minggu. Ia ingin sekali mengikuti misa kudus pada hari itu. Ia sudah mencarinya di berbagai sudut kota, namun ia belum juga menemukannya. Ia berpikir bahwa di kota yang seluruh penduduknya adalah Katolik itu, ia seharusnya akan cukup mudah untuk menemukan sebuah gereja.&lt;br /&gt;            Setelah lelah seharian mencarinya, akhirnya ia bertanya kepada seorang anak yang kebetulan dijumpainya di jalan. Maka, ia pun bertanya, “Nak, tahukah kamu dimanakah gereja yang terdekat di daerah sini?”&lt;br /&gt;            Anak itu pun menjawab, “Gereja?Oh....iya, ada Pak. Kalau malam ini, ada di rumah Pak Paijo. Lalu, besok malam, ada di rumah Tante Painem. Tapi, kalau lusa, saya tidak tahu karena belum ditentukan.”&lt;br /&gt;            Turis itu pun terbengong-bengong mendengar jawaban anak itu. Ia berpikir kenapa gereja dapat berpindah-pindah setiap harinya. Tetapi, karena hari sudah mulai malam, ia tidak mau menanyakan hal itu lebih lanjut kepada si anak itu. Turis itu hanya meminta ditunjukkan gereja yang ada di rumah Pak Paijo itu. Anak itu menyanggupinya.&lt;br /&gt;            Ketika mereka tiba di sana, banyak orang telah berkumpul. Semua orang terlihat sangat sederhana dan rumah Pak Paijo juga sangat sederhana. Namun, meskipun demikian, suasananya sangat akrab. Turis itu disalami dan diterima dengan penuh rasa persaudaraan. Upacara ibadat pun sagat meriah dan sungguh menyapa dengan penuh keakraban. Yang pasti, itu sangat mengesankan bagi si turis.&lt;br /&gt;            Secara tiba-tiba pula, Turis itu merasa bahwa ini sungguh suatu Gereja. Gereja yang dia cari selama ini sebenarnya hanyalah gedung/bangunan fisik semata saja. Pengalaman itu telah membuatnya menemukan suatu Gereja yang hidup. Di dalam Gereja seperti ini, ia merasa Tuhan sungguh hadir. Ia juga sungguh merasakan Roh Tuhan berhembus di dalam persekutuan itu.&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;I.1. APA  ITU  GEREJA? (Definisi Pokok Gereja)&lt;br /&gt;            Ilustrasi cerita di atas akan membantu kita untuk sampai pada pemahaman yang sesungguhnya dari Gereja. Selama ini, banyak orang yang salah kaprah dalam mengartikan gereja. Mereka cenderung masih mengartikan Gereja secara sempit sebagai bangunan fisik tempat ibadah umat Kristen. Padahal, kalau kita menarik mundur ke dalam perjalanan rohani para pendahulu kita, definisi Gereja sudah mulai tampak dan diperdalam dengan segala macam kejadian historis di dalamnya.&lt;br /&gt;            Sebelum kita melihat definisi Gereja secara mendalam, mari kita lihat pengertian Gereja secara etimologis. Istilah “Gereja” berasal dari bahasa Portugis, yaitu “igreja”. Kata itu sepadan artinya dengan kata Ecclesia (Latin) dan hklhsia (Yunani). Ketiga arti kata itu menunjuk pada pengertian “perkumpulan.”&lt;br /&gt; Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa Gereja adalah Tubuh Kristus,  kelompok umat yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Penebus. Dalam 1 Kor 12:27, Rasul Paulus mengungkapkan tentang hal itu:&lt;br /&gt;“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”&lt;br /&gt;Pernyataan Santo Paulus ini menyiratkan makna sebuah nilai kesatuan yang ada di antara orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai pengikut Kristus. Meskipun memiliki fungsi yang berbeda-beda (tangan, kaki, kepala, dll), mereka tetaplah menjadi bagian dari sebuah kesatuan, yaitu Tubuh Kristus sendiri. Kesatuan sebagai tubuh Kristus inilah yang menunjuk pada bentuk persekutuan yang menjiwai Gereja.&lt;br /&gt;            Yang menjadi pertanyaan lebih lanjut adalah, siapa sajakah yang dapat menjadi bagian dari kesatuan dari Tubuh Kristus itu sendiri? Hanya ada satu jawaban yang memecahkan persoalan itu. Yang dikatakan sebagai anggota dari Tubuh Kristus (Gereja) adalah mereka yang sudah menerima sakramen baptis. Dengan kata lain, setiap orang Kristen yang telah dibaptis adalah anggota Gereja, dan Gereja adalah seluruh tubuh yang terdiri dari orang-orang Kristen di seluruh dunia tanpa memperhatikan perbedaan denominasi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jika demikian, kita dapat mengambil satu kesimpulan tentang pengertian Gereja. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang mengimani Kristus sebagai Tuhan dan Penebus, yang dipersatukan dalam satu baptisan yang sama, dan dengan sehati serta sebudi, melakukan tindakan seturut dengan tindakan Yesus Kristus sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita bedah unsur-unsur pengertian yang ada di dalamnya:&lt;br /&gt;a.       Gereja sebagai persekutuan orang yang mengimani Kristus.&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;Gereja adalah sebuah kesatuan yang jelas dan terarah. Gereja bukanlah perkumpulan layaknya perkumpulan ibu-ibu arisan yang kerapkali hanya membicarakan seputar perhiasan, gosip artis, ataupun suami orang. Gereja juga tidak menunjuk pada pertemuan bersama (rapat) Bapak-Bapak RT yang hanya sekedar membicarakan masalah insidental (bersifat sementara) tanpa pernah tahu visi dasar gerakan itu. Gereja memiliki sebuah keterarahan yang jelas, yaitu Yesus Kristus sendiri. Gereja juga memiliki status keanggotaan yang jelas, yaitu iman kepada Yesus Kristus. Karenanya, tidak setiap persekutuan/perkumpulan orang-orang dapat dikatakan sebagai Gereja.&lt;br /&gt;b.      Para anggota Gereja ditandai dan disatukan dengan baptisan yang sama.&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;Pertama, Keanggotaan Gereja ditandai dengan sakramen baptis. Keanggotaan ini harus ditampakkan oleh mereka dengan mengambil bagian secara aktif dalam ibadat Gereja, hidup Sakramental, dan sejauh mungkin ikut serta dalam pelayanan bagi kaum muda, orang jompo, dan orang-orang menderita. Ini berarti setiap orang yang dibaptis akan secara otomatis menjadi anggota Gereja dan baptisan menjadi pintu masuk pertama dan utama  bagi seseorang untuk bisa terlibat dalam kegiatan Gereja.&lt;br /&gt;Kedua, Baptisan macam apa yang mempersatukan mereka? Baptisan yang mempersatukan orang Kristen adalah baptisan yang menggunakan air sebagai materianya, serta formanya yang berbunyi: “Aku membaptis kamu dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus”. Dengan kata lain, formanya harus mengandung keyakinan akan Tritunggal Mahakudus.&lt;br /&gt;Ketiga, Orang-orang yang dibaptis adalah umat pilihan Allah. Karenanya, Gereja dapat juga dikatakan sebagai Umat Allah. Istilah Umat Allah ini dipakai sejak dalam  Perjanjian Lama, tepatnya saat peristiwa Keluaran. Pengertian Umat Allah ini memiliki ciri khas sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.      Umat Allah merupakan suatu pilihan dan panggilan dari Allah sendiri.&lt;br /&gt;2.      Umat Allah dipanggil dan dipilih untuk Allah dan untuk misi tertentu, yaitu menyelamatkan dunia.&lt;br /&gt;3.      Hubungan antara Allah dan umat-Nya ditandai dengan perjanjian.&lt;br /&gt;4.      Umat Allah selalu berada dalam perjalanan/peziarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Para anggota Gereja melakukan tindakan Yesus dengan sehati dan sebudi.&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;Gereja menjadi persekutuan yang ingin berjalan bersama dunia. Gereja tidak hidup dalam suatu ruang hampa udara, melainkan hidup dan hadir di dalam dunia nyata. Karenanya, Gereja juga harus mengupayakan tindakan yang nyata di tengah dunia ini. Tindakan nyata yang dimaksud bukanlah sembarang tindakan yang tak bernilai. Akan tetapi, tindakan yang dimaksud adalah tindakan yang serupa dengan tindakan Yesus Kristus sendiri. Tindakan Yesus itu sendiri adalah tindakan yang mengarah pada nilai-nilai kehidupan dan senantiasa memperjuangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, jika kita melihat penjelasan tentang definisi itu, kita dapat menyimpulkan bahwa ada berbagai aspek dalam Gereja. Tiga  diantaranya, yaitu:&lt;br /&gt;Aspek komunal (Komunitas/jemaat). Hal ini karena Gereja sendiri merupakan sebuah persekutuan murid-murid Kristus.&lt;br /&gt; Aspek Institusi. Hal ini karena Gereja memerlukan sarana-sarana organisatoris dan struktural untuk memenuhi tugas nyatanya di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;STOP PRESS:&lt;br /&gt;Tahukah kamu? Gereja Katolik adalah organisasi yang memiliki kerapian administrasi terbaik di seluruh dunia (nomor satu).&lt;br /&gt;Aspek pengutusan. Hal ini karena Gereja diutus oleh Yesus untuk mewartakan Injil dan Kerajaan Allah di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar biblis yang menunjukkan seluruh definisi Gereja itu, adalah Kisah Para Rasul 2:41-47.  Dalam perikop itu, unsur-unsur penting yang dapat dilihat:&lt;br /&gt;Baptisan menjadi syarat utama keanggotaan persekutuan. (Lih. Kis 2:41)&lt;br /&gt;Aspek Komunal/kebersamaan menjadi hal yang diutamakan (Lih. Kis 2:42)&lt;br /&gt;Tindakan mereka adalah tindakan yang mengarah pada kehidupan. (Lih. Kis 2:44-46).&lt;br /&gt;Persekutuan itu ada untuk membawa keselamatan bagi dunia. (Lih. Kis 2:47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.2. GEREJA  UNIVERSAL DAN  GEREJA  LOKAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Uraian pada sub bab sebelumnya telah memperlihatkan kepada kita pengertian yang paling mendasar tentang Gereja Kristus. Secara mendasar, sesungguhnya semua pengikut Kristus adalah satu Gereja. Tapi, dalam kenyataannya saat ini, kita melihat ada begitu banyak “jenis” Gereja dan berbagai kekhasannya masing-masing di dunia ini. Apakah kenyataan itu akan mengurangi makna “kesatuan” Gereja sebagai Tubuh Kristus sendiri? Atau justru memperkuat makna kesatuan Gereja Kristus yang terlihat dalam keanekaragaman di dalamnya? Sub bab ini akan mencoba menguraikan jawaban atas pertanyaan itu secara ringkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sejarah yang Mengubah&lt;br /&gt;            Karena keadaan sejarah, Gereja Kristus yang satu itu mulai mengalami banyak perubahan, termasuk pemisahan-pemisahan yang disebabkan oleh kontroversi teologis dan konflik politis. Pemisahan itu melahirkan denominasi-denominasi (komunitas-komunitas) dalam Gereja itu sendiri. Penjelasan detail tentang perjalanan sejarah itu, akan kita lihat nanti di Bab II. Namun, secara ringkas, proses pemisahan itu dapat dilihat dalam diagram berikut:&lt;br /&gt;GEREJA  KRISTUS&lt;br /&gt;GEREJA  BARAT&lt;br /&gt;GEREJA  TIMUR&lt;br /&gt;Gereja  Katolik&lt;br /&gt;Gereja Protestan&lt;br /&gt;Gereja Ortodoks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Peristiwa pemisahan yang terjadi antara Gereja Barat dan Gereja Timur disebut oleh sejarah sebagai peristiwa SKISMA TIMUR. Pemisahan ini terjadi pada tahun 1054. Skisma itu sendiri dipahami sebagai “perpecahan karena bukan perbedaan ajaran iman. Tapi, lebih menunjuk pada kemungkinan perbedaan antara gaya/tata cara beriman. Pemisahan ini adalah peristiwa besar dalam sejarah Gereja Kristus. Kemudian, Gereja Barat mengalami pemisahan lagi, yaitu tepatnya pada zaman Martin Luther. Gereja Barat terpisah menjadi Gereja Katolik dan Protestan. Pemisahan ini digerakkan oleh Martin Luther yang terkenal dengan 95 dalilnya. Peristiwa itu terjadi pada abad 1517. Pemisahan Gereja Barat nampaknya menjadi peristiwa yang dipicu oleh adanya perbedaan ajaran. Ada begitu banyak perbedaan yang dapat dilihat. Namun, untuk kali ini, ada baiknya bila kita mengetahui tiga perbedaan nyata yang dapat dilihat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEREJA   KATOLIK&lt;br /&gt;GEREJA  PROTESTAN&lt;br /&gt;1.  Mengakui Tradisi&lt;br /&gt;1.  Tidak mengakui Tradisi.&lt;br /&gt;2.  Mengakui adanya Magisterium (kuasa mengajar)&lt;br /&gt;2. Tidak mengenal dan tidak mengakui Magisterium.&lt;br /&gt;3.  Menerima Paus sebagai pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;3. Tidak mengakui Paus sebagai pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Gereja Universal dan Gereja Lokal&lt;br /&gt;            Uraian di atas cukup memberikan pemahaman kepada kita bahwa adanya banyak “Gereja” lebih disebabkan oleh terjadinya berbagai denominasi yang berbeda-beda dalam Gereja. Pada bagian ini, kita akan membahas lebih lanjut pemahaman tentang Gereja Lokal. Apakah berbagai macam “jenis” Gereja itu dapat dikatakan sebagai gereja lokal?&lt;br /&gt;            Gereja lokal yang dimaksud bukanlah gereja-gereja yang terpecah berdasarkan denominasi atau ritus liturgi. Ungkapan “Gereja Lokal” hanya menunjuk pada pemisahan Gereja berdasarkan daerah atau wilayah. Hal itu sudah ditunjukkan oleh Paulus dalam Perjanjian Baru. Dalam suratnya, ia selalu menyapa jemaatnya berdasarkan asal-usul tempatnya, misalkan umat di Korintus, jemaat Tesalonika, dll. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat penjelasan di bawah ini.&lt;br /&gt;            Gereja universal adalah Tubuh Kristus semesta dan mencakup semua jemaat Kristen. Maka, Gereja universal sungguh merupakan suatu persekutuan atau kumpulan dari banyak Gereja Lokal yang tersebar di seluruh dunia. Gereja lokal sendiri dipahami sebagai Tubuh Kristus di suatu tempat tertentu. Contoh nyata dari Gereja Lokal adalah Paroki dan Keuskupan. Dalam Kitab Hukum Kanonik (Hukum Gereja), Gereja lokal disebut sebagai “Gereja Partikular”.&lt;br /&gt;            Paroki adalah wujud paling kecil dan paling dasariah dari Gereja lokal. Sedangkan, keuskupan adalah sebuah persekutuan dari paroki-paroki dan umat-umat dalam wilayah geografis tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Bagaimana Gereja Katolik melihat pemisahan-pemisahan itu?&lt;br /&gt;            Bagi gereja Katolik, Gereja dipandang sebagai sesuatu yang universal dan sekaligus lokal. Kesatuan internal masing-masing gereja-gereja lokal didukung oleh iman yang sama kepada Yesus Kristus, Sakramen-sakramen (terutama Ekaristi), pelayanan dari anggota-angota yang berbeda, dan kehadiran Roh Kudus yang aktif mempersatukan. Sedangkan, kesatuan eksternal gereja-gereja lokal dengan gereja Universal didukung oleh faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, dan diteguhkan dengan kesatuan para Uskup yang membentuk sebuah dewan. Kesatuan para Uskup ini diperkuat oleh kesatuan mereka dengan Paus sebagai uskup Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.2. TUJUAN  ADANYA  GEREJA (TUGAS  GEREJA)&lt;br /&gt;            Setelah  kita mengetahui definisi Gereja secara gamblang, tahap kedua dari pembicaraan bab ini adalah mengetahui tujuan keberadaan Gereja di dunia ini. Namun, sebelum kita melangkah pada tahapan itu, ada baiknya bila kita singgah sebentar pada pengertian mendasar tentang Gereja Katolik.&lt;br /&gt;I.2.a. Gereja Katolik&lt;br /&gt;            Gereja Katolik adalah komunitas partikular orang-orang Kristen dalam tubuh Kristus yang universal, yang kesatuannya dengan Kristus berakar dalam Roh Kudus, iman kepada Kristus, sakramen-sakramen, komitmen yang sama terhadap hidup Kristen, dan dalam pelayanan Petrus yang dilaksanakan oleh Uskup Roma (Paus).&lt;br /&gt;Ciri khas utama yang membedakan Gereja Katolik dengan Gereja-Gereja Kristus lainnya adalah adanya pengakuan akan kewibawaan dan kepemimpinan Paus sebagai penerus sah tahta Petrus. Hanya orang Katolik saja yang mengakui Paus sebagai pimpinannya. Pengakuan akan kewibawaan Paus itu didasarkan pada perintah Kristus kepada Petrus yang tertuang dalam Mat 16:18-19 (Cat: Silahkan dilihat sendiri dalam Alkitab).&lt;br /&gt;            Untuk memahami Gereja Katolik lebih lanjut, kita juga harus mendalami makna agama Katolik itu sendiri. Agama Katolik merupakan kenyataan yang kaya akan beragam segi, yang meliputi tradisi Kristen, cara hidup, dan persekutuan iman. Kata “Katolik” itu sendiri berasal dari kata Yunani, kaqolikoj, yang berarti “universal” dan “dalam keseluruhan”. Dari pengertian dasar itu, kita dapat melihat bahwa pada dasarnya, orang-orang Katolik harus mau membuka diri untuk terlibat dan bergaul dengan siapa saja. Banyak orang salah kaprah dengan menyebutkan bahwa lawan dari katolik adalah protestan. Lawan dari Katolik  bukanlah protestan, tapi Sekte. Apa itu Sekte? Sekte adalah bagian dari Gereja yang memisahkan diri dari Gereja Universal dan dunia. Sebuah sekte biasanya menutup diri dari kelompok lain untuk mempertahankan jati diri dan kemurnian dirinya. Kontak dengan orang yang ada di luar sekte, dipandang sebagai hal yang menajiskan/hal yang kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.2.b.  Tujuan Gereja&lt;br /&gt;            Gereja hadir di dunia ini karena Yesus mengutus para murid untuk mewartakan Kerajaan Allah di dunia. Gereja dipanggil dan diutus oleh Bapa untuk melaksanakan karya Putra di dalam dan melalui kuasa Roh Kudus. Pengutusan menjadi tujuan umum Gereja. Dalam Mat 28:19-20, kita akan melihat jelas pengutusan yang Yesus buat untuk para rasulnya. Perintah Yesus itu juga berlaku sebagai sebuah perintah perutusan bagi Gereja saat ini.&lt;br /&gt;            Lebih jauh lagi, yang dipanggil di sini bukan hanya para kaum biarawan/biarawati atau (calon) imam saja. Tapi, semua umat awam memiliki panggilan dari Allah ini. Tiap orang dipanggil oleh Allah untuk menghayati profesinya masing-masing. Apapun profesinya, yang terpenting adalah bahwa melalui pekerjaannya, tiap orang dapat memuliakan Allah dan mewartakan Kerajaan Allah di dunia ini.&lt;br /&gt;            Tugas umum Gereja itu, secara rinci dapat dibagi ke dalam empat tugas yang lebih spesifik lagi, yaitu:&lt;br /&gt;1.  Leiturgia&lt;br /&gt;            Leiturgia adalah segala hal yang berhubungan dengan ibadat. Arti kata “Leiturgia” sendiri adalah “Kerja bakti rakyat”.  Dari sana, kita dapat melihat bahwa bidang tugas ini memainkan peranan besar dalam membangun hidup persekutuan.&lt;br /&gt;Contoh: pelayanan-pelayanan ibadat dan sakramen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kerygma&lt;br /&gt;            Kerygma ini ingin mengeksplisitkan intisari ajaran iman Gereja. Kerygma berarti pewartaan kepada sesama. Apa yang diwartakan? Kabar gembira tentang Penderitaan, wafat, dan kebangkitan Kristus.&lt;br /&gt;Contoh: Mengajar agama, katekese, khotbah.&lt;br /&gt;3. Marturia&lt;br /&gt;            Marturia hampir mirip dengan Kerygma. Bedanya, Marturia lebih menunjuk pada tindakan nyata, sedangkan Kerygma menunjuk pada pewartaan dalam bahasa verbal. Bidang ini menuntut setiap pengikut Kristus untuk bertindak seturut Kristus. Marturia menjadi bukti bahwa Gereja adalah tanda yang kelihatan dari Kehadiran Allah di dunia ini.&lt;br /&gt;Contoh: Menolak Korupsi&lt;br /&gt;4.  Diakonia&lt;br /&gt;            Bidang Diakonia menunjuk pada gerakan pelayanan yang nyata. Pelayanan yang dilakukan adalah pelayanan sosial terhadap orang-orang yang miskin dan menderita.&lt;br /&gt;Contoh: Mengunjungi Panti Jompo dan memberikan sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.3.  CIRI-CIRI  GEREJA  KRISTUS&lt;br /&gt;            Ciri-ciri Gereja Kristus ini dapat kita lihat bersama dalam rumusan syahadat iman yang biasa kita ucapkan pada perayaan ekaristi setiap hari minggu. Syahadat iman itu biasa disebut sebagai syahadat Nicea Konstantinopel.&lt;br /&gt;Ciri-ciri Gereja Kristus ini, dirumuskan secara definitif dalam Konsili Konstantinopel tahun 381 M. Lalu, ciri-ciri itu dimunculkan kembali dan memperoleh penegasan yang besar manakala menghadapi munculnya gereja-gereja kristen gadungan pada era Reformasi Protestan. Setidaknya, para apologet kita (seperti, Yustinus Martir dan Aristhides), menggunakan keempat ciri ini untuk melawan gereja gadungan itu.&lt;br /&gt;Ada empat ciri Gereja Kristus:&lt;br /&gt;a. Satu&lt;br /&gt;            Maksudnya: Gereja menjadi perwujudan kehendak Tunggal Allah yang terlihat secara nyata dalam perjalanan kehidupan satu Tuhan Yesus Kristus.&lt;br /&gt;Secara biblis, perjalanan Gereja dibina oleh satu Allah yang terlihat dalam kehidupan Yesus Kristus dalam karya satu Roh Kudus. Kesatuan ini dibuktikan lebih lanjut oleh satu injil, satu baptisan, dan satu jabatan yang dikaruniakan kepada Petrus.&lt;br /&gt;b. Kudus&lt;br /&gt;            Maksudnya: Gereja menjadi perwujudan kehendak Allah yang Mahakudus dan Gereja berusaha membawa manusia ke dalam kekudusan.&lt;br /&gt;Pengertian “Gereja yang kudus” ini dapat diartikan secara khusus lagi, yaitu:&lt;br /&gt;- Arti obyektif&lt;br /&gt;            Yaitu, bahwa Gereja menjadi Tanda dan sarana keselamatan serta kekudusan Allah di dunia ini.&lt;br /&gt;- Arti subyektif&lt;br /&gt;            Yaitu, bahwa Gereja tak akan pernah kehabisan tanda kekudusan dan orang-orang kudusnya.&lt;br /&gt;            Dengan kekudusan Allah itu pula, Allah menjamin Gereja untuk tidak kehilangan unsur kekudusannya kendati Gereja itu berdosa. Gereja bisa berdosa karena para pengikutnya adalah orang-orang berdosa. Dosa-dosa itu akan dihapuskan secara nyata dalam sakramen pengakuan dosa (sakramen tobat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Katolik&lt;br /&gt;            Maksudnya adalah bahwa Gereja merupakan perwujudan kehendak Allah yang ingin menyelamatkan SEMUA dan seluruh pribadi manusia di dunia ini.&lt;br /&gt;Makna kekatolikan ini terletak pada pengertian bahwa keselamatan yang ditawarkan Gereja, terbuka untuk semua orang karena penebusan Yesus Kristus juga ditujukan untuk semua orang. Karena itulah, Gereja Kristus sangatlah mengakui dan menjunjung tinggi pluralisme.&lt;br /&gt;d. Apostolik&lt;br /&gt;            Maksudnya adalah bahwa Gereja bertumpu pada ajaran para rasul dan mengikuti iman mereka. Gereja didirikan oleh Yesus Kristus dalam para rasul yang menjadi dasarnya. Sifat keapostolikan ini diperlihatkan dari adanya keyakinan bahwa apa yang diajarkan Gereja saat ini adalah SAMA dengan apa yang diajarkan oleh para rasul Kristus dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dengan demikian, materi bab satu sudah selesai.&lt;br /&gt;            Syukur kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Direnungkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            KETIKA  PINTU  KEBAHAGIAAN  KITA  TERTUTUP , DAN PINTU LAIN SUDAH TERBUKA; SERINGKALI  KITA  HANYA TERUS MEMANDANG  PINTU YANG TERTUTUP  ITU  SEMENTARA  KITA  LUPA  BAHWA ADA PINTU LAIN YANG TELAH  TERBUKA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7532376946737477747#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Pembahasan tentang denominasi akan dibahas di sub bagian berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7532376946737477747-536616812804857219?l=pintuajaibku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/feeds/536616812804857219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/bab-i-gereja-sebagai-umat-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/536616812804857219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7532376946737477747/posts/default/536616812804857219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pintuajaibku.blogspot.com/2009/02/bab-i-gereja-sebagai-umat-allah.html' title='BAB I: GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH'/><author><name>freko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00039319838144908882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_S7yXVsWuyzY/Saa9n_hP44I/AAAAAAAAAAM/aqZGw77bJz8/S220/krop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
